• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Monday, June 8, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru Kabar

Denpasar, Kota Wisata dengan Tumpukan Sampah Menggunung

Sang Gede Purnama by Sang Gede Purnama
4 November 2019
in Kabar, Kesehatan, Lingkungan
0
0

Akibat kebakaran di TPA Suwung, sampah menumpuk di jalan-jalan Denpasar.

Denpasar, kota wisata yang terkenal di dunia kini jadi berwajah tidak indah lagi. Bau tidak sedap menyebar di pinggir jalan dari tumpukan sampah yang meluber ke jalanan. Siapa yang disalahkan atas kebakaran ini? Apakah musim kemarau yang panjang?

Sistem pengelolaan sampah masih klasik yakni kumpulkan, angkut dan buang. Sama sekali tidak ada pengelolaanya. Apakah kita tidak mau berubah?

Kita tahu teori  3R dengan menggunakan ulang (reuse), mengurangi (reduce) dan mendaur ulang (recycle) tapi tidak dijalankan. Masyarakat diminta memisakan sampah, tetapi truk sampah malah menggabungkannya. Terus siapa yang salah?

Akibatnya sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung terus menggunung tanpa ada pengelolaan dengan baik. Bahkan semua TPA menerapkan open dumping. Sampah dibiarkan menumpuk begitu saja tanpa pengelolaan. Harusnya kalau manajemen sampahnya baik bisa jadi zero waste di TPA.

Kenapa kita tidak menerapkan sanitary landfill yang benar?

Mari kita pikir lagi. Sampah organik itu tinggal dikubur selama tiga bulan sudah jadi kompos. Sampah anorganik sebagian besar bisa dijual dan di daur ulang. Hanya sedikit yang butuh dibuang ke TPA. Namun, kenyataanya berbeda. Kita sibuk membuang sampah ke TPA hingga menggunung dan mencemari lingkungan.

Sampah yang menggunung di TPA suwung adalah sampah plastik. Sudah cukup studi banding karena sekarang saatnya berbuat. Bank sampah sebenarnya ide yang baik, tetapi kapasitasnya terbatas dan masyarakat harus bawa sampah ke tempatnya. Untuk masyarakat kota yang sibuk hal ini jarang bisa dikerjakan.

Program mengurangi penggunaan plastik sudah baik tetapi coba kita lihat di tempat sampah. Masih banyak yang dijadikan pembungkus sampah adalah plastik.

Mari berubah karena kita butuh aksi bukan puisi.

Pemerintah Kota Denpasar harus hadir untuk permasalahan ini. Sediakan tempat sampah organik dan non organik di setiap rumah. Kemudian angkut dengan truk terpisah. Berdayakan tempat pembuangan sampah sementara terpadu (TPST) 3R agar sampah dikelola dengan baik, sampah organik dijadikan kompos dan anorganik di jual.

Sampah organik itu dikubur akan jadi kompos dan tidak dicari lalat. Sehingga sampah yang terbuang ke TPA sangat sedikit. Ke depannya TPA bisa jadi lahan pertanian yang subur jika sudah ditinggalkan dan tidak ada penolakan dari masyarakat.

Tidak seperti sekarang ini sampah dicampur kemudian ditumpuk menggunung. Banyak lalat bertebaran ditambah bau menyengat. Siapa daerahnya bersedia dijadikan TPA kalau seperti itu? Mari berubah karena kita butuh aksi bukan puisi.

Sebaiknya pengurangan sampah dilakukan dari rumah tangga. Sampah organik bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi kompos dengan alat sederhana. Sampah anorganik dapat dibawa ke Bank Sampah ataupun di kelola TPST 3R terdekat. Ke depannya jumlah sampah yang dikirim ke TPA dapat diminimalisir.

Dengan perkembangan teknologi bisa saja sampah di TPA diolah menjadi listrik. Untuk itu diperlukan sosialisasi pada masyarakat secara berkelanjutan dan didukung fasilitas, pendanaan dan kebijakan yang berjalan secara sinergi. [b]

kampungbet
Tags: DenpasarLingkunganSampah
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Sang Gede Purnama

Sang Gede Purnama

Pemerhati kesehatan masyarakat. Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Fakutas Kedokteran, Universitas Udayana (Unud) Bali.

Related Posts

Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Hilangnya Pesisir Bali: Memahami Akar Krisis Abrasi dan Jalan Keluarnya

4 June 2026
Mai Memunyi!

Mai Memunyi!

30 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Next Post
Yuk Ikuti Lomba Foto dan Blog Cerita Anak Bali

Yuk Ikuti Lomba Foto dan Blog Cerita Anak Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

Gersang Dahulu, Tanam Bambu Kemudian. Air pun Mengalir

7 June 2026

Menepi Sejenak di Serayu Pottery Ubud 

6 June 2026
Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

Sampah tak Selalu Menjadi Musibah

5 June 2026
Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

Botol Kaca Menumpuk karena Nilai Ekonominya Rendah, Tanggung Jawab Produsen Minim

5 June 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia