• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Friday, April 17, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Nelayan pun Peduli Perikanan Berkelanjutan

Darwin Arya by Darwin Arya
17 June 2015
in Berita Utama, Lingkungan
0
0
Ketut Wikarti menjelaskan seperti apa ikan bermutu baik dan segar.

Menangkap ikan konsumsi dengan cara asal ternyata memiliki dampak buruk.

Ikan yang belum siap panen, karena terjaring, tidak bisa berkembang-biak. Walhasil populasinya kian menurun. Begitu pula jika nelayan menggunakan bahan tak ramah lingkungan seperti peledak atau racun.Bisa dipastikan tidak hanya ekosistem laut saja yang rusak tetapi juga dapat membahayakan orang yang mengkonsumsi ikan tersebut.

Karena itu, WWF Indonesia bekerja sama dengan sejumlah organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan lain-lain membentuk Jaring Nusantara (Jarnus). Organisasi ini memberi pengetahuan serta pelatihan bagaimana menangkap ikan dengan baik dan benar serta ramah lingkungan kepada nelayan setempat. Prosesnya mulai dari penangkapan, pengepakan hingga akhirnya dijual ke tempat penampungan ikan.

“Kalau dulu sih iya (menangkap ikan secara asal), Mas. Tapi sejak diberi pelatihan dari WWF, sudah tidak pernah lagi,” ujar Gede Hindu, salah seorang nelayan. Anggota Jarnus itu turut hadir di acara “Bukan Pasar Ikan Biasa” di Pantai Kuta, Sabtu (13/6) siang.

“Penghasilan kami juga meningkat karena ikan hasil tangkapan kualitasnya bagus,” imbuhnya.

Sewaktu pergi berlayar, para nelayan sepakat menangkap ikan di wilayah yang telah ditentukan sebelumnya, “Namanya zona aman. Kami tidak boleh menangkap di luar batas zona itu,” kata pria asal Buleleng Timur ini.

Lantas bagaimana jika kawanan ikan berada di luar zona? “Ya kami biarkan. Itu berarti saatnya mereka bereproduksi, Mas. Nanti kalau sudah balik lagi, baru kami tangkap.”

sustainable seafood

Sebastian, anggota Bali Reef Check, mengatakan para nelayan Jarnus hanya menggunakan dua jenis alat tangkap, yakni pancing ulur dan speargun. “Nelayan juga diajarkan menembak tepat sasaran dengan speargun. Titik lemah ikan ada di bagian atas antara kepala dan badan,” terangnya.

Setelah proses penangkapan, langkah selanjutnya adalah proses pemilahan. Sebastian memberikan contoh ikan kakap atau kerapu. Paling tidak panjangnya sekitar 30 – 45 sentimeter. Kalau dilihat dari bobot kurang lebih 600 gram – 1 kilogram.

“Ukuran segitu biasanya ikan sudah bereproduksi,” tutur Sebastian. “Jika hasil tangkapan yang tidak memenuhi kriteria, ikannya kami lepas lagi ke laut,” tambahnya.

Lolos dari pemilahan, ikan-ikan tersebut langsung diletakkan ke dalam boks khusus berbahan styrofoam yang telah diisi es batu agar kualitas tetap terjaga. Ketut Wikarti, nelayan lain, mengatakan dulu nelayan asal main taruh di perahu. Lantaran terus menerus kena sinar matahari dan air laut, ikannya jadi rusak. Begitu sampai di tempat pelelangan, harganya jatuh.

“Apalagi kerapu sama kakap, ada cacat sedikit langsung di-reject (ditolak)” ujar Wikarti, nelayan Jarnus lainnya. “Asalkan boks ditutup rapat, es bisa bertahan selama 24 jam.”

Dalam rangka memperingati Hari Kelautan Sedunia (World Ocean Day) yang jatuh tiap 8 Juni dan Hari Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle Day) pada 9 Juni, WWF Indonesia bersama dengan sejumlah organisasi mengadakan acara bertema “Bukan Pasar Ikan Biasa” yang diselenggarakan di Pantai Kuta, Sabtu dan Minggu (13-14 Juni) lalu.

Tujuan kegiatan ini adalah mengajak masyarakat agar dapat menentukan pilihan produk perikanan yang baik berdasarkan informasi yang dapat dipertanggung-jawabkan. Publik juga dapat mengetahui lebih jauh mengenai praktik perikanan ramah lingkungan, membeli produk seafood berkualitas dan mengapresiasi para nelayan dan pembudidayaan seafood yang tergabung dalam Jaring Nusantara (Jarnus).

Acara “Bukan Pasar Ikan Biasa” didukung oleh BaleBengong, Earth Hour Denpasar, Marine Buddies Bali serta sektor swasta dan pelaku usaha yang tergabung dalam Inisiatif Seafood Savers.

Referensi:
*. Jaring Nusantara
*. WWF Indonesia

Tags: NelayanSustainable SeafoodWWF Indonesia
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Darwin Arya

Darwin Arya

Pemerhati Disiplin Berlalu-Lintas. Doyan kuliner dan traveling.

Related Posts

Energi Konservasi Penyu Derawan di Masa Karantina

[Liputan Mendalam] Energi Konservasi Penyu Derawan di Masa Karantina

18 August 2021
Pari manta oseanik (Mobula birostris), jenis pari manta yang umum ditemukan di perairan Solor, Flores Timur. Foto :Yayasan Misool Baseftin.

[Liputan Mendalam] Usai Menombak Pari Manta, Terbitlah Koperasi Kera Murin

17 August 2021
[Liputan Mendalam] Laho Le’mbajo, Mengayuh Asa Baru untuk Pelestarian Warisan Budaya Dunia

[Liputan Mendalam] Laho Le’mbajo, Mengayuh Asa Baru untuk Pelestarian Warisan Budaya Dunia

16 August 2021
Ini Dia Beasiswa Anugerah Jurnalisme Warga 2018

Ini Dia Beasiswa Anugerah Jurnalisme Warga 2018

25 August 2018
Karena Ikan Bukan untuk Dihabiskan, tapi Diwariskan

Karena Ikan Bukan untuk Dihabiskan, tapi Diwariskan

19 May 2018
Menyulap Sampah Botol Plastik Menjadi Eco-brick

Menyulap Sampah Botol Plastik Menjadi Eco-brick

28 February 2018
Next Post
Melaspas Prasasti Geopark Gunung Batur

Karena Kasta di Bali amat Terkait Rasa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Bali dan Histeria Festival

17 April 2026
Pulau Bali pun Rentan Tenggelam

El Niño “Godzilla”: Ketika Monster Iklim Mengancam Pulau Dewata

16 April 2026
Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

Risiko Kesehatan ketika Marak Pembakaran Sampah Terbuka

15 April 2026
Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

Sabtu Sketsa Merefleksikan Kejujuran Aku Kembali Pulang Dayu Sartika

14 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia