Kumbang 2017, Lebih Dekat dengan Konservasi Lingkungan

Kumbang adalah kegiatan Komunitas 60+ Earth Hour Denpasar untuk belajar lingkungan. Foto Herdian Armandhani.

Kumbang yang ini bukan si serangga terbang.

Kumpul belajar bareng (Kumbang) adalah kegiatan Komunitas 60+ Earth Hour Denpasar (EH). Tahun ini, Kumbang Komunitas EH Denpasar diadakan pada 8-9 Juli 2017 di D’Abode Villa Jalan Pengembak No 42, Sanur, Denpasar.

Kegiatan ini dihadiri 20 peserta yang terdiri dari pengurus dan para relawan Komunitas 60+ EH Denpasar. Acaranya diisi dengan berbagai materi yang berkaitan dengan Konservasi Lingkungan.

Sutan Tantowi Dermawan, Ketua Kegiatan acara Kumbang 2017, memaparkan materi tentang organisasi WWF dan kegiatan konservasi yang dilakukan selama ini. Materi yang dibawakan Sutan merupakan materi agenda Kumbang Nasional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sutan juga menjelaskan creative campaign WWF dalam mengangkat isu-isu lingkungan yang hangat di masyarakat.

Koordinator EH Denpasar Andri Purba membawakan dua buah materi yakni Konservasi Spesies Hiu Paus beserta tantangannya dan Kampanye Beli yang Baik. Dalam materi tentang paus, Andri secara detail menjelaskan mengenai satwa hius paus (nama lokal gurano bintang) patut untuk dilindungi.

Hiu Paus dilindungi karena spesiesnya saat ini mulai terancam. Satwa yang sangat jinak dan bersahabat dengan manusia ternyata tidak memiliki taring seperti hiu pada umunya. Hiu paus mengambil makanan dengan cara membuka dan menutup mulutnya layaknya mesin penghisap.

Hanya saja karena tidak bisa membedakan antara sampah dan plankton maka cepat sekali satwa ini mati. Secara tidak langsung manusia membunuh satwa betotol ini karena sampah plastik yang dibuang dan mengalir begitu saja ke laut.

Secara tidak langsung manusia telah membunuh hiu paus karena sampah plastik yang dibuang mengalir begitu saja ke laut.

“Untuk itulah melalui kegiatan Kumbang 2017 ini kami mengajak teman-teman sekalian untuk mengedukasi masyarakat di lingkungannya masing-masing agar mengurangi sampah plastik yang secara tidak langsung mempengaruhi kepunahan hiu paus,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk materi Kampanye Beli yang baik, Andri mengajak para pengurus dan relawan EH Denpasar untuk menjadi green consumer dengan cara membawa botol minuman (tumbler) ketika bepergian, menggunakan alat transportasi publik, beralih ke makanan yang cara pengolahannya tidak merusak lingkungan, menghemat pemakaian listrik, membawa tas belanja dari kain saat pergi belanja ke pasar tradisional atau Supermarket, dan masih banyak lagi.

Kegiatan Kumbang 2017 juga diisi dengan rapat evaluasi kegiatan EH yang telah berjalan dan akan dilakukan. Hal paling seru adalah kegiatan bermain di kolam renang yang diikuti oleh semua anggota Komunitas EH. Semua peserta nampak begitu gembira dan menikmati sesi games ini.

Teddy C Putra salah satu relawan EH mengaku kegiatan Kumbang 2017 sangat bermanfaat bagi para relawan. Peserta bisa lebih menambah wawasan mengenai konservasi lingkungan dan cara melakukan aksi nyata untuk mendukung pelestarian lingkungan.

“Sangat bermanfaat bagi saya dan lebih paham mengenai konservasi lingkungan dan aksi nyata dalam pelestariannya,” tuturnya. [b]

One Comment

  1. Pingback: Pelajari Konservasi Lingkungan, Kumpul Belajar Bareng Ala Komunitas EH Denpasar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*