• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Biogas, Pilihan Murah Menjawab Ketimpangan Energi di Indonesia

Hendiliana Dewi by Hendiliana Dewi
3 August 2020
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0
Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi sumber energi alternatif dan terbarukan di Bali. Foto Anton Muhajir.

Dari besarnya potensi kotoran ternak, biogas bisa menjadi solusi realistis dan inklusif.

Indonesia, sebuah negara kepulauan terbesar yang tersusun dari 17.508 pulau, banyak di antaranya merupakan area terpencil. Sebanyak 265 juta jiwa menggantungkan hidup dan beraktivitas di negara ini.

Indonesia, salah satu negara penghasil emisi tertinggi di dunia. Emisi dari penggunaan lahan menyumbang angka yang signifikan pada total emisi gas rumah kaca nasional yakni sebesar 65,5 persen (USAID, 2017). Guna menanggulangi dampak dari perubahan iklim ini, Indonesia telah berjanji untuk mengurangi emisi gas rumah kacanya hingga 29 persen pada tahun 2030 untuk memenuhi Perjanjian Paris (Paris Agreement).

Kebijakan dan strategi mitigasi perubahan iklim di tingkat nasional dan internasional seringkali tidak mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi nyata serta peluang yang ada di tingkat daerah. Akibatnya, seringkali tujuan kebijakan iklim nasional tidak selaras dengan prioritas daerah.

Pemasangan biogas digester pada lahan pertanian di Plaga, Petang. Foto oleh su-re.co.

Pada sektor energi, sumber energi utama masih didominansi oleh bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas. Di sisi lain, energi terbarukan hanya sebesar 17,1 persen dari seluruh produksi listrik (DEN, 2019).

Walaupun tingkat elektrifikasi di skala nasional telah mencapai 98,83 persen (PWC, 2019), distribusinya masih belum merata. Tingkat elektrifikasi Indonesia Timur lebih rendah daripada Indonesia Barat. Misalnya, tingkat elektrifikasi di Jakarta hampir mencapai 100 persen, di saat Nusa Tenggara Timur dan Papua hanya mencapai masing-masing 72 persen dan 94 persen.

Selain itu, masyarakat wilayah perdesaan ini juga masih sangat bergantung pada sumber energi tradisional berupa kayu bakar untuk memasak (OECD, 2019) yang mendorong adanya penebangan hutan dan polusi udara dalam ruangan.

Pada saat bersamaan, wilayah ini dikelilingi oleh 23,5 juta ha lahan pertanian yang memproduksi 345.000 ton kotoran ternak setiap harinya. Bali sendiri hanya memiliki 81.744 ha lahan pertanian dan menghasilkan kotoran ternak sebanyak 13.148 ton/hari (BPS, 2020). Melihat fakta tersebut, sumber energi alternatif yang dapat memanfaatkan sumber daya pedesaan di Indonesia, dapat mendukung kehidupan masyarakat pedesaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar non terbarukan dan tinggi emisi.

Dari besarnya potensi kotoran ternak yang ada, biogas menjadi solusi yang realistis dan inklusif yang dapat menyediakan energi bersih dan membantu Indonesia untuk mencapai Nationally Determined Contributions (NDCs).

Untuk menanggulangi emisi dan dampak perubahan iklim pada sektor penggunaan lahan dan listrik, potensi dekarbonisasi, memasak tanpa polusi, dan penghapusan batu bara dapat dieksplorasi melalui studi kasus spesifik di Indonesia. Studi kasus Indonesia pada proyek penelitian LANDMARC dan TIPPING+ akan berfokus pada penilaian ilmiah tentang proses dekarbonisasi melalui biogas dan kompos serta keterlibatan kebijakan guna mengupayakan transisi energi bersih di wilayah yang intensif menggunakan batubara dan emisi karbon seperti Indonesia.

Potret keluarga petani di Plaga, Petang saat mencoba kompor biogas barunya. Foto oleh su-re.co.

Proyek ini dipimpin oleh su-re.co, sebuah perusahaan berbasis di Bali yang salah satunya membidangi penelitian. Guna menjawab permasalahan dampak mitigasi berbasis lahan dan mengupayakan transisi energi bersih di Indonesia, su-re.co akan mengembangkan biogas dan kompos di Bali serta melibatkan kebijakan dalam hal penghapusan batu bara pada sistem kelistrikan di Banten.

Biogas juga dipertimbangkan sebagai pilihan realistis pada kasus Indonesia guna menanggulangi permasalahan kurangnya sumber energi bersih untuk memasak dan menyediakan pupuk organik atau bio-slurry bagi kegiatan pertanian yang menjadi sektor utama di negara ini. Proyek LANDMARC juga berupaya untuk menyediakan permodelan dan simulasi observasi bumi, pengukuran risiko iklim, dan dampak ekonomi dari teknologi mitigasi berbasis penggunaan lahan pada level studi kasus, sedangkan TIPPING+ bertujuan untuk mengadakan keterlibatan pemangku kepentingan dan dialog kebijakan. [b]

.

kampungbet
Tags: Biogasbiogas baliEnergi Terbarukanlandmarc
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Hendiliana Dewi

Hendiliana Dewi

Ni Luh Putu Hendiliana Dewi merupakan alumni Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini juga pernah aktif di pers mahasiswa. Minat utamanya pada isu pelestarian pesisir dan laut, energi terbarukan dan perubahan iklim.

Related Posts

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

Energi Terbarukan di Pulau Bali Hanya Bagus di Atas Kertas, tapi Kenapa Sulit Terwujud

26 November 2025
Inovasi Teknologi Desa Hidrogen Hijau di Pekan Iklim Bali

Inovasi Teknologi Desa Hidrogen Hijau di Pekan Iklim Bali

27 September 2025
Bali Blackout, Pentingnya Pembangkit Energi Terbarukan Berbasis Komunitas

Bali Blackout, Pentingnya Pembangkit Energi Terbarukan Berbasis Komunitas

6 May 2025
Berwisata Energi Terabaikan dan Terbarukan ke Nusa Penida

Berwisata Energi Terabaikan dan Terbarukan ke Nusa Penida

8 December 2020
Mengenal Pertanian Cerdas Iklim sebagai Salah Satu Solusi

Mengenal Pertanian Cerdas Iklim sebagai Salah Satu Solusi

10 September 2020
Sosialisasi Potensi Energi dari Kotoran Sapi

Sosialisasi Potensi Energi dari Kotoran Sapi

18 August 2020
Next Post
Begini Cara dan Syarat Masuk Bali saat Pandemi

Begini Cara dan Syarat Masuk Bali saat Pandemi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia