Minikino Film Therapy, Nonton dan Diskusi selama Januari

Suasana nonton bersama Minikino (dok. Minikino)

Minikino membuka tahun baru dengan Film Therapy.

Film Therapy adalah program film pendek untuk mengangkat konsep memperkenalkan karya film pada fungsinya yang lebih serius. Tak sekadar hiburan.

Dalam ilmu medis, terutama yang berkaitan dengan kesehatan mental, film ternyata juga digunakan sebagai suplemen untuk terapi psikologi. Bahkan sudah banyak buku mulai ditulis. Menurut pakar psikologi Gary Solomon pengarang buku The Motion Picture Prescription and Reel Therapy, film therapy adalah penggunaan film layar lebar atau televisi untuk tujuan terapi.

Namun, Edo Wulia sebagai programmer film pendek bulan ini juga menekankan bahwa film sebagai refleksi suatu gagasan dan emosi, tentu tidak terbatas hanya memengaruhi penonton. Film juga bisa mempengaruhi semua pihak yang terlibat dalam produksi. Pelatihan produksi film juga bertujuan untuk pembentukan karakter, merangsang kesadaran kerja sama serta membentuk karakter kepemimpinan.

Minikino telah melakukan beberpa kali pelatihan dengan hasil yang memuaskan.

M.E., salah satu film pendek dari Inggris yang diputar pada Minikino Film Theraphy (dok. Minikino)

Program Minikino Film Therapy menayangkan lima karya film pendek internasional yaitu M.E. (3 menit 10 detik) dengan sutradara Alexandra Hohner dari Inggris, FRIED BARRY (3 menit 32 detik) sutradara Ryan Kruger dari Afrika Selatan, ESTELA (23 menit) karya Hilda Lopes Pontes dari Brazil, LITUANIA (19 menit 59 detik) dengan sutradara Iker Arce dari Spanyol, dan AXIOMA (15 menit 22 detik) karya sutradara Elisa Possenti dari Italia.

Durasi total seluruh tayangan adalah 66 menit. Seperti biasa, nonton bersama akan diakhiri dengan tanya jawab santai bersama penonton.

Edo Wulia dalam mempersiapkan program ini juga secara khusus menghubungi beberapa pihak, salah satunya Birgit Wolz, Ph.D., MFT, pengarang buku dan juga seorang praktisi psikoterapi berbasis di California, Amerika Serikat. Birgit melakukan terapi kejiwaan menggunakan film sebagai medium terapinya. Klip video pendek dari Birgit akan membuka tayangan program Minikino Film Therapy dengan sebuah pengantar singkat bagaimana film therapy bekerja.

Di Denpasar, Minikino juga menghubungi Yohanes K. Herdiyanto, Ketua Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali yang bertempat di Rumah Berdaya, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar. Dalam kesempatan ini Minikino mengundang Yohanes K. Herdiyanto dan KPSI untuk ikut meramaikan acara sekaligus menjadi nara sumber bagi penonton umum yang mungkin penasaran tentang KPSI.

Program Minikino Film Therapy akan ditayangkan di tiga tempat berbeda. Jadwal terdekat adalah di Rumah Film Sang Karsa, Buleleng, pada Sabtu,13 Januari 2018. Selanjutnya Minihall Irama Indah, Denpasar, pada Sabtu, 27 Januari 2018. Terakhir di Universitas Sanata Dharma ruang Observasi, Fakultas Psikologi di Yogyakarta pada Senin, 29 Januari 2018.

Semua acara terbuka untuk umum, namun konten tayangan ini mungkin kurang dipahami untuk usia penonton anak-anak. Lebih detail mengenai jadwal, sinopsis film dan acaranya dapat dengan mudah dilihat di situs web Minikino.

Selain sebagai perkenalan awal untuk bidang psikoterapi Cinema Therapy, program film ini tetap mempertahankan unsur hiburannya, karena ditujukan untuk penonton umum dan bahkan yang masih awam.

Minikino sebagai organisasi film pendek pertama di Indonesia, telah memulai aktivitasnya sejak 2002. Salah satu kegiatan yang dirancang pertama kali pada masa awal adalah Screening & Diksusi Bulanan. Sesuai namanya, kegiatan ini berlanjut secara rutin setiap bulan, terus menerus dilakukan sampai saat ini.

Kegiatannya utama dalam mempersiapkan Screening & Diksusi Bulanan mencakup kurasi film-film pendek, perencanaan program dan mengurus perijinan penggunaan film. Kemudian mengurus izin penggunaan tempat acara, serta melakukan publikasi acara. Kerja rutin ini kemudian ditutup dengan pengarsipan. Tentu saja semua ini memerlukan dedikasi tenaga dan pikiran yang tidak sedikit, namun setelah berlangsung berulang kali akhirnya semuanya menjadi semakin terbiasa.

Seiring juga dengan berkembangnya pilihan film yang tersedia dan reputasi yang terbangun selama lebih dari 15 tahun. Semua pekerjaan dilakukan dan diatur bersama para relawan yang bekerja secara bergantian di dalam organisasi Minikino dari tahun ke tahun.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*