Pasien Meninggal Pertama dengan Covid-19 Dirawat di Bali

Kasus 25 Covid-19 adalah pasien yang meninggal pertama akibat virus corona di Indonesia. Ia seorang warga negara asing (WNA) perempuan yang dirawat di Bali.

Sekda Provinsi Bali I Made Indra menyampaikan langsung informasi meninggalnya WNA di Bali dengan Covid-19 kepada media, Rabu (11/3).

WNA ini masuk Bali pada 29 Februari 2020, sejak 3 Maret mulai mengalami demam dan dirawat di RS Swasta, dan pada 9 maret dirujuk di RS Sanglah. Menurut Sekda Provinsi Bali, status Kasus 25 ini diketahui positif corona setelah meninggal. Dia meninggal saat dalam pengawasan virus corona, pas dicek lebih lanjut datanya, ternyata masuk daftar positif.

WNA Kasus 25 Covid-19 yg meninggal berusia 53 tahun. Ketika masuk Bali tidak menunjukkan gejala sakit meski sudah dipindai pemindai suhu tubuh dan mengisi kartu kesehatan. Atas komunikasi dengan keluarga, Kasus 25 yg meninggal krn Covid-19 ini sudah dikremasi di Mumbul siang tadi. Saat Kasus 25 meninggal, pihak RS Sanglah belum tahu statusnya positif Corona krn hasil tes labnya belum keluar. Begitu meninggal tadi pagi baru cek ke Kemenkes. Ternyata dia masuk yang diumumkan kemarin di Jakarta, Kasus 25.

Menurut catatan pemerintah, sampai saat ini (11/3) jumlah komulatif pasien dalam pengawasan di RS yang ada di Bali sebanyak 48 orang. Dari 48 orang tersebut hasil dari tes swap di Jakarta, dinyatakan 38 orang negatif Covid-19. Sedangkan 9 orang masih menunggu hasil lab, dan satu orang positif Covid-19 meninggal (masuk dalam urutan kasus no 25 yang sebelumnya telah disampaikan oleh Pemerintah Pusat). Pasien ini didiagnosis juga menderita 4 penyakit bawaan yaitu menderita gula atau diabetes, hipertensi, hiperteroid, dan penyakit paru menahun.

Dewa Indra mengatakan sejak WNA ini masuk RS Sanglah, sesuai dengan Protokol penanganan Covid-19, maka Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Survailance Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah melakukan penyusuran terhadap orang-orang yang diajak kontak oleh pasien.

Diperoleh 21 orang yang melakukan kontak dengan pasien dari turun dibandara sampai pasien tiba di Rumah Sakit. “Sudah dilakukan pengecekan oleh Dinas Kesehatan dan sampai saat ini mereka semua dalam keadaan sehat, diisolasi dirumah masing-masing setelah diberikan edukasi terkait pencegahan penularan virus tersebur,”ujar Dewa Indra.

Untuk kesiapsiagaan maka Gubernur Bali Wayan Koster telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 di Bali Susunan keanggaotaanya terdiri dari Ketua Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Satuan Tugas Kehatan, Satuan Tugas Area dan Transportasi Publik, Satuan Tugas Area Institusi Pendidikan, Satuan Tugas Komunikasi Publik dan satuan Tugas Pintu Masuk Indonesia.

Pemprov Bali menyampaikan bela sungkawa mendalam terhadap keluarga pasien, semoga diberikan ketabahan. Masyarakat Bali dihimbau untuk tetap tenang, waspada dan selalu menerapkan pola hidup sehat sehingga dapat terhindar dari paparan virus covid-19 tersebut.