• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, May 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Musisi Sonic/Panic 2 Merespon Isu Pemutihan Karang, Perusakan Hutan

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
16 November 2024
in Kabar Baru, Musik
0
0

Usai meluncurkan 15 lagu dalam kompilasi Sonic/Panic Volume 2 di IKLIM Fest, Ubud, Bali kemarin, sejumlah musisi dari kolektif Music Declares Emergency menyelenggarakan mini-konser “Pada Panic!” yang dilaksanakan secara berkolaborasi dengan Trend Asia di Peguyangan, Denpasar, pada Minggu, 10 November 2024.

Konser lanjutan ini juga diawali dengan diskusi santai yang menggali lebih dalam tentang inspirasi di balik lirik lagu bertema iklim dan keterlibatan mereka dalam menyuarakan isu-isu lingkungan. Mini-konser dan diskusi Pada Panic! ini dihadiri Robi Navicula, Wake Up Iris, Rhosy Snap, Las!, Poker Mustache, Bachoxs, BSAR dan Daniel Rumbekwan.Selain bermusik, para musisi juga mengadakan diskusi mengenai proses kreatif dari penyusunan album Sonic/Panic; album kolaborasi bertema iklim yang diluncurkan satu hari sebelumnya.

Para musisi menyuarakan kekhawatiran mereka mengenai dampak krisis iklim yang semakin mengancam. Album Sonic/Panic vol. 2 disusun oleh para musisi setelah berdiskusi dengan berbagai komunitas dan organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada isu lingkungan dan iklim. Beberapa bahkan telah berkunjung ke situs kerusakan alam akibat deforestasi yang terjadi di Kalimantan Barat. Diaz Mraz, drummer band Las! dari Pontianak, turut menyampaikan proses kreatif penyusunan lagu yang mencakup lokakarya isu iklim dan kunjungan ke lapangan.

“Kami berkunjung ke masyarakat Dayak Kualan Hilir, yang telah hidup dari hutan selama beberapa generasi. Namun, tiba-tiba, hutan yang mereka andalkan dirampas dan dijual oleh pemerintah pada industri perkayuan. Bahkan ada indikasi bahwa kayu mereka dapat digunakan sebagai bahan bakar listrik,” kisah Diaz. “Setelah ngobrol bareng dan mendapatkan banyak pendalaman isu, serta setelah berkunjung langsung ke lokasi kerusakan, jauh lebih mudah untuk menyusun lagu dengan pengalaman personal kami. Kini kami ingin berbagi dan mendorong masyarakat dan penggemar musik untuk ikut bersuara tiap hari menyerukan isu iklim dan lingkungan”, lanjutnya.

Rhosy Snapp, rapper asal Fakfak, Papua, turut menyuarakan aspirasinya untuk menyuarakan isu kerusakan lingkungan di kampung halamannya. “Hutan dan alam Papua sekarang semakin terancam perusakan dan deforestasi. Mulai dari sawit dan perkayuan, hingga pengembangan LNG di Fakfak. Dampaknya sudah terasa, tapi belum terhubung kesadaran masyarakat bahwa efek tersebut terhubung(dengan kerusakan alam). Dengan musik, saya berusaha membangun kesadaran itu,” ujar Rhosy.

Vania Marisca dari band Wake Up Iris dari Malang, ikut menyuarakan pengalamannya bersama Music Declares Emergency. “Sejak awal, isu lingkungan adalah salah satu spirit dari Wake Up Iris. Bekerja bersama dengan Music Declares Emergency membuka kesempatan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk melanjutkan semangat ini secara lebih luas dan tepat,” ujar Vania.

“Kami ingin menyuarakan kesadaran iklim dengan cara yang sederhana: kita itu adalah bagian dari alam. Apapun kerusakan yang kita lakukan terhadap alam akan berdampak kembali pada diri kita. Dengan mendorong kesadaran dan memulai dengan hal-hal yang lebih kecil seperti merawat alam yang dekat dengan kita, perlahan kita bisa mendorong perubahan yang lebih besar,” tutup Vania.

Para musisi berharap bahwa melalui musik dan kesenian, mereka bisa turut mendorong kesadaran publik untuk mendesak kebijakan yang ramah lingkungan dan tegas dalam perang melawan perubahan iklim. Bali semakin terdampak krisis iklimBali, yang dipilih sebagai lokasi IKLIM Fest, telah lama terdampak oleh krisis air, alih-fungsi lahan, kerusakan koral, dan erosi pantai. Krisis iklim akan memperparah berbagai ancaman ini dengan kenaikan suhu dan permukaan air laut, yang akan merusak alam yang diandalkan Bali sebagai daya tarik pariwisata.

Tekanan industri pariwisata telah mendorong Bali ke dalam ancaman krisis air bersih. Kawasan pariwisata dan perhotelan yang rakus air serta alih fungsi lahan yang mempersempit tutupan lahan dengan beton mendesak pasokan air yang sudah terbatas. Krisis iklim berpotensi memperburuk situasi ini dengan perubahan cuaca ekstrem.Bahkan, sistem sawah Subak Bali yang merupakan salah satu warisan budaya UNESCO, terancam hancur oleh situasi ini. Ia bisa punah akibat kerentanan terhadap cuaca panas, banjir, dan kemarau panjang yang diprediksi dapat terjadi pada 2050[2].

Sementara naiknya permukaan laut akan mengancam erosi yang telah lama merenggut pantai Bali. Kenaikan suhu juga akan memperparah kerusakan hutan mangrove, rumput laut dan koral. Di Nusa Penida, masyarakat yang bergantung pada pertanian dan ekowisata rumput laut sudah merasakan dampaknya. Kresna Yoga Mahaputra, vokalis dari grup band BSAR asal Bali, menyuarakan keresahannya terkait dampak kerusakan iklim pada lingkungan Bali.

“Kami melihat bagaimana dampak krisis iklim terhadap lingkungan dan masyarakat Bali. Di Nusa Penida, peningkatan suhu dari perubahan iklim telah berujung pada coral bleaching (pemutihan koral). Hal ini bukan hanya merusak keindahan, tetapi juga akan berdampak pada ekosistem ikan di wilayah koral. Ini sangat vital bagi masyarakat Nusa Penida yang sangat bergantung pada turisme,” ujar Kresna.

“Kami berharap bahwa dengan musik, kami bisa mengedukasi publik mengenai dampak krisis iklim. Kami ingin mendorong pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, untuk menjamin cara hidup masyarakat hingga di masa depan,” tutup Kresna.

kampungbet
Tags: konser balimusik iklimsiaran pers
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

Kemandirian Energi Nelayan di Tengah Krisis Minyak Global

13 April 2026
UFF 2020 Akan Hadirkan Lebih dari 90 Pembicara

Ubud Food Fest 2026: Penjaga Pangan di Darat dan Laut

26 March 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

28 February 2026

Situasi Pariwisata Bali Kini dari Pernyataan Gubernur

27 February 2026
Merawat Ingatan, Tubuh, dan Perspektif Perempuan lewat Ruang Aman Menulis

Merawat Ingatan, Tubuh, dan Perspektif Perempuan lewat Ruang Aman Menulis

19 February 2026
Next Post
Membangun Kesadaran Anak Muda Desa Sukadana Melalui Kelas Jurnalisme Warga

Membangun Kesadaran Anak Muda Desa Sukadana Melalui Kelas Jurnalisme Warga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

12 May 2026
Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

11 May 2026
Film Pendek Menapak di Sesi Cinéma de Demain, Festival de Cannes 2026

Film Pendek Menapak di Sesi Cinéma de Demain, Festival de Cannes 2026

10 May 2026
Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

Mengadopsi AI untuk Membangun Peringatan Dini Bencana

9 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia