Setelah Bali, Minikino Bikin Layar Tancap di Lombok

Mengobati trauma setelah gempa dengan nonton bersama.

Setelah melewati keseruan seminggu penuh festival dan melaksanakan Pop Up Cinema (Layar Tancap) di Bali, Minikino Film Week 4 melanjutkannya dengan melakukan Road Show Pop Up Cinema ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Satu bulan sebelumnya, pada 7 – 9 Oktober 2018, Minikino telah melaksanakan tiga layar tancap di tiga tempat berbeda yaitu di Bale Banjar Kebayan Desa Nyambu Tabanan bekerja sama dengan Nyambu Eco Tourism, di Puri Klungkung bekerja sama dengan Cineclue, dan di Wantilan Desa Pedawa, Buleleng bekerja sama dengan Kayonan Pedawa; Pecinta Alam Pedawa.

November ini, Minikino mengawali bulan dengan melakukan Road Show ke Lombok bekerja sama dengan Rotary RDR (Rotary Disaster Relief). Ada tiga lokasi yang menjadi tempat Road Show Minikino di Lombok kali ini.

Dalam waktu empat hari Road Show, Minikino membawa sembilan film-film pendek pilihannya, yaitu; Mogu and Perol. Be The Reds, Schoolyard Blues, Air Untuk Wasa, Life of Death, Belly Flop, Caronte, Almari, dan peraih Best Short Film of The Year Minikino Film Week 4, Kimchi.
Pop Up Cinema hari pertama akan dilaksanakan pada 2 November 2018, pukul 18:30 WITA, bertempat di Lapangan PEMDA KLU, Dusun Teluk Dalam Kren, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

Desa Medana adalah salah satu desa di Lombok Utara yang mengalami kerusakan yang cukup parah di Lombok Utara akibat gempa yang mengguncangnya bulan Agustus lalu. Di lokasi ini dihuni oleh 60 kepala keluarga. Untuk menambah penghasilan pasca gempa, warga di lokasi membuat kelompok yang disebut Kelompok Harapan Bunda.

Kelompok Harapan Bunda adalah kelompok usaha kecil menengah yang menjual kopi robusta yang disebut Kopi Lindur. Lindur dalam bahasa Lombok berarti gempa. Kopi ini disebut dengan Kopi Lindur karena anggota dari kelompok ibu-ibu ini dipertemukan karena gempa, oleh karena itu kopi ini disebut Kopi Lindur.

Menurut penuturan Ari, pemuda Kopang, kegiatan yang dilakukan Minikino sangat bagus dan menguntungkan warga setempat. Dia mengaku ada kegiatan seperti ini di desa. Warga jadi ada hiburan dan tidak suntuk di rumah. Warga juga bisa jualan kopi dan lain-lain sebelum acara dimulai, jadi warga dapat menambah penghasilan setelah gempa waktu ini.

“Apalagi belum pernah ada kegiatan nonton bareng film, ya bagus lah jadi ada hiburan,” jelas Ari.

Saat Pop Up Cinema hari pertama, 150 jumlah penonton mulai dari anak-anak, anak muda bahkan hingga usia senja hadir untuk menonton film.

Putra, salah satu penonton sangat senang karena sekarang bisa nonton film rame-rame. Saat ditanya dia menjelaskan kalau kegiatan seperti ini membuatnya senang karena pengungsian yang jadi tempat tinggalnya sementara kembali rame, selain itu bisa main rame-rame dan bisa main dengan lebih banyak teman lagi.

Budi Utomo, selaku Kepala Kewilayahan Dusun Teluk Dalam Kren, Desa Medana, Lombok Utara juga menyampaikan rasa senangnya dan terima kasih untuk Minikino dan Rotary Disaster Relief (RDR) sudah membawa hiburan ke desanya untuk menghibur masyarakat yang terkena dampak gempa. Dengan diadakannya kegiatan semacam ini, dia juga berharap semakin tumbuhnya rasa kebersamaan antar sesama warga. [b]

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*