• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, February 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Sosok

Bermain dengan Estetika Akustik

Saylow by Saylow
29 December 2011
in Sosok
0
1

Oleh : Putu Kemala Vidyantari
Juara 2 Karya Petik 2011 kategori Profil “Perspektif Pelangi”

Sebuah band beraliran acoustic folk pop yang baru baru ini melakukan tour nya di berbagai lembaga pendidikan adalah Nosstress. Group band ini sebelumnya sudah sempat melakukan tour bersama rekannya Dialog Dini Hari (DDH) pada akhir tahun kemarin. Jadi tour ini adalah tour yang kedua yang penah mereka jalani. Tour ini biasa dilakukan menjelang akhir tahun. Namun perbedaan dari tour yang pertama dan kedua adalah tempat dimana mereka tampil. Pada tour yang pertama mereka lebih sering perform di café café. Namun pada tour yang kedua ini mereka tampil di lembaga lembaga pendidikan, seperti di sekolah-sekolah dan universitas-universitas. STIKOM, SMAN 1 Denpasar, SMAN 7 Denpasar, FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), ISI (Institute Seni Indonesia), Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa adalah berapa tempat di mana mereka tour. Dan tour terakhir yang mereka lakukan adalah pada hari Rabu, 28 Desember 2011.

Awal mula nama Nostress lahir ketika pada tahun 2009 di Denpasar, Bali yang diprakarsai oleh Cokorda Bagus Pemayun. Band ini berawal dari Crocourt Acoustic yang beranggotakan 6 personil, namun karena memiliki perbedaan dalam bermusik kini hanya tersisa tiga orang saja yang sampai saat ini masih aktif. Mereka adalah Cokorda Bagus Pemayun (Vocal,Cajon,Harmonica) 23 tahun Angga(Vocal,Guitar) 22 tahun, Guna Qupitt (Vocal, Gitar) 23 tahun. Setelah sekian lama menekuni musik kini mereka bekerja dinaungan produser Unsigned dan telah merilis album pertama mereka yang berjudul Persepektif Bodoh. “Kami bermain dengan kelembutan bunyi akustik, menenangkan otak, melayangkan imajinasi. Bebas tanpa syarat. Mencoba menggali lebih jauh musik dengan rasa yang berbeda, mudah dicerna tanpa mengesampingkan idealisme serta materi lirik dan komposisi” tutur Angga. Mereka juga sempat ke Jakarta sekitar tahun 2009. Tempat favorite mereka manggung adalah di Bali Simence Club, Sanur. Tempat itu pertama kali mereka manggung sebagai Nosstress. Tidak seperti kebanyakan band yang beraliran hard rock seperti yang kini banyak anak remaja tekuni. Nosstress dengan alunan akustiknya tidak pernah menggunakan fasilitas studio untuk latihan. Mereka lebih nyaman latihan di rumah.

Suka duka yang pernah dialami Nostress tentu ada, dimulai dari pertengkaran, candaan, dan lain lain. Bagi mereka itu merupakan bumbu bumbu dalam persahabatan mereka. Mereka berharap Nosstress akan selalu bertahan.

Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Saylow

Saylow

Saylow, putra asli Karangasem tepatnya Dusun Tanahampo. Berlatar belakang ilmu teknologi informasi dan desain, memilih managemen seni dan pertunjukan sebagai jawaban atas kebutuhan kesehatan mental dan menyandarkan kepulan asap dapur dengan melakukan usaha dagang parcel buah rumahan.

Related Posts

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

10 February 2026
Melindungi Sawah, Mempertahankan Jati Diri Bali

Bali untuk Belajar, tapi tidak bagi Anak-anaknya

9 February 2026
Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

Ahli Tegaskan Bahaya Pengecualian Wajib Amdal dalam Sidang Gugatan Petani Batur

7 February 2026
Perlawanan Kebijakan Politik dalam Karya Seni Ogoh-Ogoh 2025

Banjar, Ogoh-ogoh, dan “Gaya gagah, pesu kapah, mani mati kanggoang kremasi”

6 February 2026
Next Post
Wedhasmara, Pencipta Lagu-lagu Legenda

Wedhasmara, Pencipta Lagu-lagu Legenda

Comments 1

  1. ASP says:
    13 years ago

    Woooo….. Milan bisa gini

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

10 February 2026
Melindungi Sawah, Mempertahankan Jati Diri Bali

Bali untuk Belajar, tapi tidak bagi Anak-anaknya

9 February 2026
Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia