• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, May 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Suka Duka Panen di Ujung Utara dan Barat Pulau Bali

Komang Sumara Warsito by Komang Sumara Warsito
27 July 2023
in Kabar Baru, Pertanian
0
4
Pelatihan Most Significant Change untuk petani kakao di Jembrana. Foto Anton Muhajir.

Kakao Jembrana

Mengingat hujan yang lebat turun di akhir bulan juni sampai awal minggu bulan juli di Bali kemarin, beberapa dampak diakibatkan di salah satu perkebunan kakao (bahan baku cokelat) di Jembrana, Bali

Ketut Dwi Antara, petani kakao Desa Candikusuma menceritakan hujan yang singkat ini, tidak terlalu keras pengaruhnya terhadap pohon kakao. Namun tetap ada dampaknya yang menyebabkan beberapa bunga rontok dan buah muda terkena jamur.

Sebab lokasi berada di dataran yang rendah dan lembab. Untuk menyiasati curah hujan yang lebat ini biasanya petani cokelat melakukan pemangkasan pada ranting yang terlalu rimbun. Agar sinar matahari dapat masuk melalui celah dedaunan dan juga batang yang dekat dengan tanah.

Selain tantangan yang disebabkan cuaca ini, ada tantangan lain. Yaitu naiknya harga pupuk kimia yang mahal dan pestisida lainnya menyebabkan petani tidak maksimal merawat kebunnya.

Musim panen coklat ini biasanya terjadi 2 kali dalam setahun yaitu di pertengahan tahun mulai dari bulan Juli s/d Agustus.

“Ada istilah panen gadonan di Bulan Oktober,” jelas Dwi.

Setiap panen ini coklat ini sendiri dijual oleh masyarakat ke Koperasi dan tengkulak dengan rata-rata harga cokelat sekarang diharga Rp25,000/Kg.

Ladang garam Les

Garam Les

Cuaca yang buruk diakhir bulan Juni dan awal bulan Juli kemarin menyebabkan kerugian yang lumayan bagi teman-teman pengusaha garam di Desa Les. Sebab mereka harus mengulang semua proses dari awal lagi. Bahkan mereka hanya bisa memproduksi garam bahkan kurang dari 3 kg dalam seminggu. Ini sangat tidak biasa dibandingkan dengan biasanya.

“Dengan cuaca yang bagus bisa memproduksi garam dengan volume 3 kg sebanyak dua kali dalam seminggu,” jelas Nyoman Nadiana, petani garam Desa Les.

Sampai saat ini sudah ada 15 anggota petani yang dinaungi oleh Don Rare, sapaan akrabnya di Desa Les. Untuk jenis produk garam yang dimiliki saat ini, ada dalam kemasan kantong (pouch) dan botol. Produk garam mereka ini sampai sekarang masih menargetkan warga lokal dan juga sebagai souvenir untuk pengunjung yang datang berkunjung ke Desa Les.

Kedua perjalanan di atas bisa dinikmati di Melali ke Desa, beli tiketnya di melali.id

Home

kampungbet
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Komang Sumara Warsito

Komang Sumara Warsito

Related Posts

matan AI

Penghancuran Kemandirian Desa-desa di Bali

29 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

28 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

Merestorasi Mindset Ekologis di Bali: Belajar Dari Geguritan Selampah Laku Karya Ida Pedanda Made Sidemen

26 May 2026
Aksi Tolak Terminal LNG ke DPRD Bali 

Antisipasi Risiko Proyek Energi Gas di Bali

26 May 2026
Next Post
Lima Festival Jazz yang Sayang Kamu Lewatkan!

Satu Dekade Ubud Village Jazz Fest 2023

Comments 4

  1. Anthonyirorm says:
    3 years ago

    [url=https://www.etsy.com/shop/Fayniykit/] Amusing Clip Art and Digital Image PNG file (300 dpi), JPG, PDF, SVG![/url]

    Reply
  2. ??? ????? ??? says:
    3 years ago

    Greetings! Very helpful advice within this article! It is the little changes that make the greatest changes. Thanks a lot for sharing!

    Reply
  3. daachnik.ru says:
    3 years ago

    I have been surfing online more than three hours nowadays, yet I never found any fascinating article like yours. It’s pretty value enough for me. Personally, if all site owners and bloggers made just right content as you did, the net shall be much more useful than ever before.

    Reply
  4. delaremontnika.ru says:
    3 years ago

    Hi, everything is going well here and ofcourse every one is sharing information, that’s actually fine, keep up writing.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

matan AI

Penghancuran Kemandirian Desa-desa di Bali

29 May 2026
Melali Cokelat dan Sastra di Bali Barat

Bali Hari Ini: Mana Desa, Mana Kota?

29 May 2026
Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

Peristiwa 1965, Akar Tri Hita Bencana

28 May 2026

Mall Baru akan Bermunculan, Warga Bali Khawatir Ruang Hidup Kian Sesak

27 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia