• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, January 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Bagaimana Mengatasi Banjir di Denpasar

Sang Gede Purnama by Sang Gede Purnama
17 December 2012
in Berita Utama, Kabar Baru, Lingkungan, Opini
0
5

 

Warga harus dievakuasi akibat banjir di daerah Padangsambian, Denpasar. Foto Imam Suharto.
Warga harus dievakuasi akibat banjir di daerah Padangsambian, Denpasar. Foto Imam Suharto.

Kalau hujan lebih lama, kita semua mungkin tenggelam.

Sebab, baru hujan sebentar saja beberapa titik  di Kota Denpasar sudah mengalami kebanjiran. Kejadian banjir sebenarnya terkait juga dengan musim hujan itu berarti kita perlu melakukan upaya untuk mengatasinya. Kenapa kita biarkan banjir menjadi suatu yang rutin terjadi padahal sangat merugikan masyarakat.

Jumlah pemukiman yang semakin padat dengan tingkat kepadatan yang tinggi di Kota Denpasar justru tidak diiringi dengan infrastruktur saluran air yang baik. Akibatnya, sering kali air tidak tersalurkan dengan baik dan menyebabkan meluap. Beberapa saluran air ternyata dijadikan tempat pembuangan sampah menjadi masalah besar disaat musim hujan dimana tersumbat dan air tidak mengalir. Beberapa daerah resapan air telah menjadi beton dan akibatnya saat musim hujan air menggenang dan terjadilah banjir.

Hanyut
Kejadian banjir ternyata sangat banyak menimbulkan masalah apabila tidak segera diatasi. Banjir akan menyebabkan kerugian material bagi penghuni rumah karena rumah dan peralatan rumah tangganya rusak atau hanyut. Mobil dan sepeda motor yang melintas juga menjadi rusak. Kemacetan akan terjadi di mana-mana karena jalan sudah terendam.

Wisatawan menjadi tidak nyaman bahkan batal berkunjung ke Bali karena kondisi banjir. Beberapa penyakit akan mudah menular seperti leptospirosis, penyakit kulit, diare dan lainnya.

Mengatasi
Kondisi ini jelas tidak menguntungkan semua pihak. Untuk itulah perlu dilakukan upaya-upaya untuk mengatasinya. Adapun beberapa upaya yang perlu dilakukan segera untuk mengatasi banjir di Kota Denpasar yakni :

  1. Melakukan perbaikan dan membersihkan saluran air, selokan agar segera bisa mengalir.
  2. Melarang masyarakat membuang sampah di saluran air
  3. Membuat sumur resapan dibeberapa titik yang rawan banjir agar air bisa meresap ke tanah
  4. Untuk rumah yang diareal banjir dapat membuat biopori untuk menjadi resapan air
Tags: BanjirDenpasar
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Sang Gede Purnama

Sang Gede Purnama

Pemerhati kesehatan masyarakat. Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Fakutas Kedokteran, Universitas Udayana (Unud) Bali.

Related Posts

Inilah Panduan Nyepi Tanpa Internet Tahun Ini

Tersingkir di Tanah Sendiri

12 November 2025
Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

Ketimpangan Ruang dan Kelas di Pasar Badung

21 October 2025

Ancaman Kesehatan Pasca Banjir di Bali

8 October 2025
Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

Mengelola Dana Darurat Banjir Bali: Antara Potensi dan Transparansi

20 September 2025
Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

Mendata Bencana Banjir dengan Crowdsourcing

17 September 2025
Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

Pasar Badung Berwajah Mewah, Tukang Suun Kian Lelah, Perlindungan Susah

4 June 2025
Next Post
EcoDefender: Seni dan Musik untuk Lingkungan

EcoDefender: Seni dan Musik untuk Lingkungan

Comments 5

  1. bob komang says:
    13 years ago

    perlu kiranya melibatkan masyarakat subak.

    Reply
  2. SIge says:
    13 years ago

    Wah jangan sampai Banjir ini menjadi agenda..smoga solusinya bisa kita terapkan

    Reply
  3. purnama says:
    13 years ago

    Perlunya segera melakukan upaya perbaikan pada saluran air dan membuat biopori dan sumur resapan

    Reply
    • kadekdoi says:
      11 years ago

      Saya sepakat dg dua hal ini, saluran air dan biopori. Kalau ini bisa berjalan maka akan efektif untuk mencegah banjir. Kalau larangan membuang sampah sepertinya sudah ada, tapi implementasinya masih jauh dari yang diharapkan. Pemisahan dan pengolahan sampah mungkin bisa jadi tindak lanjut juga dari masalah sampah ini misalnya melalui promosi Bank Sampah di tingkat banjar (atau sudah ada tapi belum efektif?) Pak, apakah ada data terkini atau research mengenai kondisi saluran air yang menyebabkan banjir di Bali, Denpasar atau di kampus Udayana khususnya? ini menarik, penasaran, sepertinya proyek terkait tidak pernah berhenti tapi selalu bermasalah setiap musim hujan.

      salam

      Reply
  4. yoga says:
    13 years ago

    dan tentu saja, kite perlu kembali ke jaman dahulu dimana orang2 kita yg dulu sangat bagus membangun sistem irigasi maupun drainase, tanpa adanya banjir. kepadatan penduduk dan sistem “asal bangun” orang2 baru yg bermukim di daerah perkotaan bisa saja akan disalahkan atas kasus ini. jangan sampai para urban merusak kota kita seperti jakarta sana

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

Literasi Digital dan Pencegahan Cyberbullying bagi Pelajar di Denpasar

16 January 2026
Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

Rekam Jejak 41 Tahun TPA Suwung: Berulang kali Hendak Ditutup, PSEL Gagal

16 January 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

Refleksi Gastro Kolonialisme dari Monyet Milenial

14 January 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia