• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, September 22, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Harapan Pengembangan Usaha Disabilitas

ni putu prima terima sanjiwangi by ni putu prima terima sanjiwangi
1 September 2026
in Kabar Baru, Sosial
0
0

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola oleh penyandang disabilitas kini tersebar cukup banyak di seluruh Indonesia. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 1,3 juta hingga 1,38 juta jiwa, atau mencakup sekitar 4,76% dari total pengusaha UMKM nasional.

Salah satu pelaku usaha tersebut adalah Annora Pas, sebuah bisnis kriya ramah lingkungan yang mengolah bahan sederhana seperti stik es krim, sedotan, dan kerang warna-warni. Usaha ini dikelola oleh Ni Putu Prima Terima Sanjiwangi yang akrab disapa Putri. Selain mengelola bisnis, Putri juga aktif sebagai Humas dan Admin Media Sosial di komunitas Christian Disability Community (CDC).

Pemiliknya mengaku telah mengajukan pendaftaran merek produk serta hak cipta atas karya tulisnya ke instansi terkait di Provinsi Bali. “Untuk Annora Pas sendiri telah saya ajukan mereknya ke PRIDA Provinsi Bali, bersama dengan 9 karya tulis saya. Karena saya juga seorang penulis buku, jadi sekalian saja,” tuturnya saat ditemui di kediamannya di daerah Tabanan, Bali, sembari menyelesaikan kerajinan tangan.

Meskipun jumlah pelaku usaha inklusif sudah mencapai jutaan, mereka masih menghadapi berbagai tantangan besar, khususnya dalam hal akses permodalan, perluasan pasar, dan digitalisasi. Berbagai program dari pemerintah maupun lembaga swasta terus digalakkan untuk mendampingi dan memberdayakan mereka agar mampu mandiri secara finansial.

Putri pun mengakui bahwa produk Annora Pas belum mendapatkan pangsa pasar yang tepat, sehingga hasil karyanya kerap menumpuk di rumah.

“Untuk produk Annora Pas sendiri memang belum memiliki pasaran yang tepat, jadi karya-karya saya masih menumpuk di rumah,” ungkapnya seraya menunjukkan tumpukan dus berisi hasil kerajinannya.

Padahal, secara garis besar, pemerintah telah menjamin berbagai hak dan bentuk fasilitas pendampingan bagi para pelaku UMKM, yang meliputi:

  1. Hak atas Kemudahan Perizinan dan Legalitas
    • Memperoleh kemudahan dalam pendaftaran dan perizinan usaha secara cepat dan terpadu melalui sistem Online Single Submission (OSS).
    • Mendapatkan kepastian hukum serta legalitas usaha untuk menunjang kegiatan operasional.
  2. Hak atas Perlindungan Hukum dan Kekayaan Intelektual
    • Mendapatkan fasilitas dan kemudahan dalam pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), seperti merek dagang, hak cipta, dan paten produk.
    • Memperoleh layanan bantuan serta pendampingan hukum dari pemerintah pusat maupun daerah jika menghadapi sengketa bisnis.
    • Mendapatkan perlindungan dari praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat oleh pelaku usaha besar.
  3. Hak atas Akses Pembiayaan dan Permodalan
    • Memperoleh akses yang lebih luas dan mudah terhadap kredit perbankan maupun lembaga keuangan nonbank.
    • Mendapatkan layanan pembiayaan yang cepat, transparan, serta tidak diskriminatif.
    • Mendapatkan fasilitas penjaminan kredit serta berbagai insentif atau kebijakan fiskal yang meringankan beban usaha.
  4. Hak atas Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha
    • Memperoleh kesempatan bermitra dengan usaha besar atau BUMN secara adil dan saling menguntungkan.
    • Mendapatkan alokasi minimal dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
    • Memperoleh pelatihan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), manajemen, produksi, serta akses pemasaran digital maupun luring (offline).
Tags: usaha disabilitas
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
ni putu prima terima sanjiwangi

ni putu prima terima sanjiwangi

ni putu prima terima sanjiwangi adalah seorang pemuda disabilitas kelahiran 1999 putri tunggal dari pasangan alm i wayan sumiana dan ni outu supaintan kristin yang berasal dari desa batungsel kelot pupuan tabanan-bali tetapi tamatan dari sd nengeri no.1 wanasari-benebel tabanan-bali karena di ajak merantau oleh orang tuanya

Related Posts

No Content Available
Next Post
Sidang Pembelaan Tomy: Kesaksian Ahli dan Bukti Menguatkan Bebas dari Tuntutan

Sidang Pembelaan Tomy: Kesaksian Ahli dan Bukti Menguatkan Bebas dari Tuntutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Okamaha Meluncurkan Album Sunset Economy

Okamaha Meluncurkan Album Sunset Economy

20 September 2026
Malam Penghargaan Minikino Film Week, Perayaan Sinema Humanis

Malam Penghargaan Minikino Film Week, Perayaan Sinema Humanis

20 September 2026
Melagukan Rumah melalui Album Terbaru Dialog Dini Hari

Melagukan Rumah melalui Album Terbaru Dialog Dini Hari

20 September 2026
Merekatkan Partisipasi dan Demokratisasi ala Orang Muda melalui Inisiatif Suaka

Merekatkan Partisipasi dan Demokratisasi ala Orang Muda melalui Inisiatif Suaka

19 September 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia