Reform: Animasi tentang Pemimpin Kebanyakan Saat Ini

Sosok pemimpin dalam film animasi ‘Reform’.

Hari demi hari kita semakin skeptis dengan karakter-karakter pemimpin saat ini.

Bagaimana tidak, tingkah polah mereka saat ini sudah hampir mirip pelawak, senang melucu dan membanyol. Tak hanya dalam urusan perilaku, urusan membuat program kerja tak jarang membuat kita terkekeh-kekeh.

Sering terpikir kalau mata dan telinga kita sudah terlatih untuk melihat dan mendengar celotehan mereka di berbagai media. Korupsi anggaran, nonton ‘bokep’ saat rapat, atau apalah itu ya, meski sulit diterima akal sehat tapi kenyataannya rakyat cukup tabah mengamatinya. Walau tentu susah untuk dilupakan. 

Begitu pula sosok pemimpin dalam film animasi ‘Reform’ karya M. Ramza Ardyputra. Ketika menonton film berdurasi enam menit ini kita akan disuguhkan seorang pemimpin yang lupa rakyatnya dan senang berpesta pora.

Di awal film, kita dapat melihat seluruh bendera partai berwarna merah dengan logo jantung berwarna emas di tengah-tengahnya. Bendera tersebut menggambarkan kecintaan para kader partai pada rakyatnya. Tak hanya itu, bendera juga cerminan kepedulian pemimpin untuk senantiasa bekerja dan mengabdi dengan hati kepada rakyat.

Maka tak salah bendera ini mampu menarik perhatian rakyat yang mendambakan akan terjadinya perubahan di kota kumuh dengan lalu lintas yang semrawut.

Sutradara film animasi ‘Reform’, M. Ramza Ardyputra

Secara visual dalam animasi ini perbedaan pemimpin dengan rakyatnya digambarkan dengan perbedaan warna kulit, pemimpin berkulit emas sedangkan rakyatnya berkulit putih. Wajah pemimpin juga digambarkan lengkap dengan senyum lebar hingga seluruh giginya terlihat.

Film ini menggunakan pendekatan komedi dalam  menghubungkan konteks situasi politik dimana para politikus sering terlihat sumbringah dan murah senyum kepada rakyatnya agar terlihat baik, santun dan jauh dari citra korup.

Namun, pada akhirnya senyum hanyalah alat untuk menarik sebanyak-banyaknya simpati rakyat.

Alhasil semua program yang terbengkalai, vonis terlibat korupsi dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan dianggap cukup termaafkan dengan senyum.

Bagi mereka, jargon “masalah dalam hidup disenyumin aja” sudah membumi dalam tubuh mereka. Menarik perhatian melalui bendera berlogo hati serta senyum yang menjanjikan akan dengan mudah membuat rakyat terpikat untuk memilihnya.  

Bagai pungguk merindukan bulan, yang diharap tak kunjung datang. Tak ada program yang tewujud. Kota tetap kumuh, transportasi tetap kacau. Rakyat hanya bisa gigit jari. Di akhir cerita seorang rakyat akhirnya tak tahan melihat keadaan kotanya. Dia memutuskan untuk pergi ke sebuah gedung tinggi, tempat pemimpin kota itu menghabiskan waktu. Dengan rasa marah dan harapan-harapan akan terciptanya perubahan.

Sampai di gedung tersebut, dia terkejut melihat bagaimana pemimpin-pemimpinnya berpesta pora. Sayang karena godaan yang begitu keras, seseorang yang berminat untuk melakukan reformasi akhirnya harus ikut dibawa arus. Orang tersebut akhirnya menjadi bagian dari pemimpin yang tinggal di gedung tinggi, kulit menjadi berwarna emas lengkap dengan senyum sumringah.

‘Reform’ tayang di beberapa festival film internasional

Film ‘Reform’ (sutradara: M. Ramza Ardyputra) diputar di dalam rangkaian program S-Express 2017 Indonesia (programmer: Fransiska Prihadi -MINIKINO) dan diputar pada berbagai festival film sebagai berikut:

The 21st Thai Short Film and Video Festival (29 Aug-10 Sep 2017) at Bangkok Art & Culture Centre

Asia Peace Film Festival 2017 (18-20 Sep 2017), Islamabad – Pakistan

International Short Film Festival 3rd Minikino Film Week (7-14 Oct 2017), Bali-Indonesia
8 Oct 2017: Gedung Merdeka, BPPD Denpasar
9 Oct 2017 – Campuhan College, Ubud
12 Oct 2017 – Fame Hotel

Pemutaran program S-Express 2017 akan datang:
Sabtu, 25 Nov 2017 – halaman kantor Radar Bali – jl.Hayam Wuruk, Denpasar-Bali
Pukul 18.30 dalam acara Nobar Anak Muda Indonesia feat Zetizen Bali
Sabtu, 9 Des 2017 – Rumah Film Sang Karsa, jl.raya seririt-lovina, Singaraja-Bali
Pukul 20.00 WITA.

One Comment

  1. Fransiska Prihadi

    (sayangnya) kontekstual dengan situasi pemimpin negara kita saat ini..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*