• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Sunday, May 3, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Kabar Baru

Cerita Pohon: Dadap, Super Tree yang Terlupakan

Juniantari by Juniantari
10 September 2023
in Kabar Baru, Lingkungan
0
0

Di Alas Mertajati, Tamblingan terdapat 2 jenis pohon dadap. Dadap Oong (Kutuh) memiliki ciri besar dan tinggi. Sekitar 25-30 m. Fungsi Dadap Oong di Tamblingan dulu sebelum terjadi alih fungsi vegetasi, Dadap menjadi penaung pohon kopi.

Dahulu, di Tamblingan masyarakat setempat berladang Kopi Arabika. Dadap Oong memiliki akar yang lebat ke bawah sehingga memiliki kemampuan menjaga air. Ciri lainnya, memiliki kulit yang tebal. Ia memilik bintil akar yang mengandung karbium. Ketika tanah-tanah yang ditumbuhi pohon dadap akan menjadi lebih subur.

Jenis yang lainnya adalah Dadap Sakti ciri khas pohonnya lebih kecil. Namun, memiliki tinggi yang hampir setara dengan Dadap Oong. Jenis Dadap ini lebih diperuntukkan ritual desa. Dadap Sakti digunakan dalam semua ritual di Catur Desa Adat Tamblingan. Terlebih bagi masyarakat keturunan asli Adat Tamblingan. Biasanya digunakan untuk sanggah di merajan keluarga besar.

“Biasanya dipake untuk membuat rong telu,” kata Basma, anak muda Brasti Adat Dalem Tamblingan yang melestarikan kawasan hutan Tamblingan, Buleleng.

Keberadaan dapdap juga penting untuk upacara Pitra Yadnya. Seperti Ngaben. Sebagai adat yang meyakini agama tirta, masyarakat adat tamblingan biasanya menggunakan saanan untuk mengambil tirta ketika upacara pengabenan. Saanan ini harus terbuat dari kayu Dadap.

Dari sisi obat tradisional, masyarakat Tamblingan juga menggunakan Dadap sebagai obat penurun demam. Dengan memadukan beberapa bahan alami lainnya, seperti ada mint, bawang merah dicampur dengan babakan/kerikan kulit Dadap. Bahan-bahan ini bisa menjadi obat mujarab menurunkan demam.

“Penggunaannya ada waktunya. Kalau malam hari biasanya dioleskan di jidat. Kalau siang hari lebih baik oleskan di perut,” tambahnya.

Basma juga menuturkan bahwa kayu Dadap juga digunakan sebagai dinding rumah ketika tahun 70-an. Kayu ini kuat jika tidak terkena air. Begitu juga digunakan menjadi pagar rumah.

Model rumah di Bali sebelum tahun 2000an memang terkenal tak berpagar. Sering kali masyarakat menggunakan pohon-pohon menjadi pagar. Salah satu jenis pohon yang digunakan adalah Dadap. Karakter akar Dadap yang tumbuh ke dalam tanah, tidak menjalar dan merusak pinggiran menjadi dugaan Basma kenapa jenis pohon ini dipilih.

Selain sebagai obat penurun demam, babakan kulit Dadap juga digunakan untuk mematangkan pisang. Tidak seperti sekarang, masyarakat sudah menggunakan karbit untuk mempercepat matangnya pisang.

“Dulu kami tidak mengenal karbit sebagai pemicu matangnya pisang. Dulu pakai babakan kulit dadap yang dipadukan dan diikat dengan daun di setiap pangkal sisir pisang,” jelas Basma.

kampungbet
Tags: dadap balikhasiat dadap
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Juniantari

Juniantari

aku juga ada di akun instagram @juniyours

Related Posts

No Content Available
Next Post
Sleep Call: Sebuah Dongeng tentang Realita

Sleep Call: Sebuah Dongeng tentang Realita

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

[Matan Ai] Bali dan Pembusukan Pembangunan

Tomy Wiria dan Anomali Keberanian di Bali

2 May 2026
Aku Dede, Ini Ceritaku dengan Difabel Sensorik Netra

Refleksi Hari Buruh Bagi Orang dengan Disabilitas Netra 

1 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

Aksi Hari Buruh Masih Menyoroti Ketidakadilan bagi Pekerja Pariwisata

1 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia