• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, April 30, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

AJI Denpasar: Usut Tuntas Kekerasan pada Wartawan!

Luh De Suriyani by Luh De Suriyani
30 May 2009
in Kabar Baru
0
1

AJI Denpasar meminta polisi mengusuta kasus kekerasan wartawan.

Hal ini diungkapkan dalam Konferensi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) AJI Kota Denpasar 2009, di Denpasar, Sabtu. Rofiqi Hasan, wartawan Tempo sebagai Ketua dan Ni Komang Erviani, kontributor The Jakarta Post, sebagai sekretaris untuk periode 2009-2012.

Rofiqi dan Erviani dipilih secara aklamasi setelah unggul suara dalam tahap pencalonan. Keduanya mendapat mandat untuk meningkatkan advokasi untuk kebebasan pers dan informasi yang bertanggung jawab, advokasi kekerasan pada jurnalis, dan penyalahgunaan etika media. Ketua dan Sekretaris AJI Denpasar sebelumnya adalah Bambang Wiyono (wartawan NusaBali) dan M. Ridwan (wartawan Radar Bali).

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan saat penutupan Konferta, AJI juga meminta penghentian praktik pengaburan berita dan iklan, serta penyalahgunaan profesionalisme wartawan.

Sejumlah kasus kekerasan tahun ini dan masih berlangsung penyidikannya adalah kasus Pembunuhan AA Narendra Prabangsa, wartawan Radar Bali dan pemukulan oleh Paul Handoko pada fotografer Radar Bali Miftahudin Halim.

Setelah bekerja keras selama 100 hari, Polda Bali berhasil mengungkap misteri pembunuhan AA Prabangsa. AJI  berharap kerja keras itu akan berujung pada  penegakan keadilan sesuai dengan proses hukum serta bukti-bukti yang terungkap. “Selain itu,  kami mendesak polisi masih akan terus mengembangkan penyidikan kepada pihak-pihak yang terindikasi memiliki keterkaitan dengan kasus ini,” ujar Rofiqi Hasan.

AJI Denpasar  akan mengawal kasus ini agar kebenaran dapat ditemukan sehingga dapat menjadi pembelajaran terhadap publik dan kalangan jurnalis sendiri. Bahkan bila di  dalamnya terdapat hal-hal yang akan terasa pahit bagi kalangan jurnalis.

AJI memandang pembunuhan itu adalah upaya untuk menghalang-halangi kinerja jurnalis dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh publik sehingga harus dipandang sebagai faktor yang memberatkan bagi pelakunya.

“Mendesak kepolisian untuk mengungkap aktor intelektual yang terlibat, selain tersangka saat ini,” kata Nezar Patria, Ketua AJI Indonesia.

Selain itu, AJI Denpasar menyatakan meningkatnya kekaburan antara berita dan iklan. AJI Denpasar juga mengingatkan kalangan pemilik dan pengelola media untuk jelas-jelas membedakan antara berita dan iklan.

Hal itu karena setiap iklan dipastikan hanya akan mewakili kepentingan sepihak dari pemasang iklan dan mengabaikan aspek-aspek kerja jurnalistik seperti akurasi dan keberimbangan. Setiap iklan yang dimuat di media dalam bentuk apapun semestinya harus diberi tanda khusus yang diketahui oleh masyarakat sebagai pembeda  dengan berita.

Forum Konferta memandang, kecenderungan untuk melakukan pengaburan batas antara berita dan iklan pada akhirnya akan melemahkan kepercayaan publik kepada media dan jurnalis. Apalagi bila kemudian profesi jurnalistik dipaksa untuk merangkap sebagai pencari iklan. Situasi itu mendorong terjadinya pelecehan terhadap profesi wartawan dan pelanggaran kode etik jurnalistik karena hilangnya independensi wartawan saat menulis berita.

Selain itu juga soal maraknya penyalahgunaan profesi wartawan. Seiring dengan isu kebebasan pers yang memberi kemudahan  bagi pendirian media dan menjalani profesi jurnalis, sejumlah pihak mendirikan media tanpa modal hanya berlatarbelakang kepentingan bisnis tanpa modal yang cukup untuk menyejahterakan wartawannya.

Dampak buruknya sudah mulai kelihatan dengan kemunculan begitu banyak wartawan yang hanya menjadikan profesi ini sebagai modus mencari uang seringkali dengan melakukan tindak pemerasan.

Konferensi AJI Kota Denpasar merasa perlu untuk menyatakan keprihatinan atas situasi tesebut. Konferensi  menghimbau kalangan pemilik modal  untuk tidak menjadikan bisnis media hanya sebagai sarana untuk melakukan spekulasi bisnis tanpa idealisme serta kemampuan memberi kesejahteraan bagi wartawannya. [b]

Tags: AJI Denpasarkasus kekerasan wartawankasus kematian prabangsa
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Luh De Suriyani

Luh De Suriyani

Ibu dua anak lelaki, tinggal di pinggiran Denpasar Utara. Anak dagang soto karangasem ini alumni Pers Mahasiswa Akademika dan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Pernah jadi pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Menulis lepas untuk Mongabay.

Related Posts

Menjaga Marwah Jurnalisme di Tahun Politik

Menjaga Marwah Jurnalisme di Tahun Politik

1 September 2018
Petisi Pelajar: Reformasi Pendidikan Indonesia

Korupsi Harus Dilawan sebagai Musuh Bersama

3 December 2017
Pendidikan Anti Korupsi di SMK Kesehatan Panca Atma Jaya Klungkung

Ujian Berintegritas Wujudkan Generasi Antikorupsi

2 December 2017
Mahasiswa Harus Didukung jadi Wirausaha Muda

Mahasiswa Harus Didukung jadi Wirausaha Muda

2 January 2017
AJI Denpasar Luncurkan Website Organisasi

AJI Denpasar Luncurkan Website Organisasi

31 August 2015
Nobar & Ngobrol Film Dokumenter Buruh Freeport

Nobar & Ngobrol Film Dokumenter Buruh Freeport

16 November 2012
Next Post
Ayo Berkontribusi, Berbagi Tak Pernah rugi

Ayo Berkontribusi, Berbagi Tak Pernah rugi

Comments 1

  1. agung wardana says:
    17 years ago

    Selamat atas terpilihnya Rofiqi Hasan dan Erviani atas terpilih menjadi fungsionaris AJI Denpasar…semoga AJI Denpasar lebih progresif dalam mewujudkan kebebasan pers da hak atas informasi kepada masyarakat…Selamat ya…

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

Alasan Koster soal Regulasi Sampah tidak Optimal

29 April 2026
Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

Aksi Kemanusiaan AMSI Bali

28 April 2026
[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Menjinakkan Suara Kritis Kampus

28 April 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia