Ngaben Tikus, Agar Tikus Tak Mengganggu Lagi
Oleh Wayan Sunarta Apa yang anda bayangkan ketika mendengar kata “ngaben”? Bila anda pernah menyaksikan ngaben secara langsung, saya dapat...
Lulusan Antropologi Budaya, Fakultas Sastra, Universitas Udayana. Pernah kuliah Seni Lukis di ISI Denpasar. Mulai menulis puisi sejak awal 1990-an. Kemudian merambah ke penulisan prosa liris, cerpen, feature, esai/artikel seni budaya, kritik/ulasan seni rupa, dan novel.
Tulisan-tulisannya dimuat di berbagai media massa lokal dan nasional, di antaranya Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Suara Pembaruan, The Jakarta Post, Jawa Post, Pikiran Rakyat, Bali Post, Jurnal Kebudayaan Kalam, Jurnal Cerpen Indonesia, Majalah Sastra Horison, Majalah Gong, Majalah Visual Arts, Majalah Arti.
Buku kumpulan cerpennya yang telah terbit adalah Cakra Punarbhawa (Gramedia, 2005), Purnama di Atas Pura (Grasindo, 2005), Perempuan yang Mengawini Keris (Jalasutra, 2011). Buku kumpulan puisinya adalah Pada Lingkar Putingmu (bukupop, 2005), Impian Usai (Kubu Sastra, 2007), Malam Cinta (bukupop, 2007), Pekarangan Tubuhku (Bejana Bandung, Juni 2010). Buku novelnya: Magening (Kakilangit Kencana, Jakarta, 2015).
Oleh Wayan Sunarta Apa yang anda bayangkan ketika mendengar kata “ngaben”? Bila anda pernah menyaksikan ngaben secara langsung, saya dapat...
Oleh Wayan Sunarta Perkawinan merupakan sebuah upaya untuk menegaskan kehadiran, terutama kehadiran manusia dalam belantara kehidupan dunia ini. Bagi sebagian...
Dikirim Wayan Sunarta Yayasan Metropoli Indonesia (YMID) merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pengembangan kesenian dan kebudayaan untuk anak-anak...
Oleh Wayan Sunarta Wayan Sujana Suklu merupakan salah satu perupa yang sedang tekun-tekunnya menjelajahi ranah seni rupa kontemporer. Karya-karya kontemporernya...
Oleh Wayan Sunarta Dua perupa kontemporer unjuk kebolehan dengan garapan kolaborasi. Perupa tersebut adalah Filippo Sciascia dan Ugo Untoro. Sciascia...