• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Solusi Kreatif untuk Krisis Limbah Global

Fab Lab Bali by Fab Lab Bali
15 March 2025
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0
Foto bersama di Pembukaan DML Exhibition di Erasmus Huis

EUNIC Indonesia Cluster membuka Pameran Design Matters Lab  yang pertama, menampilkan lima produk inovatif hasil kolaborasi desainer Indonesia dan Eropa  dalam merespons krisis limbah global. Dibuka di Erasmus Huis pada 27 Februari dan  berlangsung hingga 3 Mei 2025, pameran ini menyoroti kreasi inovatif yang dibuat dari limbah  dan material berbasis hayati, seperti puntung rokok, kotoran sapi, miselium, kaki ayam, dan  ampas kopi.

Melalui kolaborasi lintas budaya, para desainer ini mengubah limbah menjadi  sumber daya berharga, membuktikan bagaimana desain dapat menjadi solusi berkelanjutan  terhadap tantangan lingkungan yang mendesak. Lima desainer Indonesia dipasangkan dengan rekan dari Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, dan  Irlandia untuk mengikuti bootcamp daring selama satu bulan, diikuti dengan residensi selama 14  hari di Bandung pada Desember 2024.

Bertempat di lima micro-factory lokal, residensi ini  memberikan pengalaman kolaboratif langsung di mana para desainer bekerja sama dengan  pakar industri untuk mencari material alternatif, bereksperimen dengan desain, melakukan uji  coba, dan mengembangkan prototipe—mewujudkan produk inovatif mereka. Program ini tidak  hanya menampilkan desain yang menantang konsep estetika dan fungsionalitas konvensional,  tetapi juga mendorong pemahaman bersama melalui pertukaran budaya, berbagi pengetahuan,  dan visi bersama menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Summer Xia, Co-President EUNIC Indonesia Cluster dan Country Director British Council  Indonesia menyebutkan Design Matters Lab membuktikan apa yang bisa dihasilkan dari  pertemuan antara kreativitas dan kolaborasi. “Dengan mempertemukan desainer dari Indonesia  dan Eropa, kita tidak hanya bertukar ide—kita ikut menciptakan solusi yang mengubah limbah menjadi peluang. Proyek ini membuktikan bahwa desain memiliki kekuatan untuk menciptakan  perubahan yang mampu menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis limbah.  Melalui berbagi pengetahuan, pertukaran budaya, dan inovasi yang berani, kita sedang  membangun masa depan yang lebih berkelanjutan—di mana kreativitas dapat menghasilkan  dampak nyata,” ujarnya.

Nicolaas de Regt, Direktur Erasmus Huis dan Kepala Departemen Budaya dan Komunikasi  Kedutaan Besar Belanda menyebutkan menjadi tuan rumah pameran Design Matters Lab adalah sebuah kehormatan bagi Erasmus Huis. “Sejalan dengan komitmen bersama kami dalam menghadapi tantangan keberlanjutan. Hal ini juga selaras dengan misi utama Belanda yang telah lama mengeksplorasi solusi inovatif melalui program seperti What if Lab dan Building with Nature,” imbuhnya.

Proyek-proyek yang ditampilkan dalam pameran ini meliputi TAC_tiles oleh Chloe Xingyu Tao  (Inggris), Fariz Fadhlillah (Indonesia), dan Conture Concrete Lab (Indonesia); Hylume oleh Leïla  Bouyssou (Prancis), Bani Muhammad (Indonesia), dan MYCL (Indonesia); Lampoep oleh Ratna  Djuwita (Indonesia), Pim van Baarsen (Belanda), dan Cowka (Indonesia); Cuir Mache oleh  Rininta Isdyani (Indonesia), Alve Lagercrantz (Jerman), dan Hirka (Indonesia); serta ESPRESSO  oleh Cokorda Gde Bagus (Indonesia), Ciana Martin (Irlandia), dan Bell Living Lab (Indonesia).

Proyek Lampoep, kolaborasi Ratna Djuwita, Pim van Baarsen, Belanda, dan Microfactory Cowka

Ratna Djuwita, seorang desainer material asal Indonesia berbagi perspektifnya  mengenai proyeknya, Lampoep, yang mendorong batas inovasi lintas budaya. “Dalam  program ini, saya mendapat kesempatan berharga untuk bertemu dengan rekan-rekan dan  mentor multidisiplin serta multietnis, masing-masing dengan gagasan dan perspektif unik mereka.  Pengalaman residensi dan pendampingan ini membuka potensi bagi proses desain yang lebih  organik. Kami dapat mengamati dan belajar langsung bagaimana pengetahuan lokal  diintegrasikan hingga menjadi bagian tak terpisahkan dari proses desain kami,” ungkapnya.

Para pengunjung pameran akan memiliki kesempatan untuk melihat dan menyentuh langsung produk serta material inovatif ini, sehingga mereka dapat lebih menghargai proses kreatif di baliknya. Infografis dan presentasi informatif akan menampilkan perjalanan dari limbah mentah hingga menjadi produk jadi, memberikan wawasan tentang tantangan, terobosan, serta teknik berkelanjutan yang dieksplorasi selama residensi. Melalui pengalaman imersif ini, pameran bertujuan untuk menyoroti potensi material alternatif serta kekuatan transformatif desain dalam  menghadapi isu lingkungan.

Design Matters Lab adalah bagian dari proyek European Spaces of Culture, yang menguji dan  mengimplementasikan model kolaborasi inovatif di bidang budaya antara aktor-aktor Eropa— anggota EUNIC dan Delegasi Uni Eropa (UE)—dengan mitra lokal di negara-negara non-UE.  Proyek ini mendukung pendekatan strategis Uni Eropa dalam hubungan budaya internasional.  European Spaces of Culture diimplementasikan oleh EUNIC bekerja sama erat dengan Komisi  Eropa dan Layanan Aksi Eksternal Eropa (EEAS). EUNIC (European Union National Institutes  for Culture) adalah jaringan institut kebudayaan nasional Eropa, dengan 39 anggota dari seluruh  negara anggota UE serta negara mitra.

kampungbet
Tags: daur limbahsiaran pers
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Fab Lab Bali

Fab Lab Bali

Related Posts

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
UFF 2020 Akan Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara

Ubud Food Fest 2026: Penjaga Pangan di Darat dan Laut

26 March 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

28 February 2026

Situasi Pariwisata Bali Kini dari Pernyataan Gubernur

27 February 2026
Merawat Ingatan, Tubuh, dan Perspektif Perempuan lewat Ruang Aman Menulis

Merawat Ingatan, Tubuh, dan Perspektif Perempuan lewat Ruang Aman Menulis

19 February 2026
Next Post
Pantai Anti Mainstream di Bali

Taksi Air (Katanya) Mengatasi Kemacetan di Kawasan Pariwisata

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia