• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Tuesday, February 10, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Cek Fakta

Bagaimana “Context Collapse” dalam Disinformasi Tercipta?

Komang Yuko by Komang Yuko
29 April 2024
in Cek Fakta, Politik
0
0
Contoh context collapse pada sebuah konten media sosial. Sumber: X

Erving Goffman dan Joshua Meyrowitz dalam bukunya berjudul No Sense of Place (1985) mengenalkan sebuah istilah bernama context collapse. Namun, istilah ini lebih dikenal karena seorang akademisi bernama Danah Boyd. Ia meneliti interaksi manusia melalui media digital.

Context collapse dimaknai sebagai fenomena interaksi sosial antara berbagai audiens yang saling berbeda latar belakang. Interaksi yang terbentuk berbeda karena tidak ada ruang temu tradisional (tatap muka). Alhasil ada tabrakan konteks yang tidak dapat terhindarkan. 

Lantas bagaimana hoaks tercipta dari context collapse?

Menggabungkan dua informasi benar tapi berbeda konteks (waktu, kejadian, dll) untuk menimbulkan disinformasi adalah definisi dari context collapse. Jenis hoaks ini ‘laris’ digunakan untuk mengaduk-aduk Pilpres 2024.

Salah satunya video hoaks yang disebarkan akun X @Kenikir27. Unggahan tersebut telah dilihat 2.5 juta kali dan mendapatkan 1100 likes. Apabila tidak jeli melihat, seolah-olah video tersebut tidak ada yang salah. Tampak sangat nyata tanpa editan apapun. 

Namun, setiap hoaks pasti ada celahnya. Video yang diunggah @Kenikir27 berasal dari konten TikTok @ipankpratama17. Apabila menggunakan reverse image atau dapat dicari pada google lens, maka dapat ditemukan beberapa momen serupa. Aslinya video tersebut merupakan kampanye Anies di Batam, bukan di Samarinda.

Selain itu video yang telah diunggah pada X juga sudah diedit dengan menghapus suara dari video asli dan menggantinya dengan suara dari video lain. Suara dari video lain ini ternyata berasal dari video kampanye Prabowo yang direkam oleh akun TikTok @ipankpratama17. 

Ada beberapa cara untuk mengetahui hoaks jenis ini. Selain dengan melihat lebih detail, tools Google Maps maupun beberapa tools pencitraan satelit seperti misalnya Google Earth dapat membantu pelacakan. Pelacakan lokasi maupun perubahan lahan dapat ditelaah melalui kedua aplikasi tersebut.

Mencari video yang dirasa diambil audionya saja untuk video lainnya penting untuk dilakukan. Ini baru dapat diperoleh jika dengan teliti telah melihat konten yang dijadikan context collapse.

Apakah pernah mengalami atau menemukan video jenis ini? Pastikan lakukan langkah-langkah sederhana di atas. Ayo lawan hoaks.

kampungbet
Tags: cek fakta balicekfaktapemilu 2024prebunking
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Komang Yuko

Komang Yuko

Related Posts

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
Konferensi dan Proyek Strategis Merajalela, Masyarakat Bisa Apa?

Cek Fakta Klaim I Wayan Koster dalam Pidato Empat Tahun Kepemimpinan

9 September 2024
Cek Fakta (Salah): Sri Mulyani Dikabarkan Akan Mundur Sebagai Menteri Keuangan

Cek Fakta (Salah): Sri Mulyani Dikabarkan Akan Mundur Sebagai Menteri Keuangan

18 July 2024
Literasi Keuangan Agar tidak Terjerat Pinjaman Online dan Investasi Bodong

Literasi Keuangan Agar tidak Terjerat Pinjaman Online dan Investasi Bodong

16 July 2024
Regulasi Penanggulangan Bencana Bali Masih Membuka Ruang Berbisnis di Zona Merah

Regulasi Penanggulangan Bencana Bali Masih Membuka Ruang Berbisnis di Zona Merah

16 May 2024
Ngecek Informasi Palsu ke Tipline Cek Fakta

Ngecek Informasi Palsu ke Tipline Cek Fakta

4 May 2024
Next Post
Cek Fakta: (Keliru) Baliho Bintang Puspayoga Maju Bersama Giri Prasta di Pilgub Bali 2024

Cek Fakta: (Keliru) Baliho Bintang Puspayoga Maju Bersama Giri Prasta di Pilgub Bali 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

Catcalling bukan Pujian, Ketika Ruang Publik tak Lagi Aman Bagi Perempuan

10 February 2026
Melindungi Sawah, Mempertahankan Jati Diri Bali

Bali untuk Belajar, tapi tidak bagi Anak-anaknya

9 February 2026
Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

Respon Anak Muda soal Museum Bali dan Asesmen Nol Kilometer Kota di Jalan Jalin

8 February 2026
Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

Clicktivism: Memaknai Kembali Demokrasi di Ruang Digital

7 February 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia