
Oleh: Marine Guard Foundation
Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Marine Guard Foundation bersama Rove Garden menghadirkan inisiatif bertajuk “Segara Alas Mandala” yang dilaksanakan di kawasan konservasi mangrove Rove Garden, Bali pada 25 April 2026. Program ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi dikembangkan sebagai ruang edukatif dan partisipatif yang mengangkat filosofi keseimbangan ekosistem Bali, yakni keterkaitan antara Segara (laut), Alas (hutan), dan Mandala (harmoni kehidupan).
Melalui konsep story-driven eco-festival, kegiatan ini mengajak berbagai lapisan masyarakat mulai dari mahasiswa hingga praktisi, untuk memahami bahwa perlindungan ekosistem darat, pesisir, dan laut merupakan satu kesatuan yang saling terhubung dan tidak dapat dipisahkan.
“Bumi tidak bekerja secara terpisah. Apa yang terjadi di darat akan terasa di pesisir, apa yang terjadi di pesisir akan sampai ke laut, dan pada akhirnya, semuanya akan kembali pada kehidupan manusia itu sendiri,” ungkap Manik Mustika, selaku Koordinator Program Marine Guard Foundation. Ia menegaskan bahwa kesadaran akan keterhubungan ini harus diikuti dengan aksi nyata yang bisa dimulai oleh siapa saja.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang bisa dimulai dari langkah sederhana. Melalui Segara Alas Mandala, setiap individu didorong untuk menemukan bentuk kontribusi terbaiknya melalui keterampilan teknis, kreativitas, maupun kebiasaan disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang yang mampu menyatukan berbagai niat baik menjadi aksi yang lebih terarah, profesional, dan berdampak bagi kelestarian alam Bali.
Salah satu fokus utama Segara Alas Mandala 2026 adalah membangun komunitas konservasi yang berkelanjutan. Target internal kegiatan ini adalah menjaring serta mengelompokkan 50 hingga 100 calon relawan berdasarkan kompetensi masing-masing. Marine Guard Foundation meyakini bahwa setiap individu memiliki potensi unik yang, jika dikelola secara sistematis, dapat menjadi kekuatan besar dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan ke depan. Pendekatan ini juga bertujuan agar kepedulian peserta tidak berhenti pada tingkat simbolis, tetapi berlanjut menjadi kontribusi nyata melalui basis data relawan yang terstruktur.
Beragam rangkaian kegiatan disiapkan untuk mendukung tujuan tersebut, mulai dari talkshow edukatif bersama praktisi, guided mangrove trekking untuk mengenal langsung ekosistem pesisir, hingga sesi eco-art dan eco-bazaar yang mengusung prinsip ramah lingkungan tanpa penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan karier di bidang konservasi melalui program magang dan tenaga lapangan bagi peserta yang menunjukkan komitmen dan kompetensi selama kegiatan berlangsung. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk terlibat secara profesional di sektor lingkungan, sekaligus memperkuat citra positif para mitra penyelenggara.






![[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan](https://balebengong.id/wp-content/uploads/2025/01/KOLOM-MATAN-AI-oleh-I-Ngurah-Suryawan-by-Gus-Dark1-120x86.jpg)