Penglipuran Desa Wisata nan Asri dan Rapi

Dua buah tiba di pelataran parkir Desa Wisata Penglipuran.

Rombongan wisatawan lokal ini berbondong-bondong turun bergegas mengunjungi Desa Wisata Penglipuran. Desa di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli ini merupakan obyek wisata di Bali yang makin dikenal masyarakata dunia.

Desa ini masih menjaga tradisi dan kearifan lokal kebudayaan mereka. Desa ini juga unik karena rumah-rumahnya hampir sama. Selain itu desa ini juga ramah lingkungan karena penduduk rata-rata memilih berjalan kaki untuk berkunjung ke tetangga satu ke tetangga lainnya.

Seluruh rumah warga di sana memiliki pintu gerbang yang disebut angkul-angkul. Berkunjung ke desa ini wisatawan akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian. Kebisingan suara dan polusi udara tidak akan kita temui di sini.

Perjalanan ke Desa Wisata Penglipuran dapat ditempuh jalur darat selama kurang lebih 60 menit dari Denpasar. Suasana asri dan sejuk menyapa pengunjung yang baru tiba di sana.

Desa ini sangat cocok dijadikan pilihan lokasi pengambilan foto prawedding. Pintu gerbang Pura Penataran banyak dijadikan titik foto pengambilan gambar pra wedding. Terbukti pada akhir tahun lalu banyak rombongan wisatawan asal Tingkok bersama pasangannya mengambil foto prawedding di sana.

Harga tiket masuk desa ini amat terjangkau. Wisatawan dikenakan Rp 15.000 per orang.

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran tanpa membawa buah tangan untuk keluarga tercinta di rumah. Karena di sini belum ada pusat oleh-oleh modern, maka warga di sana secara swadaya membuka lapak oleh-oleh di setiap rumahnya. Ada yang menjual kain endek, baju adat madya ke Pura, kain pantai, tas seni terbuat dari rotan, topi khas Bali, lukisan alam Bali, dan gantungan kunci.

Warga desa ini pun menjual minuman herbal bernama Loloh cemcem. Minuman herbal ini terbuat dari bahan daun loloh cencem yang bermanfaat untuk penderita batuk dan influenza.

Warga masyarakat di Desa Wisata Penglipuran sangat bersahabat, murah senyum dan ramah ke wisatawan. Saat musim hujan Desember 2018, saat cuaca tidak bersahabat dan turun hujat lebat, warga menawarkan rumah mereka untuk dijadikan tempat berteduh.

Di dalam rumah warga terdapat gamelan khas Bali yang bisa dimainkan wisatawan. Di sekitar Desa Wisata Penglipuran terdapat kumpulan hutan bambu yang bisa diabadikan salah satu titik berswafoto.

Hiasan penjor, sarana upacara dalam ajaran Agama Hindu, masih terpasang dengan indah di sepanjang rumah-rumah warga Desa Wisata Penglipuran.

Pakaian Adat Bali dapat disewa wisatawan untuk mengabadikan keindahan pemandangan di Desa Wisata Penglipuran. Jadi, tak ada salahnya apabila liburan di Bali untuk mampir berwisata desa yang pada tahun 2016 mendapat penghargaan The Travellers Choice Destinations dari TripAdvsior ini. [b]

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*