• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, October 3, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Program Bambuloka Diluncurkan di Pura Lempuyang Madya

Ni Komang Aprilia Enisari by Ni Komang Aprilia Enisari
3 October 2026
in Budaya, Kabar Baru
0
0

Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) bersama Kementerian Pariwisata secara resmi meluncurkan inisiatif konservasi bertajuk ‘Bambuloka’ di kawasan Pura Lempuyang Madya, Karangasem, Bali, Sabtu (26/9/2026).

Mengintegrasikan aksi pemulihan ekologis dengan ritus keagamaan Hindu, program ini menargetkan penanaman bambu di tanah pelaba pura-pura besar yang terletak di kawasan hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) di Bali. Selian untuk memulihkan cadangan air tanah dan mencegah longsor, inisiatif ini juga akan melindungi biodiversitas di kawasan suci serta menyediakan material bambu untuk kepentingan ritual umat Hindu.

Peluncuran perdana ini bertepatan dengan momentum sakral rahina Purnama Kapat, di mana berlangsung rangkaian upacara melaspas, mendem pedagingan, serta pujawali catur rebah mapadudusan alit di Pura Lempuyang Madya, yang terletak di Banjar Dinas Gamongan, Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Rangkaian acara telah bergulir sejak pukul 07.30 WITA dengan ritual pembersihan spiritual dan penyucian bangunan suci (pecaruan, melaspas, dan mendem pedagingan) dan ditutup dengan persembahyangan bersama. Tepat pukul 12.00 WITA, agenda bergeser menuju dimensi pelestarian lingkungan melalui penanaman bambu secara simbolis di area pelaba pura.

Penanaman perdana dihadiri langsung Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta serta Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, serta Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.

Menurut Giri Prasta, inisiatif Bambuloka menjawab pilar keseimbangan alam yang kerap terlupakan. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Bali berpegang teguh pada falsafah Tri Hita Karana (tiga prinsip yang melahirkan keharmonisan dan kebahagiaan sejati). Landasan tersebut mencakup Parahyangan (keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan), Pawongan (hubungan harmonis antar sesama manusia), serta Palemahan (hubungan harmonis antara manusia dengan alam dan lingkungan sekitar).

“Terima kasih, sekarang ada penanaman bambu untuk pelestarian lingkungan di Lempuyang. Matur suksma,” tutur Giri Prasta.

Dukungan serupa ditegaskan oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, yang memandang langkah penghijauan di situs cagar spiritual ini krusial bagi keberlanjutan lanskap Pulau Dewata.

“Matur suksma Pak Wagub, terima kasih dukungannya Pak Wagub. Mudah-mudahan dengan penanaman bambu yang bersama langsung dengan Pak Wagub hari ini, kita bisa melestarikan lingkungan Bali, menjaga keindahan Bali, membuat kebahagiaan untuk kita semua Matur suksma Pak Wagub!” ujar Ni Luh Puspa.

Bagi YBLL, pemilihan pura sebagai poros utama program bukanlah kebetulan semata. Bambu dikenal secara saintifik memiliki jejaring perakaran serabut yang rapat dan mampu menyerap limpasan air hujan ke dalam akuifer tanah secara masif.

Kepala Program YBLL, Nurul Firmansyah, menyebut penanaman perdana di Lempuyang Madya sebagai titik tolak penting keberhasilan konsep Bambuloka. “Kegiatan ini adalah semacam penerapan Bambuloka pecah telur pertama di Pura Lempuyang. Pada intinya, proses ini sangat baik sekali karena para pihak di pura itu sudah menyadari atau menyepakati bahwa penanaman bambu itu sangat baik untuk memperkuat aspek spiritualitasnya pura.

Karena air akan menjadi katalis untuk menghasilkan sumber-sumber mata air baru,” kata Nurul Firmansyah. YBLL telah melakukan identifikasi spasial di lahan-lahan pelaba Pura untuk menentukan zonasi tanam yang paling efektif secara hidrologis.

“Di Lempuyang itu sudah diidentifikasi lokasi mana yang akan ditanam, di tanah pelabenya. Yang kemudian itu akan mengkatalis sumber-sumber mata air baru. Karena bagi pura, air itu penting ya secara spiritual, yaitu suci,” tambah Nurul.

Nurul menuturkan bahwa gerakan Bambuloka tidak dirancang sebatas agenda penanaman teknis biasa, melainkan melebur dalam kosmologi peribadatan masyarakat Bali.

“Saya mengamati ada prinsip kearifan lokal atau prinsip Hindu tentang lingkungan itu tidak terpisah dari spiritualitasnya umat. Semangat itu kemarin muncul ya. Dan penanaman bambu itu tidak terpisah dari ritual sembahyangnya, ada nuansa religius, tidak hanya teknis nanam gitu,” lanjut Nurul.

Ia juga menyampaikan terkait suatu forum khusus yang dilangsungkan pada momen tersebut, dimana pihak pengambil kebijakan yang terdiri dari para pejabat daerah, aparatur kementerian, serta tokoh agama duduk bersama merumuskan tentang arti pentingnya menanam bambu seiring dengan sinergi ekologis berbasis pura yang menjadi landasan aplikasi nyata Bambuloka.

Pura Lempuyang kini diposisikan sebagai model percontohan (pilot project) yang akan direplikasi ke pura-pura lainnya di Pulau Bali. Nurul mengungkapkan sejumlah pengurus pura lain yang hadir telah menyatakan minat serupa untuk membuka kemitraan pemulihan tata air.

“Kita harapkan jadi pemantik untuk pura-pura lain. Bahkan dalam proses itu ada beberapa pura yang mau bekerja sama, mau kerja kolektif dengan YBLL untuk menanam bambu yang sama. Dan Lempuyang membuka jalan, menjadi contoh untuk pura-pura lain,” jelas Nurul.

Ia menegaskan kembali esensi filosofis di balik gerakan ini, “Bahagia sekali! Ini jadi pecah telur sehingga harapannya nanti akan jadi gerakan kolektif. YBLL terbuka dan ingin bekerja lebih luas untuk pemulihan air di Bali. Kehadiran kami disini harapannya dapat menjadi pintu masuk untuk kembali ke spiritnya agama Hindu, bahwa agama Hindu itu adalah agama yang tidak terpisah dari lingkungan: perbaikan lingkungan, pelestarian lingkungan, terutama air. Bambu sendiri selain bisa menyimpan air, konservasi air, harapannya ke depan juga bisa digunakan bagi kegiatan-kegiatan ritual,” tutup Nurul.

Dari aspek tata kelola, YBLL menegaskan bahwa status kepemilikan bambu sepenuhnya berada di tangan pihak pengelola pura dan komunitas adat setempat. YBLL menempatkan diri sebagai mitra teknis dan pendamping lapangan guna menjamin laju ketahanan hidup tanaman.

Bambu-bambu tersebut nantinya dikelola mandiri oleh kelembagaan pura, sementara YBLL memfokuskan perannya dalam penyediaan bibit unggul, transfer pengetahuan budidaya, serta asistensi berkala agar rumpun bambu yang ditanam mampu bertumbuh optimal dan menopang fungsi ritual maupun daya dukung air pura di masa depan.

Bambuloka dirancang sebagai program kolaboratif lintas sektor menyasar kawasan 11 pura besar di kawasan hulu DAS Ayung dan DAS Unda. Targetnya adalah 1.000 hektar kawasan ditanami 125.000 bibit bambu dan pohon.

Tags: bambu balibambuloka
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Ni Komang Aprilia Enisari

Ni Komang Aprilia Enisari

Ni Komang Aprilia Enisati, lahir di Gumbrih, 12 April 1999. Suka menulis suka jalan-jalan

Related Posts

Aksi Penghijauan DAS Ayung Saat Tumpek Wariga

Aksi Penghijauan DAS Ayung Saat Tumpek Wariga

20 March 2021

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Program Bambuloka Diluncurkan di Pura Lempuyang Madya

Program Bambuloka Diluncurkan di Pura Lempuyang Madya

3 October 2026
Pasar dan Dilema Pengurangan Kantong Plastik Sekali Pakai di Bali

Pasar dan Dilema Pengurangan Kantong Plastik Sekali Pakai di Bali

3 October 2026
matan AI

Tubuh Manusia Bali, dari Nyupat 1965 ke Akumulasi Kapital

3 October 2026
Sampah Plastik Ancam Sawah dan Jogging Track

Sampah Plastik Ancam Sawah dan Jogging Track

2 October 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia