• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, May 26, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Kampanye Bahas Tanah Bali melalui Lestari dalam Tradisi

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
29 March 2023
in Budaya, Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Indonesia Corruption Watch (ICW) dan BaleBengong mengadakan peluncuran film pendek di Kulidan Kitchen and Space, Gianyar (28/03/2023). Ada dua film yang diputar, pertama berjudul Anak Tiri di Tanah Sendiri garapan Puja Astawa dan kedua Galang Kangin garapan Niskala Studio. Peluncuran film ini merupakan rangkaian dari kampanye Lestari dalam Tradisi yang mencoba mengangkat permasalahan tanah di Bali.

Film Anak Tiri di Tanah Sendiri yang disutradarai oleh content creator, Puja Astawa menceritakan soal sulitnya mengurus legalisasi tanah di Bali. Hal ini terjadi karena ada praktik korupsi dan persengkokolan jahat yang dilakukan oleh oknum aparat desa dengan kerabatnya. Adapun film Galang Kangin yang diproduksi oleh Niskala Studio menceritakan gambaran kehidupan warga Bali dengan pariwisata, dampaknya pada perempuan, privatisasi pantai, hingga krisis air di Bali.

Kedua film ini digarap dalam waktu kurang lebih satu bulan dengan asistensi dari sineas, Anggi Noen bersama ICW juga BaleBengong. Prosesnya melibatkan aktor dan aktris lokal Bali serta dibuat dengan Bahasa Bali. Film ini merupakan medium kampanye sekaligus sarana komunikasi untuk membahas masalah tanah, untuk itu dibuat sedekat mungkin melalui pendekatan dan cerita yang bernilai lokal.

Lebih dari 50 orang didominasi anak muda menonton peluncuran dua film pendek ini kemudian mengikuti diskusinya. Sebelum pemutaran, mereka diajak menyampaikan kegundahan melalui melukis kaos dan totebag serta sablon cukil yang didampingi Gilang dan komunitas Disprint Kultur. Ada juga musik dari seniman muda Bisma, alumni Kelas Jurnalisme Warga Desa Guwang, lokasi acara di Kulidan Space.

Cerita dari kedua film ini tidak lepas dari kisah nyata dan pengalaman warga Bali terkait tanah. Di awal Januari 2023, ICW, BaleBengong, Kelompok Jurnalis Warga dan Filmmaker di Bali mengadakan diskusi terfokus untuk membincang masalah tanah di Bali. Hasilnya sebuah inventarisir masalah tanah yang beragam. Mulai dari masalah harga yang melambung, kesulitan warga Bali untuk membeli dan mempertahankan tanahnya hingga penurunan kualitas hidup masyarakat karena alih fungsi tanah. Warga Bali mulai kesulitan mendapat air bersih dan bercocok tanam. Namun, permasalahan yang banyak ini tampak sulit diselesaikan karena sulitnya ruang bersuara dan masih minimnya transparansi dalam pengelolaan tanah di Bali.

“Bali tidak baik-baik saja, tapi kelihatan baik. Sekebedik tanah (sedikit demi sedikit) hilang,” ujar Puja Astawa, pembuat konten yang sangat produktif membuat video dalam bahasa Bali. Sedangkan Wayan Martino, sutradara dari Niskala Studio menambahkan timnya tertarik membawa tema perempuan karena kerap termarjinalkan. Dalam filmnya ia menunjukkan kebingungan tokohnya menghadapi beragam masalah sehingga menyebabkan trauma berkepanjangan. “Saya menghadirkan tema perempuan, karena ketika ada persoalan apapun, terutama soal tanah, yang paling mendapatkan masalah itu perempuan,” jelas I Wayan Martino.

Karena itulah, ICW bersama BaleBengong membuat kampanye Lestari dalam Tradisi, sebuah rangkaian kampanye digital untuk membuka ruang pembicaraan terkait masalah tanah di Bali. Kampanye ini berlangsung sejak Februari – Maret 2023 dalam bentuk konten digital dan film pendek. Kampanye ini hanyalah awal dan pemantik untuk membicarakan masalah tanah di Bali.

Agus Sunaryanto, Koordinator ICW mengingatkan dari film fiksi ini bisa menunjukkan substansi masalah-masalah tanah, tak hanya di Bali. Di antaranya mafia tanah yang bekerja secara terorganisir. Dalam konteks lebih luas, pihaknya pernah memetakan konflik agraria yang terkait dengan korupsi. Terakhir, dari catatan ICW pada 2021-2022, ada 53 kasus pertanahan dan agraria di Indonesia dengan 149 tersangka mulai dari pegawai pertanahan, perangkat desa, pejabat pembuat akte tanah, dan lainnya.

Jika direfleksikan dari Bali, masalah tanah menurutnya dua sisi mata uang. Satu sisi menambah devisa, sisi lainnya berdampak pada lingkungan, air tanah, dan sampah. Tanah di Bali bukan hanya lahan, tapi ia penentu keseimbangan ekosistem dan kelestarian budaya Bali.

https://balebengong.id/wp-content/uploads/2023/03/WhatsApp-Video-2023-03-29-at-00.29.43.mp4

Video reels oleh Made Nandito

kampungbet
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Pemberdayaan Lalai, Kekayaan Bahari Serangan pun Terkulai

Reklamasi Serangan: Elit Parpol Pecah, Media Terbelah, Masyarakat Tetap Susah

25 May 2026
Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

25 May 2026
Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

24 May 2026
Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

23 May 2026
Aksi Kamisan Bali ke-66: Refleksi dari Pembunuhan Munir dan Marsinah

Aksi Kamisan Bali ke-66: Refleksi dari Pembunuhan Munir dan Marsinah

22 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Next Post
Life Hacks: Tips Jaga Organ Kespro Laki dan Perempuan

Life Hacks: Tips Jaga Organ Kespro Laki dan Perempuan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pemberdayaan Lalai, Kekayaan Bahari Serangan pun Terkulai

Reklamasi Serangan: Elit Parpol Pecah, Media Terbelah, Masyarakat Tetap Susah

25 May 2026
Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

25 May 2026
Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

24 May 2026
Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

23 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia