Cara Mudah Bayar e-Samsat, Begini Caranya

E-samsat memudah warga untuk membayar pajak kendaraan bermotor. Foto Leni Wijayanti.

Kantor Samsat terus berinovasi demi memudahkan warga membayar pajak.

Salah satu inovasi terbaru yang dikeluarkan Kantor Samsat adalah e-Samsat. E-Samsat merupakan suatu proses Samsat yang terdiri dari pendaftaran, penetapan, pembayaran serta pengesahan maupun pencetakan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) melalui saluran elektronik.

Dengan adanya e-Samsat ini, wajib pajak dapat melakukan pembayaran melalui mobile banking atau ATM bank yang telah ditentukan.

Cara mudah bayar e-Samsat yang baru diluncurkan pertengahan bulan ini baru bisa dinikmati masyarakat di Pulau Jawa dan Bali. Artinya pelaksanaan e-Samsat ini hanya untuk kendaraan bermotor yang dokumennya terbit di Pulau Jawa dan Bali. Adapun untuk provinsi lain akan dilaksanakan secara bertahap hingga mencakup seluruh Indonesia.

Untuk mekanisme e-Samsat Bali wajib pajak harus menyiapkan nomor polisi kendaraan, nomor KTP (NIK) serta nomor rangka kendaraan (5 digit terakhir) kemudian melakukan pembayaran dengan cara:

1. Pembayaran Samsat melalui ATM BPD Bali

Wajib pajak medatangi ATM BPD Bali terdekat, lalu memilih menu pembayaran samsat kemudian wajib pajak memasukkan nomor polisi kendaraan, nomor KTP (NIK) serta nomor rangka kendaraan (5 digit terakhir) dan melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Setelah itu wajib pajak akan mendapatkan struk transaksi yang berisi data pembayaran serta kode bayar. Kemudian wajib pajak ke KiosK Samsat dan memasukkan kode bayar untuk pengesahan STNK dan pencetakan SKPD dimana diperlukan STNK asli untuk disahkan pada KiosK Samsat atau datang ke UPT.

Setelah semua proses dijalani maka wajib pajak akan mendapatkan SKPD dan STNK.

2. Pembayaran Samsat melalui Mobile Banking

Pada mobile banking serta internet banking, wajib pajak akan menemukan menu “Pembayaran Samsat Bali. Wajib pajak memasukkan nomor polisi kendaraan, nomor KTP (NIK) serta nomor rangka kendaraan (5 digit terakhir) dan melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Setelah melakukan pembayaran, wajib pajak akan menerima struk transaksi berisikan data pembayaran serta kode bayar melalui e-mail. Dengan membawa struk transaksi dan STNK asli wajib pajak mendatangi KiosK atau UPT untuk pengesahan STNK dan pencetakan SKPD.

3. Pembayaran Samsat melalui teller Bank BPD Bali

Wajib pajak mendatangi Bank BPD terdekat dan melakukan pembayaran e-Samsat melalui teller dengan memberikan informasi berupa polisi kendaraan, nomor KTP (NIK) serta nomor rangka kendaraan (5 digit terakhir).

Setelah pembayaran melalui teller selesai wajib pajak bias dating ke KiosK atau UPT untuk mendapatkan SKPD dan pengesahan STNK dengan membawa STNK asli serta bukti pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Kendaraan Daerah Lain

Lantas bagaimana jika wajib pajak ingin membayar pajak kendaraan bermotor secara nasional? Katakanlah seseorang sedang berlibur di Bali tapi pada saat sama juga harus membayar pajak kendaraan bermotornya yang ada di Jakarta.

Wajib pajak tersebut dapat melakukannya melalui e-Samsat Nasional dengan 2 cara.

1. Mengunduh Aplikasi di Ponsel

Wajib pajak mengunduh aplikasi e-Samsat, kemudian mengisi data. Setelah itu sistem akan memverifikasi data lalu meminta data penetapan ke server. Setelah wajib pajak mendapatkan SKKP elektronik dan kode billing system, maka wajib pajak dalam waktu 2 jam harus sudah melakukan pembayaran melalui ATM, mobile banking, internet banking atau teller bank.

Wajib pajak kemudian akan medapatkan Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran elektronik (e-TBPKP) yang belaku 30 hari. Wajib pajak lalu datang ke kantor Samsat asal kendaraan untuk melakukan pengesahan STNK dan meminta TBPKB berdasarkan e-TBPKP.

2. Datang ke Kantor Samsat Terdekat

Wajib pajak datang ke kantor Samsat terdekat dan menyerahkan STNK, TBPKP dan KTP asli. Petugas akan memasukkan NRKB (Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor) dan NIK/TDP pada portal e-Samsat, namun apabila pengesahan belum menjelang dua bulan maka data kendaraan bermotor tidak ditampilkan.

Apabila data kendaraan bermotor muncul maka wajib pajak akan mendapatkan SKKP dan kode billing sytem (yang berlaku 2 jam). Wajib pajak dapat melakukan pembayaran langsung di kasir Samsat kemudian akan mendapatkan SKKP yang sudah diberikan tanda validasi (stempel lunas) atau melalui ATM, internet banking, mobile banking atau teller bank.

Setelah melakukan pembayaran wajib pajak akan mendapatkan struk tanda pembayaran. Pemohon kemudian datang ke kantor Samsat asal kendaraan untuk melakukan pengesahan STNK dan meminta TBPKB berdasarkan struk atau SKKP.

Cara pembayaran e-Samsat Nasional sama seperti cara pembayaran e-Samsat Bali hanya saja wajib pajak dapat menggunakan bank selain BPD Bali yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, BCA, CIMB Niaga dan Bank Permata serta 7 BPD yaitu BPD Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Untuk wajib pajak di Bali yang tidak mempunya rekening BPD Bali dapat melakukan pembayaran samsat menggunakan Kode Billing Samsat Nasional.

Dengan adanya e-Samsat ini pelayanan Samsat memasuki babak baru, yaitu modernisasi pelayanan publik demi terwujudnya pelayanan yang lebih mudah, lebih cepat, lebih transparan, dan lebih akuntabel. [b]

One Comment

  1. mantap, berarti tidak perlu menunjukkan KTP asli ya?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*