• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, May 13, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Pariwisata yang Meminggirkan Nelayan

Fadlik Al Iman by Fadlik Al Iman
24 January 2014
in Lingkungan
0
0

Sampah Pantai Jasri

Bukan hal luar biasa jika di Bali kita melihat pantai indah lautan sampah.

Begitulah keadaannya. Media masa sering sekali memuat keindahan pantai di Bali yang selalu dihantui permasalahan sampah. Tidak cukup dengan itu, keindahan Bali dengan keragaman potensi alam dan budayanya semakin hilang karena derasnya arus perubahan.

Contoh kecil saya temukan di sini, tepatnya di pantai Jasri lebih kurang 30 menit dari Padang Bai, Karangasem. Nyoman Komping memaparkan tentang Pantai Jasri yang dalam lima tahun terakhir mengalami abrasi luar biasa. Hal lainnya adalah permasalahan sampah yang mengganggu nelayan maupun pariwisata.

Kebanyakan jukung menambatkan talinya di sini. hHl ini karena bagian pantai yang lain telah dikuasai vila dan hotel. Pria 35 tahun ini memaparkan bahwa kehidupan nelayan di desanya semakin terpuruk karena kondisi karang yang telah rusak, musim melaut yang tidak menentu serta perlengkapan nelayan tidak menunjang.

Kondisi keterpurukan makin bertambah ketika nelayan selalu menyiapkan uang sebagai modal untuk melaut. Di desanya jika nelayan ingin mencari ikan sedikitnya mengeluarkan kocek Rp 35.000 untuk sekali melaut. Hal tersebut harus ditambah dengan ikan yang belum tentu di dapat.

Jikalau pada musim sulit melaut, kebanyakan nelayan tidak mendalami keahlian yang lainnya sehingga menganggur. Paceklik semakin panjang dirasakan ketika nelayan dengan hasil tidak menentu harus merawat jukung, jala, mesin serta layar yang semakin hari semakin usang.

Kebanyakan nelayan kemudian memilih berhutang.

Lain halnya jika pada profesi pemandu wisata, kendaraan bisa disewa sehingga tidak memerlukan biaya perawatan. Selain gaji mereka juga kerap mendapatkan tip jika mengantar ke tempat belanja atau tempat makan.

Nyoman Komping mengisahkan bahwa bapaknya adalah nelayan, namun dia menjadi pemandu wisata. Alasan yang paling kuat adalah bahwa pada kehidupan nelayan memiliki risiko lebih besar dibandingkan menjadi pemandu wisata.

Diharapkan dengan adanja ajang Pemilu, para pemimpin tidak hanya memaparkan program pemberdayaan nelayan sebagai bumbu bumbu kampanye, namul lebih ke aplikasi nyata memberdayakan masyarakat nelayan.

Patut diketahui bahwa sebagian besar nelayan di Bali semakin sulit mencari lahan untuk memarkirkan jukungnya dikarenakan pelaku wisata. Sementara pelaku wisata sangat mengharapkan hasil tangkapan nelayan dari permintaan para pengunjung. Sangat ironis.

“Mampukah pemerintah menyeimbangkan antara pemerdayaan nelayan dengan pariwisata karena keduanya sangat penting dan saling berkaitan?” tanya Nyoman Komping. [b]

Tags: EkonomiKarangasemLingkunganSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Fadlik Al Iman

Fadlik Al Iman

Pegiat lingkungan di Yayasan Alam Indonesia Lestari (LINI) Bali.

Related Posts

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

Ketika Letusan Batur Lima Kali Lipat dari Gunung Agung: Bali Pernah Kosong dari Manusia?

3 May 2026
Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

Generasi Muda Bali Mewarisi Utang dan Krisis Lingkungan

1 May 2026
IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

IAGI Bali Selidiki Lereng Kritis di Lokapaksa Ancam Puluhan Warga

29 April 2026
Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

Sampah Plastik Ancam Padang Lamun Bali

22 April 2026
Compost Bag Dipilih sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemkot Denpasar Rencanakan Distribusi 176 Ribu Compost Bag pada 2026

19 April 2026
Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

Banjar Saraswati Mengurai yang Tersisa, Menyemai yang Bermakna

7 April 2026
Next Post
Kolaborasi Kidung dengan Tari dan Lukis

Kolaborasi Kidung dengan Tari dan Lukis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

Satu Abad Rarud Batur 1926: Ingatan jadi Mitigasi Bencana di Masa Depan

13 May 2026
Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

Kerusakan Alam karena Food Estate di Film Pesta Babi

12 May 2026
Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

Aksi Kamisan Bali ke-66: Reaktivasi Berjuang tak Gentar

11 May 2026
Film Pendek Menapak di Sesi Cinéma de Demain, Festival de Cannes 2026

Film Pendek Menapak di Sesi Cinéma de Demain, Festival de Cannes 2026

10 May 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia