• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, May 26, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Budaya

Melebur di Nol Kilometer Denpasar

Anton Muhajir by Anton Muhajir
27 December 2007
in Budaya, Travel
0
1

Oleh Anton Muhajir

Istilah nol kilometer pertama kali saya baca di tulisan Andreas Harsono tentang Sabang. Pendiri Yayasan Pantau, yang bergerak di bidang peningkatan media, itu menceritakan pengalamannya mengunjungi monumen nol kilometer Indonesia di Aceh tersebut. Lebih dari itu, Andreas menuliskan tentang apa sih yang disebut Indonesia itu.

Saya lalu tergelitik untuk mencari juga. Di mana sih nol kilometer Denpasar?

Nol kilometer Denpasar berada di Jl Surapati. Tidak berupa monumen seperti di Pulau Weh, Sabang, tapi hanya patok beton kecil di kanan jalan satu arah ini. Balok kecil berisi angka 0 di sekelilingnya. Dari sinilah Denpasar berpusat.

Balok ini berjarak sekitar 20 meter dari Patung Catur Muka yang jadi pusat dari empat jalan utama di Denpasar: jalan Udayana ke selatan, jalan Gajah Mada ke barat, jalan Veteran ke utara, dan jalan Surapati ke timur. Di sekitar tempat ini ada pula kantor walikota Denpasar dan rumah jabatan gubernur Bali.

Di tempat ini pula pernah terjadi apa yang disebut sebagai Puputan Badung pada 20 September 1906. Pertempuran besar ini terjadi antara pasukan Belanda dan puri Badung dengan kekalahan di pihak Raja Badung dan tentaranya. Puputan ini dikenang, salah satunya, melalui patung di tempat ini pula. Ada patung berupa tiga orang, laki-laki, perempuan, dan anak kecil.

Patung ini berada di bagian utara lapangan bernama Puputan Badung. Dan, lapangan ini bisalah disebut sebagai tempat warga Denpasar melebur, terutama pada akhir pekan.

Pada Sabtu dan Minggu, tempat ini memang jadi pusat kegiatan warga Denpasar. Mulai dari skater, penari bali, arisan keluarga, main bola, main layangan, dan seterusnya. Hanya ada dua kelompok yang mungkin tidak bisa akur di sini: pedagang acung dan petugas Tramtib.. Soal ini kapan-kapan saya tulis tersendiri.

Agenda pasti yang selalu ada tiap Minggu di tempat ini adalah pentas budaya oleh anak-anak SD se-Denpasar. Tiap minggu anak-anak SD dari berbagai SD di Denpasar ini main tari bali. Menurut salah satu panitia, kegiatan ini dilakukan sejak Puspayoga menjadi walikota Denpasar. “Agar anak-anak tidak lupa pada kesenian tradisinya,” kata petugas itu.

Secara bergantian anak-anak itu tampil sekitar pukul 3 hingga pukul 6 sore. Tariannya ya macam-macam: tari baris, janger, dan seterusnya. Penonton pun meluber di sekeliling panggung kecil berlantai semen di sisi selatan lapangan ini.

Keluarga yang arisan biasanya duduk lesehan bergerombol di bawah pohon. Termasuk keluarga besark saya juga beberapa kali mengadakan arisan di sini. Selesai arisan dilanjut ngobrol santai kangin kauh alias ngalor ngidul.

Kelompok lain yang hampir pasti tiap minggu mengadakan kegiatan adalah kelompok Falun Gong yang selalu mengadakan olah tubuh di sisi pojok utara lapangan ini. Mereka berdampingan dengan anak-anak skater yang asik berjumpalitan di trotoar lapangan.

Kegiatan di Lapangan Puputan Badung makin lengkap karena tiap dua minggu sekali ada kampanye pluralisme dari National Integration Movement (NIM). Kelompok yang didirikan Anand Krishna ini memang gencar mengampanyekan pluralisme meski kadang terlalu verbal. Secara rutin mereka berkampanye dengan menyanyi bersama tentang pentingnya merayakan perbedaan. Maka, makin lengkaplah perayaan perbedaan di nol kilometer Denpasar ini. [b]

Situs Togel
rtp slot
toto
bandar togel
togel 4d
toto togel
slot gacor hari ini
toto slot
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Anton Muhajir

Anton Muhajir

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas sambil sesekali terlibat dalam literasi media dan gerakan hak-hak digital.

Related Posts

Pemberdayaan Lalai, Kekayaan Bahari Serangan pun Terkulai

Reklamasi Serangan: Elit Parpol Pecah, Media Terbelah, Masyarakat Tetap Susah

25 May 2026
Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

25 May 2026
Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

24 May 2026
Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

23 May 2026
Aksi Kamisan Bali ke-66: Refleksi dari Pembunuhan Munir dan Marsinah

Aksi Kamisan Bali ke-66: Refleksi dari Pembunuhan Munir dan Marsinah

22 May 2026
Rekapitulasi Dampak Banjir 24 Februari 2026 di 76 Titik Kejadian

Kota Denpasar Memiliki Banyak Air Hujan tapi Kehilangan Kemampuan Menyimpan

21 May 2026
Next Post

Menggali Khasanah Kuliner di Kota Denpasar

Comments 1

  1. Made Suardana says:
    18 years ago

    wah baru tahu niy ttg nol kilometer 😉

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Pemberdayaan Lalai, Kekayaan Bahari Serangan pun Terkulai

Reklamasi Serangan: Elit Parpol Pecah, Media Terbelah, Masyarakat Tetap Susah

25 May 2026
Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

Memahami Zona Risiko Bencana dengan Data Spasial

25 May 2026
Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

Ubud Food Festival 2026, Petani dan Nelayan sebagai Penjaga Warisan Pangan

24 May 2026
Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

Melampaui Orgy Posmodernisme di Bali: Pembacaan Buku Tri Hita Bencana

23 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia