• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, May 5, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Perayaan Hidup Perempuan di Teater 11 Ibu 11 Kisah 11 Panggung

Redaksi BaleBengong by Redaksi BaleBengong
13 November 2018
in Berita Utama, Budaya, Kabar Baru
0
1

Siapa pahlawan? Mereka yang memaknai hidupnya. Inilah 11 kisah dari 11 ibu di 11 panggung Bali Utara.

Tuti Dirgha, panggung ke-8, pentas di rumahnya.

Bulan November, tak terasa pentas 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah sebuah karya teater dokumenter Kadek Sonia Piscayanti yang merupakan hibah Ford Foundation melalui Cipta Media Ekspresi sudah memasuki pentas ke delapan. Sonia seperti sengaja memilih momen Hari Pahlawan sebagai tanggal pementasan sebab memang pentas ini diniatkan sebagai sebuah peringatan bahwa 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah adalah sebuah dedikasi bagi dunia Ibu yang adalah pahlawan sejati di dunia nyata.

Bertempat di Puri Buleleng, pentas kedelapan digelar dengan aktor Sumarni Astuti yang lebih dikenal dengan nama penulis Tuti Dirgha. Pementasan ini terasa istimewa karena sang aktor adalah guru dan pelatih baca puisi sang sutradara Kadek Sonia Piscayanti ketika duduk di SD dan berlanjut hingga kini telah menjadi ibu. Hubungan Sonia dan Ibu Tuti seperti layaknya ibu dan anak, begitu banyak kenangan yang Sonia simpan di benaknya tentang Ibu Tuti.

Ibu Tuti disebutnya sebagai ibu sabar, yang berjuang sangat keras menjadi single parent sejak kematian suaminya. Ibu melahirkan 6 jiwa, satu meninggal dunia dalam usia 6 bulan, membuatnya  belajar dengan bijak apa itu kematian. Setelah kematian anaknya bertubi-tubi cobaan mengujinya, namun ia tetap tangguh dan sabar. Ia kehilangan 5 jiwa hampir berturutan yaitu kematian mertua, ipar-ipar yang diajaknya bersama dan kematian suaminya yang sangat menghentak dan membuatnya hampir tak kuasa.

Jika saja ia bukanlah perempuan yang sabar dan tangguh, kematian serupa badai beruntun bisa saja menghempas dan menenggelamkannya. Namun ia tidak. Sekali lagi ia berdiri, menyelamatkan anak-anaknya yang masih kecil-kecil untuk menatap masa depan.

Pahlawan adalah julukan yang tepat bagi Ibu Tuti, dan juga 10 ibu lain di projects 11 Ibu ini. Hampir semua ibu adalah pahlawan bagi keluarganya dan hampir semua ibu berjuang mati-matian untuk anak-anaknya.

Di project ini, kita tentu masih ingat profil perjuangan masing-masing ibu. Setidaknya ada tujuh pentas sebelumnya. Ada Ibu Erna Dewi, seorang pembaca tarot yang berjuang untuk keluarga. Ada Ibu Watik, seorang tukang batu yang merantau ke Bali untuk menghidupi keluarganya di Jawa.

Ada Ibu Hermawati, seorang keturunan China yang menikah dengan lelaki Bali yang berjuang di keluarga mencari asal usul leluhur di tengah kerinduannya mencari rumah jiwa. Ada Diah Mode seorang desainer yang merancang baju seperti merancang hidupnya sendiri. Ia tak pernah mengenyam pendidikan formal namun berjuang belajar otodidak hingga karyanya dikenal bahkan di tingkat nasional.

Ada Ibu Simpen seorang bidan senior yang berjuang menolong kelahiran ribuan bayi dan menolong dirinya sendiri keluar dari persoalannya. Ia pernah mengalami trauma karena isu kekerasan domestik di pernikahan pertamanya namun bangkit lagi dan menata pernikahan keduanya. Ada ibu Sukarmi yang tuna rungu dan tuna wicara namun tetap menjadi tulang punggung keluarga. Ia pernah menikah dua kali, dan gagal. Kini ia menikah untuk ketiga kalinya dan menata kembali hidupnya.

Yang akan pentas setelah pentas ke delapan ini adalah Ibu Tini Wahyuni, seorang pelukis, pemusik dan penyuka kesunyian yang kini berdamai dengan dirinya sendiri. Ia pernah mengalami gagal dua kali berumah tangga dan kini memilih sendiri dan menghayati hidupnya yang sederhana berteman dengan kanvas, piano dan anjing-anjingnya. Ibu Tini akan pentas pada tanggal 17 November 2018.

Pentas berikutnya adalah pentas kesepuluh Ibu Cening Liadi yang mengambil kisahnya berjuang menemani anaknya yang sakit. Sakit anaknya adalah sakit misterius yang hampir membuatnya putus asa, namun ia bisa bangkit lagi. Ibu Cening akan pentas pada tanggal 7 Desember 2018.

Pentas terakhir adalah pentas Prof. Pk Nitiasih atau Ibu Titik yang  menjadi seorang ibu peracik menu masa depan bagi keluarga dan anak-anaknya. Prof. Titik berjuang menjadi pengayom, penyokong, pelindung keluarga di samping menjadi akademisi dan pejabat di kampus. Perjuangannya bisa kita saksikan di rumah beliau sendiri pada tanggal 15 Desember 2018.

Tags: Balihibah cipta media ekspresiteater buleleng
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Redaksi BaleBengong

Redaksi BaleBengong

Menerima semua informasi tentang Bali. Teks, foto, video, atau apa saja yang bisa dibagi kepada warga. Untuk berkirim informasi silakan email ke kabar@balebengong.id

Related Posts

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

Bencana Sunyi: Penurunan Muka Tanah Akibat Eksploitasi Airtanah di Bali

20 April 2026
Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

Reklamasi Sekali, Abrasi Berkali-kali

20 April 2026
Next Post
#ALATMAKAN #SEKALIPAKAI #SINGLEUSE #EVENT #KURANGISAMPAH #BALI

PlastikDetox, Pinjam Alat Makan demi Kelestarian Lingkungan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pelanggaran Kebebasan Berpendapat terus Terjadi di Bali, mulai dari Larangan saat Konferensi Internasional, Aksi, dan Penangkapan Tomy

Surat Cinta Negeri dari Jeruji Besi

5 May 2026
Harapan Pemulung di Hari Buruh, Semoga TPA tidak Ditutup

Harapan Pemulung di Hari Buruh, Semoga TPA tidak Ditutup

5 May 2026
Banyak Masalah di TPS3R, Bisa jadi Pusat Kelola Sampah

Banyak Masalah di TPS3R, Bisa jadi Pusat Kelola Sampah

4 May 2026
Segara Alas Mandala, Komunitas Muda Konservasi

Segara Alas Mandala, Komunitas Muda Konservasi

4 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia