• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, July 11, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Kicauan dan Saran tentang Bali Macet Lho!

Adi Sudewa by Adi Sudewa
7 July 2012
in Berita Utama, Kabar Baru, Opini, Sosial
0
3
Pertumbuhan kendaraan pribadi per tahun yang mencapai 12 persen. Foto Anton Muhajir.

Inilah suara warga Twitterland Bali soal kemacetan di pulau ini.

Bagian 1: Analisis #BaliMacetLho di Twitter
Pada tanggal 3 Juli 2012 kemarin, akun twitter @BaleBengong membagi sebuah berita online Vivanews. Berita ini terkait dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi bahwa Bali terancam macet total pada 2015 nanti. Dalam berita ini disebutkan bahwa untuk mengatasi masalah ini, Pemda Bali dan Pemerintah Pusat berencana untuk memperbaiki infrastruktur transportasi Bali. @BaleBengong pun menambahkan informasi bahwa dalam Perda Tata Ruang Bali direncanakan ada 11 jalan bebas hambatan hingga 2029.

Obrolan di Twitter yang lebih sering disebut ngorta di Twitter alias Ngortwit ini ternyata memancing reaksi besar dari para pengguna twitter di Bali. Hingga 4 Juli, tercatat 94 tweets menanggapi berita ini. Ada 32 tweets yang menyampaikan penyebab kemacetan. Sebanyak 26 tweets memberikan alternatif solusi. Sedangkan sisanya (36 tweets) adalah informasi tambahan, guyonan, dan lain-lain.

Dari 32 tweets tentang penyebab kemacetan, 9 di antaranya menyalahkan kebiasaan masyarakat Bali menggunakan kendaraan pribadi, terutama karena adanya faktor GENGSI. Terdapat 7 tweets berpendapat bahwa penyebab utama kemacetan adalah tiadanya angkutan umum yang memadai. Berikutnya, berturut-turut terdapat 6 tweets menunjuk pada kemudahan untuk memiliki kendaraan pribadi, 4 tweets mengenai kurang disiplinnya berkendara, dan 6 tweets yang memiliki pendapat lain (wisman memilih transportasi privat, jalanan cepat rusak, dan konvoi motor besar).

Menariknya, dari 26 tweets mengenai solusi kemacetan, 13 tweets menyarankan peningkatan sarana angkutan umum, termasuk kereta bawah tanah atau MRT jika dibutuhkan. Sisanya menyarankan peningkatan budaya dan kenyamanan berjalan kaki (5 tweets), meningkatkan pola & disiplin berkendara (3 tweets), pengenaan pajak progresif untuk kendaraan bermotor (2 tweets), memindahkan pusat kemacetan (1 tweet), dan penambahan ruas jalan (1 tweet).

Jadi hanya 1 pengguna twitter yang sepakat dengan pemerintah untuk meningkatkan ruas jalan yang ada.

Bagian 2: Merawat Sarana Transportasi
Walaupun pemerintah memilih lebih berfokus pada penambahan jalan baru, sebagian besar masyarakat lebih menyarankan peningkatan sarana angkutan umum. Walaupun survei kecil berbasis Twitter ini tentunya tidak mewakili pendapat seluruh masyarakat Bali. Kedua wacana solusi ini bersifat membangun sarana baru, baik infrastruktur maupun moda transportasi, yang tentunya membutuhkan investasi cukup besar.

Akan tetapi, bagaimana dengan infrastruktur yang sudah ada? Apakah telah dimanfaatkan dan dikelola secara optimal? Beberapa pembahasan di bawah ini mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan.

a) Pemanfaatan Pelabuhan Laut untuk Transportasi Barang
Transportasi barang, baik dari Bali maupun menuju ke Bali, sebagian besar masih dilakukan melalui Pelabuhan Gilimanuk. Ekspor kerajinan dari Gianyar dikirim dengan truk hingga Surabaya dan kemudian dikapalkan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Truk-truk ini pun kembali dari Surabaya dengan membawa barang-barang dari Jawa. Mengingat sebagian besar masyarakat Bali tinggal di Bali Selatan, jalur darat antara Gilimanuk hingga Denpasar pun menjadi sangat padat. Padahal jalur ini memiliki tanjakan dan turunan cukup tajam dan rawan kecelakaan, terutama di daerah Tabanan. Jika terdapat satu saja truk yang mengalami patah as atau pecah ban, maka antrian panjang berkilo-kilometer akan segera terjadi.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Bali yang diikuti dengan peningkatan arus lalu lintas barang, bisakah Pelabuhan Benoa ditingkatkan kapasitasnya? Dan, pada akhirnya mengurangi beban kemacetan jalur Denpasar-Gilimanuk? Lebih besar mana biayanya, baik biaya ekonomi ataupun sosial, jika dibandingkan dengan membangun jalan tol?

b) Penertiban Lahan Parkir
Menteri Gamawan Fauzi sendiri memberikan contoh toko oleh-oleh Joger sebagai salah satu penyebab kemacetan di daerah Kuta. Puluhan bis wisata dari luar Bali parkir di sepanjang jalan di area sekitar Joger. Bukannya semata menyalahkan Joger, tapi tentunya pemerintah bisa dan harus membuat dan menegakkan sebuah aturan perparkiran yang berlaku untuk semua jenis tempat usaha yang rawan memicu kemacetan.

