• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, May 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Desa Adat Tolak Reklamasi di Lima Mata Angin

Suriadi Darmoko by Suriadi Darmoko
2 October 2016
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Perjuangan tolak reklamasi menggabungkan cara sekala dan niskala.

Kali ini, desa adat yang konsisten menyuarakan aksi tolak reklamasi Teluk Benoa mengadakan penyucian di lima titik mata angin. Semua pemimpin bendesa adat dan perwakilan ForBALI ikut hadir.

Upacara diadakan bertepatan dengan Tilem Sasih Ketiga Sabtu kemarin.

Pasubayan Desa Adat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa melakukan penolakan reklamasi secara niskala dengan melakukan ritual upacara mapekelem dan nyamleh Kucit Butuan.

Koordinator Pasubayan Wayan Swarsa menjelaskan Ritual dilakukan tersebut adalah suatu bentuk dari harmonisasi antara Bhuana Agung atau alam semesta dengan Bhuana Alit yakni manusia. Ritual tersebut untuk menyelamatkan kawasan suci Teluk Benoa dari ancaman reklamasi.

“Aksi dalam menolak reklamasi kami lakukan secara sekala dan niskala. Dalam hal sekala kami acap kali beraspirasi dengan turun ke jalan bahkan hampir setiap minggu, sedangkan dalam hal niskala kami lakukan dengan aktivitas ritual ini yakni upacara mapekelem dan nyamleh Kucit Butuan,” ujar Wayan Swarsa.

Ritual yang digelar pasubayan diselenggarakan di lima titik suci sesuai dengan arah lima penjuru mata angin. Di masing-masing titik tersebut, upacara dipimpin langsung oleh para pemangku dari Desa Adat didampingi masing-masing Bendesa Adat.

Di titik utara oleh Desa Adat Kepaon, di timur oleh Desa Adat Tanjung Benoa, di titik barat oleh Desa Adat Kelan, di selatan oleh Desa Adat Bualu dan di titik tengah oleh seluruh Desa Adat. Seluruh pembiayaan ritual di masing-masing titik ditanggung langsung oleh desa adat yang bersangkutan.

Selain diadakan di Pura, menariknya upacara tersebut juga digelar di muntig-muntig. Upacara yang diadakan di muntig-muntig atau daratan pasang surut tersebut sekaligus membantah klaim investor yang menyatakan muntig sebagai pendangkalan.

“Tempat kami melakukan upacara mapakelem dan nyamleh kucit butuan ini yaitu di lima titik suci di lima penjuru mata angin termasuk muntig yang berada di kawasan Teluk Benoa. Pelaksanaan upacara di muntig-muntig ini sekaligus membantah klaim investor yang menyatakan muntig sebagai pendangkalan. Muntig adalah daratan pasang surut dan titik-titik yang kami sucikan,” kata Bendesa Adat Kuta tersebut.

Seperti mendapat restu dari semesta, sepanjang dilakukannya prosesi upacara mapekelem dan nyamleh kucit butuan sampai dengan selesai cuaca sangat bersahabat, tidak ada panas terik dan juga tidak dirudung hujan. [b]

Tags: Balidesa adat tolak reklamasiTeluk Benoa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Suriadi Darmoko

Suriadi Darmoko

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Bali.

Related Posts

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

Danau Yeh Malet: Jejak Gunungapi Maar Purba di Karangasem

18 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Next Post
Jangan Cemari Teluk Benoa dengan Reklamasi

Reklamasi, Kejahatan Lingkungan hingga Krisis Demokrasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

matan AI

Penghancuran Kemandirian Desa-desa di Bali

29 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

28 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia