• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Saturday, March 14, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Manfaat Tersembunyi Hama Burung

Doni S. Wijaya by Doni S. Wijaya
4 July 2021
in Budaya, Kabar Baru, Opini
0
0
Kolase “Pipit” karya Eka Putra

Burung pipit jadi hama bagi petani padi. Tapi, ada petani yang menjadikannya nilai guna secara ekonomi maupun ekologi karena petani akhirnya menjaga padinya dari cemaran pestisida kimia.

Saat pameran seni di Kulidan Kitchen berlangsung selama delapan hari mulai dari tanggal 3 April 2021, komunitas seniman Galang Kangin menampilkan karya karya seni mulai dari lukisan, patung, dan media campuran. Di dinding bagian utara ruang galeri, ditunjukkan karya perpaduan karung beras dari membeli kebutuhan sehari-hari dan kertas karton.

Dengan memanfaatkan barang barang bekas, Eka Putra Della, memamerkan karya berjudul “Pipit” dengan ukuran 88 cm x 75 cm. Komposisi objek terdisi dari burung pipit yang dibuat dengan menggunakan kertas karton diwarnai tinta akrilik lalu ditempelkan di atas karung beras dengan cara kolase.

Eka membuat karya ini berdasarkan hal-hal yang dia amati dalam kehidupan sehari-hari yaitu banyaknya burung pipit. Burung yang menimbulkan masalah saat musim panen sehingga menguras tenaga petani dan warga desa untuk mengusirnya dengan bebunyian di sawah.

Burung Pipit adalah hama pertanian karena memakan biji-bijian saat padi memasuki masa panen. Itu yang diajarkan dari sekolah dasar sampai sekarang.
Para petani mendirikan orang-orangan sawah, memasang jaring, atau membawa kentongan dan bunyi bunyian untuk mengusirnya. Sejak era pertanian industri, pestisida marak digunakan untuk basmi burung hama.

Dampaknya, mikro organisme dan biota pada tanah tidak menjalankan fungsinya dengan layak seperti penggemburan tanah secara alami dan penguraian zat organik menjadi unsur hara karena racun yang mengenainya. Biaya pestisida menjadi pengeluaran tetap petani.

Burung pipit , meski memakan biji-bijian padi, ia memakan benih tanaman gulma(1). Jadi di sinilah perlunya pengembangan pengetahuan ekologi sawah untuk mengelolanya dengan benar.

Setiap mahluk hidup di alam memiliki potensi manfaat. Ini juga berlaku bagi burung pipit. Bagi sebagian orang, burung pipit dijadikan makanan. Mulai dari direbus, digoreng dan ditumis.

Pemanfaatan burung pipit untuk menjadi kuliner ini menambah pendapatan petani dan salah satu bentuk pengembangan industri kreatif makanan. Di Yogyakarta, burung pipit memiliki nama kudapan istimewa yaitu emprit goreng bacem yang telah ada sejak puluhan tahun lalu. Tekstur daging pipit mirip dengan burung merpati atau puyuh(2).

Di Desa Tumpang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus provinsi Jawa Tengah , seorang warga desa yang sering berburu hama burung di sawah memanfaatkan hama itu menjadi bernilai tambah.

Awalnya dia mencoba coba memasak sendiri burung itu dan dibagikan kepada tetangga. Kemudian, saat tersebar rasa kelezatannya , orang-orang membeli burung pipit goreng seharga Rp1.000 per ekor. Akhirnya pemburu hama burung ini memutuskan mendirikan warung makan yang menyediakan menu emprit goreng dan menjadi kuliner yang khas di desanya(3).

Selain itu, penggunaan pestisida dan herbisida dapat diperkecil. Penciptaan produk kuliner dari burung pipit menunjukkan bahwa hama burung berpotensi menggerakkan ekonomi desa dan mengurangi pembelian racun supaya menghasilkan daging yang aman dikonsumsi.

Berarti setiap hewan di sawah itu memiliki nilai guna secara langsung maupun tidak langsung. Di sinilah keharusan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya bersifat teknologi saja melainkan dipadukan dengan pengamatan pola-pola di alam untuk memanfaatkan potensi guna ini.

1. Ikhwan Hastanto. Wacana Pemerintah Sleman Basmi Burung Pipit Dikritik Aktivis dan Pakar LIPI. 30 Maret 2021
https://www.vice.com/id/article/n7v8wm/ide-pemerintah-sleman-basmi-burung-pipit-pakai-jaring-dikritik-aktivis-dan-pakar-lipi
1. Tedy Kartyadi. Icip Tongseng Burung Emprit, Dengan Cita Rasa yang Menggigit. 24 Agustus 2020. https://bernasnews.com/icip-tongseng-burung-emprit-dengan-cita-rasa-yang-menggigit/
3. Yayan Izro Roziki. Emprit Halilinter Kuliner Baru di Kudus. 21 Maret 2018. https://jatenglive.com/tampil-berita/Emprit-Halilintar-Kuliner-Baru-di-Kudus

kampungbet

Tags: burung pipitkarya eka putramanfaat hama burung
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Doni S. Wijaya

Doni S. Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional Jurusan Eonomi Manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak pertengahan Oktober 2019 mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial, dan satwa liar.

Related Posts

No Content Available
Next Post
MOTB Rilis Album Kedua, Chypertensi

MOTB Rilis Album Kedua, Chypertensi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

Benteng Terakhir Ruang Terbuka Hijau Kota adalah Kuburan

11 March 2026
Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia