• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Thursday, March 12, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Pariwisata yang Meminggirkan Nelayan

Fadlik Al Iman by Fadlik Al Iman
24 January 2014
in Lingkungan
0
0

Sampah Pantai Jasri

Bukan hal luar biasa jika di Bali kita melihat pantai indah lautan sampah.

Begitulah keadaannya. Media masa sering sekali memuat keindahan pantai di Bali yang selalu dihantui permasalahan sampah. Tidak cukup dengan itu, keindahan Bali dengan keragaman potensi alam dan budayanya semakin hilang karena derasnya arus perubahan.

Contoh kecil saya temukan di sini, tepatnya di pantai Jasri lebih kurang 30 menit dari Padang Bai, Karangasem. Nyoman Komping memaparkan tentang Pantai Jasri yang dalam lima tahun terakhir mengalami abrasi luar biasa. Hal lainnya adalah permasalahan sampah yang mengganggu nelayan maupun pariwisata.

Kebanyakan jukung menambatkan talinya di sini. hHl ini karena bagian pantai yang lain telah dikuasai vila dan hotel. Pria 35 tahun ini memaparkan bahwa kehidupan nelayan di desanya semakin terpuruk karena kondisi karang yang telah rusak, musim melaut yang tidak menentu serta perlengkapan nelayan tidak menunjang.

Kondisi keterpurukan makin bertambah ketika nelayan selalu menyiapkan uang sebagai modal untuk melaut. Di desanya jika nelayan ingin mencari ikan sedikitnya mengeluarkan kocek Rp 35.000 untuk sekali melaut. Hal tersebut harus ditambah dengan ikan yang belum tentu di dapat.

Jikalau pada musim sulit melaut, kebanyakan nelayan tidak mendalami keahlian yang lainnya sehingga menganggur. Paceklik semakin panjang dirasakan ketika nelayan dengan hasil tidak menentu harus merawat jukung, jala, mesin serta layar yang semakin hari semakin usang.

Kebanyakan nelayan kemudian memilih berhutang.

Lain halnya jika pada profesi pemandu wisata, kendaraan bisa disewa sehingga tidak memerlukan biaya perawatan. Selain gaji mereka juga kerap mendapatkan tip jika mengantar ke tempat belanja atau tempat makan.

Nyoman Komping mengisahkan bahwa bapaknya adalah nelayan, namun dia menjadi pemandu wisata. Alasan yang paling kuat adalah bahwa pada kehidupan nelayan memiliki risiko lebih besar dibandingkan menjadi pemandu wisata.

Diharapkan dengan adanja ajang Pemilu, para pemimpin tidak hanya memaparkan program pemberdayaan nelayan sebagai bumbu bumbu kampanye, namul lebih ke aplikasi nyata memberdayakan masyarakat nelayan.

Patut diketahui bahwa sebagian besar nelayan di Bali semakin sulit mencari lahan untuk memarkirkan jukungnya dikarenakan pelaku wisata. Sementara pelaku wisata sangat mengharapkan hasil tangkapan nelayan dari permintaan para pengunjung. Sangat ironis.

“Mampukah pemerintah menyeimbangkan antara pemerdayaan nelayan dengan pariwisata karena keduanya sangat penting dan saling berkaitan?” tanya Nyoman Komping. [b]

Tags: EkonomiKarangasemLingkunganSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Fadlik Al Iman

Fadlik Al Iman

Pegiat lingkungan di Yayasan Alam Indonesia Lestari (LINI) Bali.

Related Posts

Patologi Atensi: Kenapa Otak Dangkal dan Malas Kontemplasi

6 March 2026
Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

Salah Kaprah Mitologi Dewi Danu dalam Pemuliaan Air

27 February 2026
Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

Potensi Panas Ekstrem di Bali: Apakah Pulau ini Sudah Bersiasat Meredamnya?

18 February 2026
Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

Udara Bersih saat G20, setelah itu Polusi kembali

11 February 2026
Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

Tebe Modern hingga Inovasi Sumur Resapan untuk Menghadapi Banjir

15 January 2026
Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

Krisis Sampah di Bali: Contoh Baik di Desa Ada, kenapa Pemerintah Pilih Bakar Sampah?

30 December 2025
Next Post
Kolaborasi Kidung dengan Tari dan Lukis

Kolaborasi Kidung dengan Tari dan Lukis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

Hapera Bali Buka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya

10 March 2026
Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

Rekomendasi Wisata Kano di Mangrove Tepi Kota Denpasar

8 March 2026

Dinamika Nyepi di Bali: Imbas Tawur hingga Kesepakatan Nasional

8 March 2026
Titik Berburu Takjil di Bali

Titik Berburu Takjil di Bali

6 March 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia