
Suasana Pelabuhan Ketapang (26/3/2026 pukul 11.00 WIB)
Arus balik Lebaran hari keenam di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk terpantau ramai pada Kamis, 26 Maret 2026. Sejak pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WITA, pergerakan kendaraan dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk terlihat ramai, didominasi mobil pribadi dan sepeda motor yang hendak kembali ke Bali. Meski demikian, kepadatan yang terjadi masih tergolong terkendali dan tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang.
Aktivitas penyeberangan berjalan relatif lancar, meskipun sempat terjadi antrean saat kendaraan hendak masuk ke dalam kapal akibat kapasitas kapal yang penuh. Sejumlah penumpang bahkan harus menunggu giliran sekitar 20 hingga 30 menit sebelum dapat melanjutkan perjalanan. Kondisi ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pada arus balik, namun tetap diimbangi dengan pengaturan yang cukup baik di lapangan.
Proses pemeriksaan dan pengamanan dilakukan secara berlapis di kedua sisi pelabuhan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan. Sebelum memasuki area Pelabuhan Ketapang, petugas kepolisian melakukan pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan seperti STNK dan SIM. Pemeriksaan berlangsung tertib dan tidak menimbulkan hambatan berarti terhadap arus kendaraan yang hendak memasuki area pelabuhan.
Setibanya di Pelabuhan Gilimanuk, pengawasan kembali dilakukan terhadap kendaraan yang keluar dari kapal. Pengendara kemudian diarahkan menuju jalur masuk Terminal Gilimanuk untuk menjalani pemeriksaan identitas berupa KTP sebagai bagian dari pengawasan kendaraan yang masuk ke wilayah Bali selama arus balik.
Saat keluar dari area Pelabuhan Gilimanuk, pengguna jasa diarahkan menggunakan e-money sebagai alat pembayaran parkir, menggantikan sistem sebelumnya yang menggunakan uang tunai. Meski demikian, petugas masih menyediakan opsi pembayaran tunai bagi pengguna yang belum memiliki e-money, sehingga proses keluar pelabuhan tetap berjalan lancar.

Antrean Sepeda Motor di Area Pintu Keluar Pelabuhan Gilimanuk
Pihak ASDP Indonesia Ferry melalui akun Instagram resminya mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan selama arus balik Lebaran. Lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk diprediksi berpotensi mengalami kepadatan pada periode 26 hingga 29 Maret 2026, bertepatan dengan momentum Lebaran Ketupat di sejumlah wilayah Jawa Timur dan Madura.
Dalam unggahan tersebut, pengguna jasa penyeberangan diimbau menghindari periode puncak guna meminimalkan antrean dan waktu tunggu. Selain itu, masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta memastikan tiket penyeberangan telah dibeli terlebih dahulu melalui layanan daring sebelum tiba di pelabuhan.

Unggahan ASDP terkait Himbauan Arus Balik (Kamis, 26/3/2026)
Dari sisi tarif, pengguna jasa penyeberangan juga mendapatkan keringanan biaya selama periode arus balik Lebaran. Berdasarkan informasi yang disampaikan ASDP Indonesia Ferry melalui akun Instagram resminya, tiket kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk mendapat potongan harga hingga sekitar 45 hingga 48 persen. Program diskon tersebut diberlakukan hingga akhir Maret 2026 sebagai upaya meringankan beban perjalanan masyarakat sekaligus mengatur distribusi penumpang selama arus balik.
Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan lebih awal, termasuk melakukan pemesanan tiket secara daring sebelum tiba di pelabuhan. Perencanaan perjalanan yang lebih tertib diharapkan mampu mengurangi antrean di lokasi serta menjaga kelancaran proses penyeberangan.
Sementara itu, fasilitas pendukung seperti posko mudik juga tersedia di sekitar area pelabuhan. Pada arus balik kali ini, posko tersebut terpantau relatif sepi dari pengunjung. Kondisi ini berbeda dengan situasi saat arus mudik sebelum Lebaran, ketika posko biasanya lebih ramai dimanfaatkan oleh pemudik untuk beristirahat.
Proses keluar dari pelabuhan juga berjalan relatif tertib, dengan pengawasan petugas yang membantu mengatur kendaraan serta memastikan sistem pembayaran parkir berjalan sesuai prosedur. Pengaturan tersebut membantu memperlancar arus kendaraan yang hendak melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah di Bali.
Secara keseluruhan, arus balik pada hari keenam di jalur Ketapang–Gilimanuk terpantau ramai namun tetap lancar. Antrean kendaraan memang terjadi, terutama saat proses naik kapal dan pemeriksaan, tetapi masih dalam batas wajar dan tidak menyebabkan penumpukan atau keterlambatan signifikan hingga siang hari.
sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet sangkarbet




