• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, May 10, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Halte Trans Sarbagita Tak Ramah Pejalan Kaki

Nyoman Surya by Nyoman Surya
29 November 2012
in Berita Utama, Kabar Baru, Opini, Pelayanan Publik
0
2

Sudah pernah menaiki Bus Trans Sarbagita?

Bila dari pernyataan di atas dijawab “sudah”, pastinya pernah mencoba halte-halte yang tersedia di setiap koridor yang dilalui. Untuk menuju halte, kita harus melewati beberapa anak tangga atau di beberapa halte ada yang menggunakan ramp sebagai akses menuju halte. Tapi, di beberapa halte ada juga yang tidak memakai tangga atau ramp.

Nah, sesuai dengan judul tulisan ini, kebanyakan halte Trans Sarbagita tidak ramah kepada pejalan kaki. Selanjutnya saya tulis “Pedestrian” agar lebih British.. Hehehe.

Kenapa? Halte ditempatkan pada jalur pedestrian. Di mana jalur pedestrian yang sudah tidak sesuai dengan standar, minimal lebar jalur pedestrian kurang lebih 1,40 meter, ditambahkan dengan halte yang memiliki tangga (ramp). Hal ini sungguh mengganggu bagi para pedestrian, karena harus menaiki tangga atau berjalan keluar jalur pedestrian untuk berjalan melewati halte yang mengahalangi jalur mereka.

Kenapa halte yang ada sekarang menggunakan tangga atau ramp? Ini tentu saja berkaitan dengan bentuk bus Trans Sarbagita yang sekarang, di mana pintu masuk utamanya tidak rendah melainkan agak tinggi. Bus ini sangat mirip dengan bus TransJakarta.

Bus Trans Sarbagita

Sebenarnya halte tidak salah 100 persen, karena bentuk halte mengikuti busnya. Kesalahan terletak pada saat merencanakan bus trans ini. Seharusnya Pemerintah Provinsi Bali mempelajari dulu bus seperti apa yang akan diberikan oleh pemerintah pusat. Apa akan cocok dengan keadaan di Bali atau tidak? Jika bus tipe ini digunakan di Jakarta tentu saja tidak mengganggu jalur pedestrian, karena halte TransJakarta tidak berada di pinggir jalan raya melainkan di median jalan raya.

Halte TransJakarta

Seharusnya, menurut saya, karena jalur pedestrian di Bali masih jauh dari standar, bus yang dipakai ialah bus yang pintu masuknya lebih rendah.

 

Bus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Dengan bus seperti ini, maka halte dibuat rata dengan jalur pedestrian. Sehingga para pedestrian masih bisa melewati jalur pedestriannya dengan nyaman bila melewati halte, walau agak sempit karena bersamaan dengan orang yang sedang menunggu bus di halte.

 

Bus Stop

Halte seperti ini selain ramah kepada pejalan kaki, tentu juga sangat ramah kepada para penyandang cacat yang ingin naik bus. Karena tidak harus melewati anak tangga atau ramp. Selain itu bisa dibuat ruang untuk iklan yang otomatis akan menambah pendapatan pengelola Trans. Dan juga bila pengelola atau siapapun yang mengelola Trans ini mau, bisa saja membuat halte yang keren dan imajinatif. Hal ini dapat menambah kecantikan kota juga.

cool bus stop

cool bus stop

Catatan: Tulisan dari http://mankomank.tumblr.com/

Tags: Fasilitas PublikPelayanan PublikTransarbagita
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Nyoman Surya

Nyoman Surya

Lahir di bawah naungan Scorpio. Besar diantara orang-orang yang konyol, serius, pintar, bodoh dan lugu tetapi selalu menginspirasi dan bersatu dalam keberagaman

Related Posts

Tarif Parkir di Denpasar Naik, Apakah Pelayanannya Asyik?

Tarif Parkir di Denpasar Naik, Apakah Pelayanannya Asyik?

30 May 2024
Menjamurnya Tukang Parkir di Tengah Pandemi

Menjamurnya Tukang Parkir di Tengah Pandemi

23 January 2021
Saatnya Warga Awasi Bantuan dan Alkes COVID-19

Bali juga Pantau Distribusi Bansos COVID-19

13 June 2020
Saatnya Warga Awasi Bantuan dan Alkes COVID-19

Saatnya Warga Awasi Bantuan dan Alkes COVID-19

3 June 2020
Jadi, Kapan Pak Gubernur Bali Kelola Akun Twitter?

Jadi, Kapan Pak Gubernur Bali Kelola Akun Twitter?

19 February 2019
Biarkanlah Pesta Demokrasi ini tetap menjadi Pesta

Inilah Rencana Pembangunan Gubernur Bali Terpilih

11 September 2018
Next Post
Epidemi HIV di Bali Terus Meninggi

Hari AIDS Sedunia untuk Siapa?

Comments 2

  1. imadewira says:
    13 years ago

    Sekilas saya melihat halte sarbagita memang tidak nyaman ya. Walaupun belum pernah naik sarbagita, saya rasa beberapa halte khususnya yang belum dibuat permanen masih kurang enak dipandang mata.

    Reply
  2. Mankomank says:
    13 years ago

    Iya bli Wira. Cuma sekedar saja haltenya. Bahasa Balinya “Pang ade gen” 🙂

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

Nelayan di Danau Batur Kehilangan Pekerjaan Akibat Red Devil

8 May 2026
Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

Mahasiswa Pilih Nugas di Cafe, Perpus Sepi

8 May 2026
Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

Diskusi Kolonialisme di Nobar Film Pesta Babi

7 May 2026
Angkat Topi Buat Wanita, Khususnya Wanita Bali

Orang Bali jadi Objek Perencanaan Pariwisata

6 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia