Kisah Konser White Rose Membuka Mata Mereka

foto by white rose

Kenalkan band indie dari Denpasar, White Rose.

Band pengusung genre pop-punk tersebut berhasil mengadakan tur di Pulau Jawa sekaligus menorehkan tinta emas dalam karier musik mereka. White Rose menaklukkan delapan panggung.

Tidak hanya sekadar tur, band yang beranggotakan Surya Dipta (Vocal/Guitar), Ian Putra (Guitar), Kurniawan Adi Krisna A.K.A Goib (Bass), dan Satria Priangga (Drum) ini juga sekaligus mempromosikan album berjudul Buka Mata Mereka.

Tur bertajuk Buka Mata Mereka Java Tour 2015 di Jawa Timur dan Jawa Tengah ini bukan tanpa halangan. Band sempat terkendala masalah perizinan dengan kepolisian setempat saat tampil di kawasan Bojonegoro, Jawa Timur.

Bojonegoro menjadi salah satu tempat manggung selain di Godbless Café – Malang, DBL Arena – Surabaya, Cheersnep – Purwokerto, Historia Café – Banjarnegara, Café Lare Doesoen 45 – Ambarawa, My Kopi – Semarang, dan XT Square – Yogyakarta.

foto by white rose

Seperti yang sempat diceritakan sang vokalis Surya Dipta, ketika giliran mereka tampil di Stadiun Serbaguna, Bojonegoro, polisi sempat hendak menghentikan acara karena alasan yang tidak jelas.

Saat itu pihak kepolisian hanya memberikan izin untuk satu band lagi yakni Billfold (BDG) yang notabene menjadi guest star di acara tersebut. Kami sempat sedikit panik. Namun, yang membuat kami terharu adalah pihak Billfold membela kami untuk tetap tampil.

“Pada akhirnya kami tampil hanya dua lagu dengan menggunakan alat-alat mereka agar menghemat waktu. Hahaha.. Benar-benar pengalaman yang tak akan pernah kami lupakan. Kami sangat salut dengan Billfold,” kata Surya. [b]

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*