c) Perawatan Sarana Jalan
APBD 2012 Bali menganggarkan Rp 147 miliar untuk memperbaiki 45 km jalan provinsi yang rusak. Sebagian besar jalan rusak tersebut terdapat di bagian tengah dan timur Bali, dan penyebabnya adalah truk bermuatan Galian C. Mengapa masyarakat Bali harus terus menerus menyubsidi pengusaha truk Galian C, dan juga harus menerima jalan rusak yang pada akhirnya juga menyebabkan kemacetan?

d) Koordinasi yang Lebih Baik untuk Pekerjaan Galian
Masalah klasik yang masih terus berulang hingga kini: perusahaan listrik, telepon, dan air tidak saling berkoordinasi dalam melakukan kegiatan penggalian. Belakangan ini, juga terdapat kegiatan pavingisasi Jalan Gajah Mada Denpasar dan pembuatan parkir basement di Jalan Sulawesi Denpasar yang dilakukan bersamaan dan membuat kemacetan parah di Denpasar. Apakah kegiatan-kegiatan ini bisa dikoordinasikan oleh satu unit penanggung jawab, hingga tidak sampai menimbulkan kemacetan yang sangat parah?

e) Pengelolaan Sarana Transportasi yang Telah Ada
Dari 17 trayek bis Sarbagita yang direncanakan, trayek pertama yang telah beroperasi sejak Agustus 2011 adalah Batubulan – Nusa Dua pp sepanjang 34 km. Setelah lebih dari 6 bulan beroperasi, masih terdapat beberapa kekurangan yang harus diperbaiki sebelum 16 trayek sisanya mulai dioperasikan:

Pertama, ukuran bis yang terlalu besar (kapasitas 60 orang). Padahal jumlah penumpang rata-rata dari Agustus 2011 hingga Februari 2012 hanya kurang lebih sebanyak 14 orang per keberangkatan. Data ini dihitung dari rata-rata jumlah penumpang per hari = 1.700 dibagi dengan jumlah keberangkatan bus per hari = 120. Kedua, kedatangan bis tidak tepat jadwal. Ketiga, halte yang kurang memadai alias terlalu kecil dan tidak ada fasilitas parkir. Keempat, kurangnya sarana feeder. Kelima, tidak ada program marketing yang terpadu untuk membuat masyarakat tertarik menggunakan layanan ini. Bahkan website resmi pun hingga saat ini belum ada.

Kesimpulan
Sebelum pemerintah menambah ruas jalan dan menambah angkutan umum, pengelolaan prasarana jalan dan angkutan umum yang sudah ada harus ditingkatkan. Jakarta, yang memiliki banyak jalan layang, ratusan bis kota, dan kereta rel listrik (KRL), belum bisa menyelesaikan masalah kemacetan. Jalan layang sering didera macet oleh truk yang mogok, supir bis kota punya hobi ngetem, dan KRL hampir setiap hari mengalami kerusakan sinyal.

Jangan sampai Bali telanjur mengalami nasib sama dengan Jakarta. [b]

Keterangan: untuk membaca sendiri silakan unduh Lampiran Analisis Twit ttg Bali Macet Lho.

Tags: BaliJejaring SosialLalulintas BaliOpini
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Adi Sudewa

Adi Sudewa

Related Posts

Memperjelas Persepsi Risiko Berwisata ke Bali

Rahasia di Bawah Gunung Agung: Ketika Batu Lava Membongkar Identitas Asli Pulau Bali

6 July 2026
Renungan untuk Hari Disabilitas

Kenapa Jalur Disabilitas tidak untuk Semua Ragam Disabilitas? 

30 June 2026
Abrasi yang tak Pernah Henti di Pantai Kuta

Gemerlap Pariwisata dan Kemegahan Ritual Bertemu Krisis Ketenteraman Batin

23 June 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Upaya Generasi Muda Tamblingan  Membentengi Alas Mertajati dari Eksploitasi

Berpikir Holistik Membangun Bali: Perspektif Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

20 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Next Post
Merananya Monumen Asian Beach Games

Merananya Monumen Asian Beach Games

Comments 3

  1. lodegen says:
    14 years ago

    wew kerennn. sering2 ya bli adi.

    Reply
  2. Adi Sudewa says:
    14 years ago

    Masih butuh banyak bimbingan dari yang jam terbangnya jauh lebih banyak: @lodegen dan @antonemus 🙂

    Reply
  3. Hendra W Saputro says:
    14 years ago

    Eeeh, Om, mau usul. Permudah kredit helikopter 🙂 biar aku bisa buka kursus nyetir helikopter dan bisa buka usaha rental helikopter.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Ragam Praktik Mitigasi Bencana dan Krisis Air dari Yayasan IDEP

Ragam Praktik Mitigasi Bencana dan Krisis Air dari Yayasan IDEP

11 July 2026
Garis Laut Mendekat, Garam Kusamba Terancam Punah

Garis Laut Mendekat, Garam Kusamba Terancam Punah

9 July 2026
Antida Sound Garden, Oase Musisi Lokal itu Membuka Ruang bagi Komunitas

Antida Sound Garden, Oase Musisi Lokal itu Membuka Ruang bagi Komunitas

9 July 2026
Gugatan Warga Bali Menuntut Perbaikan Tata Kelola

Gugatan Warga Bali Menuntut Perbaikan Tata Kelola

8 July 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia