• Beranda
  • Pemasangan Iklan
  • Kontak
  • Bagi Beritamu!
  • Tentang Kami
Wednesday, August 26, 2026
  • Login
BaleBengong.id
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip
No Result
View All Result
BaleBengong
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Pariwisata yang Meminggirkan Nelayan

Fadlik Al Iman by Fadlik Al Iman
24 January 2014
in Lingkungan
0
0

Sampah Pantai Jasri

Bukan hal luar biasa jika di Bali kita melihat pantai indah lautan sampah.

Begitulah keadaannya. Media masa sering sekali memuat keindahan pantai di Bali yang selalu dihantui permasalahan sampah. Tidak cukup dengan itu, keindahan Bali dengan keragaman potensi alam dan budayanya semakin hilang karena derasnya arus perubahan.

Contoh kecil saya temukan di sini, tepatnya di pantai Jasri lebih kurang 30 menit dari Padang Bai, Karangasem. Nyoman Komping memaparkan tentang Pantai Jasri yang dalam lima tahun terakhir mengalami abrasi luar biasa. Hal lainnya adalah permasalahan sampah yang mengganggu nelayan maupun pariwisata.

Kebanyakan jukung menambatkan talinya di sini. hHl ini karena bagian pantai yang lain telah dikuasai vila dan hotel. Pria 35 tahun ini memaparkan bahwa kehidupan nelayan di desanya semakin terpuruk karena kondisi karang yang telah rusak, musim melaut yang tidak menentu serta perlengkapan nelayan tidak menunjang.

Kondisi keterpurukan makin bertambah ketika nelayan selalu menyiapkan uang sebagai modal untuk melaut. Di desanya jika nelayan ingin mencari ikan sedikitnya mengeluarkan kocek Rp 35.000 untuk sekali melaut. Hal tersebut harus ditambah dengan ikan yang belum tentu di dapat.

Jikalau pada musim sulit melaut, kebanyakan nelayan tidak mendalami keahlian yang lainnya sehingga menganggur. Paceklik semakin panjang dirasakan ketika nelayan dengan hasil tidak menentu harus merawat jukung, jala, mesin serta layar yang semakin hari semakin usang.

Kebanyakan nelayan kemudian memilih berhutang.

Lain halnya jika pada profesi pemandu wisata, kendaraan bisa disewa sehingga tidak memerlukan biaya perawatan. Selain gaji mereka juga kerap mendapatkan tip jika mengantar ke tempat belanja atau tempat makan.

Nyoman Komping mengisahkan bahwa bapaknya adalah nelayan, namun dia menjadi pemandu wisata. Alasan yang paling kuat adalah bahwa pada kehidupan nelayan memiliki risiko lebih besar dibandingkan menjadi pemandu wisata.

Diharapkan dengan adanja ajang Pemilu, para pemimpin tidak hanya memaparkan program pemberdayaan nelayan sebagai bumbu bumbu kampanye, namul lebih ke aplikasi nyata memberdayakan masyarakat nelayan.

Patut diketahui bahwa sebagian besar nelayan di Bali semakin sulit mencari lahan untuk memarkirkan jukungnya dikarenakan pelaku wisata. Sementara pelaku wisata sangat mengharapkan hasil tangkapan nelayan dari permintaan para pengunjung. Sangat ironis.

“Mampukah pemerintah menyeimbangkan antara pemerdayaan nelayan dengan pariwisata karena keduanya sangat penting dan saling berkaitan?” tanya Nyoman Komping. [b]

Tags: EkonomiKarangasemLingkunganSosial
Liputan Mendalam BaleBengong.ID
Fadlik Al Iman

Fadlik Al Iman

Pegiat lingkungan di Yayasan Alam Indonesia Lestari (LINI) Bali.

Related Posts

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

Jejak Gunung Api Bawah Laut: Menelusuri Lava Bantal Ponjok Batu, Kisah Geologi di Bali Utara

12 August 2026

Mengenal Trend Asia, Penggerak Advokasi Energi dan Lingkungan

27 July 2026
Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

Memahami Fenomena “Semburan Belerang” di Danau Batur dan akar masalahnya

26 July 2026
Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

Membaca Series Nature Crime Mongabay: Seberapa Jahat Manusia kepada Alam?

17 July 2026
Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

Menelusuri Asal Muasal Sumber Air Empat Danau Vulkanik Di Bali

22 June 2026
Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

Ngobrolin Krisis Iklim Bersama Climate Freask dan Kenapa Bali Perlu Versi Lokalnya

15 June 2026
Next Post
Kolaborasi Kidung dengan Tari dan Lukis

Kolaborasi Kidung dengan Tari dan Lukis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan Kami

Kelas Literasi BaleBengong
Melali Melali Melali
Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu? Seberapa Aman Perilaku Digitalmu?

Kabar Terbaru

Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

Penyebab Tanah Longsor di Desa Munduk

25 August 2026
Rekomendasi Wisata Air yang “Cukup Mudah” Diakses di Bali

Rekomendasi Wisata Air yang “Cukup Mudah” Diakses di Bali

25 August 2026

Permasalahan Penanggulangan Sampah Plastik di Desa Wisata

24 August 2026
Subak di Ambang Krisis, Ancaman Banjir dan Serbuan Tikus

Subak di Ambang Krisis, Ancaman Banjir dan Serbuan Tikus

23 August 2026
BaleBengong

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia

Informasi Tambahan

  • Iklan
  • Peringatan
  • Kontributor
  • Bagi Beritamu!
  • Tanya Jawab
  • Panduan Logo

Temukan Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan Mendalam
  • Berita Utama
  • Opini
  • Travel
  • Lingkungan
  • Sosok
  • Budaya
  • Sosial
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Arsip

© 2024 BaleBengong Media Warga Berbagi Cerita. Web hosted by BOC Indonesia