Sebungkus Nasi dan Jagoan Masa Lalu

Sebungkus Nasi dan Jagoan Masa Lalu

Teks Benito Lopulalan Lelaki itu menatap dingin pada lima orang bandit yang menggoda seorang perempuan. “Bukan begitu caranya memperlakukan perempuan,” katanya dingin. “Kau mau apa!” bentak bandit-bandit itu. “Tidak penting. Maaf kalau mengganggu,” kata lelaki itu. Sejurus kemudian, serentetan tembakan membuat para bandit terjungkal. Lelaki jagoan pembasmi kejahatan itu bernama […]

Bioskop Denpasar

Oleh Darma Putra Jauh sebelum hadirnya televisi, VCD, dan DVD, gedung bioskop merupakan salah satu lambang modernitas kota Denpasar. Kapan pastinya gedong bioskop berdiri di Denpasar perlu diteliti lebih jauh. Yang jelas, pada tahun 1950-an, media massa yang terbit di Bali sudah menyebutkan kegandrungan kalangan elit dan remaja kota menonton […]

Festival Musik Bambu

Dikirim oleh Arief Budiman Bambu talks-road to Bambu Nusantara Bali Tergugah dengan fakta bahwa lebih dari 10 persen bambu dunia berada di Indonesia dan bambu merupakan bagian kultur rakyat Indonesia, Departemen Pariwisata Budaya menyelenggarakan Festival Musik Bambu untuk memperingati ulang tahun Kemerdekaan RI ke-62. Bambu yang juga dalam penelitian di […]

Telaah Waria Made Wianta

Oleh Anton Muhajir Ketekunan perupa Made Wianta mendokumentasikan catatan-catatan kecilnya jadi perhatian Refly, alumni S2 Kajian Budaya Universitas Udayana (Unud) Bali. Refly, yang rajin menulis di media massa, itu mengulas puisi karya Made Wianta dalam buku Bahasa Estetika Postmodernisme: Puisi Rupa Made Wianta. Refly menggunakan teori postmodernisme, yang lagi ngetrend […]

Cerita Puputan Tanpa Kesimpulan

  Oleh Anton Muhajir Buku tentang Puputan Badung dari persepektif Belanda dan Bali. Tanpa kesimpulan jadi pilihan mengambang.  Peringatan seabad perang antara Belanda dan kerajaan Badung diperingati di Denpasar, Bali September tahun lalu. Ribuan orang mengiringi arak-arakan Gerebek Aksara sepanjang sekitar 100 km dari Karangasem ke Denpasar. Selain mengarak benda-benda […]