• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, March 15, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup Agenda

Konser Kemanusiaan untuk AIDS di Pemuteran

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
21 November 2008
in Agenda, Budaya
0
0

Oleh Luh De Suriyani

Sejumlah seniman Bali akan menggelar konser kemanusiaan untuk AIDS di kawasan Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, pada Sabtu, 22 November nanti. Para penyanyi Bali, seniman Bondres, bersama band yang anggotanya adalah Orang dengan HIV/AIDS akan mengkampanyekan HIV/AIDS (Odha) di depan masyarakat Buleleng, daerah dengan konsentrasi HIV terbesar kedua di Bali.

“Kami turut prihatin dengan meluasnya HIV sampai daerah pedesaan. Kami akan berusaha menyampaikan hal yang paling penting untuk diketahui masyarakat sekitar soal HIV dan AIDS,” Igo Blado, vokalis band Telephone, salah satu pengisi acara ini, saat jumpa pers di Sanur, Senin lalu.

Sebagian artis yang terlibat adalah sejumlah band Bali yang populer sampai pelosok desa karena menyanyi dalam Bahasa Bali. Di anataranya Bintang Band, Jhonny Agung and Double T, Agung Wirasuta, Ed Eddy and Residivis, Kelompok Seniman Bondres, dan Lolak.

Seluruh artis tidak akan dibayar, demikian juga pengunjung tidak dipungut bayaran. “Kami lebih menekankan pemberian informasi karena tingginya kasus di kawasan ini. Strategi kami adalah dengan menyelipkan pesan-pesan pencegahan dan anti diskriminasi pada Odha di sepanjag konser,” kata Igo yang juga panitia acara ini.

Penggagas konser ini, Bagus Mantra kerap membuat kegiatan sosial di Pemuteran-Gerokgak. Untuk tahun ini ia dan seniman yang tergabung dalam Pregina Production memilih konser kampanye AIDS.

Gerokgak adalah suatu daerah yang aktif mendapat pendampingan karena sebagian besar kasusnya terjadi pada pasangan suami istri. Bahkan, beberapa anak mereka telah positif tertular HIV. Pemuteran berada di dekat pesisir pantai utara Bali, dekat dengan kawasan wisata Pulau Menjangan, sekitar 120 kilometer dari Denpasar.

“Kebanyakan Odha adalah masyarakat miskin yang pekerjaannya buruh, sopir, nelayan, dan petani. Penularan terjadi dalam keluarga, biasanya dari suami ke istri lalu menginfeksi anaknya,” ujar Siti Maryani, petugas penjangkau Yayasan Citra Usadha Indonesia (YCUI) yang lebih dari lima tahun ini mendampingi puluhan Odha di sana.

Siti mengatakan ia kini mendampingi sekitar 30 Odha di Gerokgak yang mau terbuka. “Sebagian besar lagi tertutup, tidak mau dijangkau dan sengaja menyembunyikan diri,” ujarnya.

Dokter Mangku Karmaya, Koordinator Humas dan Informasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali mengatakan situasi Gerokgak memperlihatkan betapa seriusnya penularan HIV lewat hubungan seksual yang tak beresiko, karena mereka adalah suami istri.

“Sebelumnya ancaman datang dari perilaku pengguna narkoba suntik (Injecting Drug User/IDU) kini menjadi hubungan heteroseksual. Kita menghadapi epidemi ganda,” ujar Mangku Karmaya.

Konser musik, diakuinya mampu menjadi vaksin sosial dalam melakukan pencegahan ke kelompok populasi umum yang kini rentan terinfeksi HIV. “Perubahan perilaku sangat sulit dilakukan dalam waktu cepat. Misalnya menggunakan kondom saja. Kita mengharapkan masyarakat menjadi aware dulu,” tambahnya.

Kasus pertama di Bali ditemukan pada 1987. Sampai akhie September, Bali melaporkan temuan kasus HIV dan AIDS 2323 kasus. Lebih dari setengahnya, terjadi pada remaja dan usia produktif yakni 20-29 tahun. Sekitar 60 persen tertular akibat dari kelompok heteroseksual.

Versi Inggris di The Jakarta Post, klik: http://www.thejakartapost.com/news/2008/11/18/artists-organize-hivaids-gig.html

Tags: Hari AIDS InternasionalKonser AIDS
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

No Content Available
Next Post

Menikmati Daging Kambing di Kampung Koboi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia