Butuh Kreativitas dalam Pengelolaan Dana Desa

Sumber: Dolanyok.com

Tidak jarang kita melihat balai banjar yang masih kuat dan kokoh dirubuhkan.

Tempat pertemuan warga di Bali itu kemudian dibangun kembali dengan bantuan dana desa, maupun bansos dari Pemerintah, Anggota DPR, dan lainnya. Padahal, secara fungsi, banjar tersebut mungkin sudah bisa memfasilitasi segala kegiatan adat yang sudah biasa dilakukan sejak dahulu.

Namun, tren ini menimbulkan satu pertanyaan: Kenapa bisa terjadi?

Mungkin ada pemikiran lain sehingga harus diratakan dengan tanah dan dibangun kembali dengan yang lebih megah. Misalnya karena banyak duit bantuan diterima banjar sehingga mereka pun membangun sesuatu yang sebenarnya sudah ada dan berfungsi dengan baik.

Dalam melakukan perencanaan penggunaan dana tersebut diperlukan pemikiran lebih bijak dan kreatif. Kepentingan jangka panjang sepertinya lebih penting untuk direncanakan dibandingkan sebatas membuat fasilitas umum yang lebih megah sedangkan secara fungsi fasilitas umum tersebut masih layak untuk digunakan.

Perencanaan dengan manfaat jangka panjang dan berkelanjutan untuk menghasilkan potensi ekonomi akan membuat banjar atau desa tersebut memiliki pemasukan keuangan yang tujuan akhirnya adalah meringankan beban masyarakat dalam berbagai aspek. Dalam konteks ini banjar ataupun desa seharusnya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakatnya secara mandiri (tanpa bantuan pihak luar) dan berkesinambungan dalam jangka panjang.

Mari kita belajar dari Jawa Tengah. Berikut adalah dua contoh perencanaan dan pengelolaan yang menarik untuk kita pelajari yaitu di Desa Banjarrejo, Kabupaten Gerobogan dan Desa Ponggok, Kabupaten Klaten.

Sumber Kompas.

Perencanaan dan pengelolaan yang kreatif akan menimbulkan potensi ekonomi yang tidur. Keberanian untuk mengesampingkan kepentingan-kepentingan lain juga salah satu kunci keberhasilannya. Dua desa di jawa tengah tersebut diatas telah berhasil membuat destinasi wisata baru yang pada akhirnya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat desanya.

Desa Ponggok malah bisa membayarkan premi bulanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk seluruh warganya sehingga kesehatan warganya terjamin. Semoga masyarakat Bali bisa terinspirasi dan bertindak nyata dengan tulisan singkat ini. [b]

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*