• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, August 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Berbagi Ide Keberlanjutan di Bali Sustainability Jam 2017

Dwi Jayanthi by Dwi Jayanthi
15 November 2017
in Berita Utama, Lingkungan
0
0
BALISUSTAINABILITYJAM, BALI, THISISWHYWEJAM, GLOBALSUSTAINABILITYJAM, INDONESIA
Salah satu peserta Bali Sustainability Jam 2017 saat presentasi prototype di Kulidan Kitchen & Space, 12 November 2017.

Sore hari menjelang, satu per satu peserta datang.

Tak hanya dari Bali, mereka juga datang dari Jakarta hingga Yogyakarta. Sebanyak 24 peserta akan bertukar pengalaman, berbagi ide dalam Bali Sustainability Jam Denpasar 2017, 10-12 November 2017 lalu.

Bali Sustainability Jam 2017 hadir bukan untuk membuat konferensi, seminar, atau kelompok jaringan (meski mungkin diakhiri secara tidak sengaja). Kegiatan ingin mengumpulkan orang-orang dari seluruh Indonesia dan mendorong mereka agar bisa memberikan solusi pada permasalahan bumi dalam 48 jam.

Bali Sustainability Jam 2017 ini bagian dari Global Sustainability Jam yang merupakan acara tahunan tempat berkumpulnya para peminat isu keberlanjutan. Mereka bersama-sama menggali ide dan mendesain solusi atas sebuah isu yang tertuang dalam tema besar. Kegiatan ini berlangsung serentak di dunia, mulai dari Sydney hingga New York dan dari Bogota hingga Bali.

Marc-Antoine Dunais, Managing Director Catalyze Communications selaku pihak penyelenggara mengatakan ininsesuai dengan misi Catalyze yang selalu memberi inspirasi dan mempengaruhi orang untuk kebaikan yang lebih berkelanjutan. “Kami menyadari bahwa dalam melakukan ini, kita juga perlu mengubah pola pikir bagaimana orang mendekati masalah keberlanjutan khususnya di Indonesia,” ujarnya.

Peserta dari berbagai latar belakang, pengalaman, profesi hingga usia yang beragam ini justru menjadikan Bali Sustainability Jam jauh lebih menarik. Bagaimana latar belakang pekerjaan di bidang teknik, lingkungan, pariwisata, LSM, minyak dan gas, start-up, dan komunikasi, hingga mahasiswa, duduk bersama mencoba memecahkan suatu masalah hingga tercipta prototype sebagai solusi yang berkelanjutan.

BALISUSTAINABILITYJAM, BALI, THISISWHYWEJAM, GLOBALSUSTAINABILITYJAM, INDONESIA
Salah satu peserta Bali Sustainability Jam 2017 saat presentasi

Cinta Azwiendasari, perwakilan dari Catalyze Communications selaku penyelenggara mengungkapkan bahwa  pendekatan Global Sustainability Jam inilah yang menjadi akar peran Catalyze. Cinta mengatakan apabila solusi-solusi yang dibangun untuk mengatasi persoalan lingkungan tidak mempertimbangkan perilaku dan sikap manusia, maka solusi tersebut tidak akan efektif. P

erkembangan solusi ramah lingkungan mulai dari penggunaan energi berkelanjutan hingga menghindari pembakaran sampah sembarangan misalnya hanya akan berhasil jika ada manfaat yang jelas bagi pengguna. “Sayangnya saat ini, hal-hal seperti ini jarang dipertimbangkan oleh pemangku kepentingan di dunia lingkungan,” tambahnya.

Kegiatan akhir pekan selama 48 jam ini terlaksana berkat kerja keras sebuah tim kecil penuh energi dan semangat yang berbasis di Catalyze. Acara yang berbasis kerelawanan ini mampu meyakinkan banyak pihak dan berhasil mendapatkan dukungan dalam bentuk produk dan jasa yang memang memiliki perhatian lebih pada isu keberlanjutan.

Beberapa media lokal Bali pun tidak ketinggalan mendukung dengan menjadi mitra media. Bali Sustainability Jam sangat diupayakan menjadi salah satu contoh kegiatan yang menuju zero waste . Hal ini sangat mungkin terlaksana berkat tim penyelenggara yang solid, peserta yang peduli lingkungan, juga para mitra dan pendukung dengan misi yang sama. [b]

Tags: BaliBALISUSTAINABILITYJAMBERKELANJUTANIndonesiaISU LINGKUNGAN
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Dwi Jayanthi

Dwi Jayanthi

Wanita Bali yang memiliki passion di komunitas muda, lingkungan dan jurnalistik. Lulusan kimia yang senang berkegiatan suka-suka.

Related Posts

Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

29 August 2026
Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

Understanding the “Sulfur Burst” Phenomenon in Lake Batur and its Root Causes

12 August 2026
Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

12 August 2026
Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

26 July 2026
Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

Lelaki yang Berdiri 150 Meter dari Kawah: Mengenang Stehn dan Letusan Batur 1926

20 July 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Next Post
Perupa Gorontalo “Lowali De Bali” di Galeri Monkey Forest

Perupa Gorontalo "Lowali De Bali” di Galeri Monkey Forest

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Keahlian Menipiskan Adonan Uli dan Begina di Desa Guliang Kangin

Keahlian Menipiskan Adonan Uli dan Begina di Desa Guliang Kangin

30 August 2026
Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

Refleksi Gempa Flores: Sudahkah Bali Siap Menghadapi Ancaman Gempabumi?

29 August 2026
Mau ke Mana Pemulung, Tukang Pilah tak Bergaji di TPA Suwung

Langit Terlihat Biru, tapi Polusi Udara Memburuk

28 August 2026
Setelah 15.000 Mangrove Ditanam, Apakah bisa Hidup dan Mengganti yang Mati?

Setelah 15.000 Mangrove Ditanam, Apakah bisa Hidup dan Mengganti yang Mati?

28 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia