Membaca Tarot, Meneropong Pilgub Bali 2018

Pembaca kartu tarot Age Darmaniaga.

Besok, 27 Juni 2018 adalah hari penting bagi masyarakat Bali.

Mereka menggunakan hak politik memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Bali untuk lima tahun ke depan. Bagi tim sukses tiap pasangan calon (paslon) besok adalah hari penentuan bagi kerja keras mereka dalam memenangkan paslon menjadi pemimpin Bali pilihan rakyat.

Saya tak hendak menulis analisis politik. Sudah banyak tulisan mengenai itu baik yang ditulis oleh pakar dan pengamat politik atau orang biasa yang banyak menulis, berdebat hingga ribut karena berbeda pandangan di berbagai grup yang ada di media sosial.

Kali ini saya ingin menulis tentang Pilgub Bali berdasarkan kartu tarot, oleh banyak orang dikenal sebagai media untuk meramal nasib dan masa depan berdasarkan kartu yang memiliki makna serta arti yang berlainan satu dengan lainnya.

Pembacaan kartu tarot ini atas inisiatif saya sendiri saat mengunjungi Age Darmaniaga, seorang wirausahawan yang juga pembaca tarot. Pertemuan saya dengannya berlangsung di kantornya di bilangan Padangsambian, Denpasar pada 21 Juni 2018.

Sebaran Kartu Koster – Cok Ace.

Tahap pertama, saya meminta ia membuka kartu tarot dan mencoba ‘membaca’ pasangan calon (paslon) I yakni I Wayan Koster –Cokorda Artha Ardhana Sukawati (Koster-Cok). Metode yang dipakai adalah pembacaan lima kartu, artinya ada lima kartu yang ditebar dan memiliki makna yang berbeda namun merupakan satu-kesatuan.

Kartu pertama yang muncul adalah kartu ‘Strength”.

Pada konteks Paslon I bermakna banyak sekali kendala atau rintangan yang dihadapi baik dari dalam maupun dari luar, sebelum atau saat proses pencalonan diri sebagai Paslon. Seperti seekor singa buas, tak semua pihak bisa diajak bekerja sama. Ada yang terang-terangan ‘membelot’ dan memberikan dukungan pada lawan politik.

Dikaitkan dengan keadaan saat ini, dalam politik memang tidak ada yang abadi, mesti benar-benar kuat menghadapi segalanya.

Kartu kedua yang muncul adalah Nine Pentacles, bermakna Paslon ini sangat berharap sebuah kebaikan –terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dan memiliki ambisi serta tekad yang kuat dalam mewujudkan hal itu.

Kartu ketiga yang muncul adalah Eight of Cups bermakna hendaknya Paslon ini tetap berjalan pada jalurnya, mengikuti arus dan menyerahkan segalanya pada Tuhan.

Waktu akan menjawab semuanya, tak perlu menghiraukan berbagai kendala yang dihadapi betapapun besarnya kendala tersebut. Walaupun banyak kendala dan cobaan yang datang seperti orang dalam yang ‘berkhianat’ tak usah dihiraukan, masih banyak orang yang mendukung Paslon ini.

Kartu keempat yang muncul adalah King of Wands, bermakna harapan baik datang dari Paslon ini. Dia sudah memegang harapan itu, walaupun banyak cobaan yang diterima. Harapan akan terpilih menjadi pemimpin Bali akan terkabul dan kemungkinan besar terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang baru.

Kartu kelima yang muncul adalah Knight of Cups. Bermakna memegang harapan dan kemenangan, seperti pasukan yang memenangkan sebuah pertempuran.

Foto kartu tarot Ida Bagus Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta.

Pada tahap kedua kartu yang dibuka adalah untuk Paslon II yakni Ida Bagus Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) Sama seperti tahap pertama, kartu tarot yang ditebar berjumlah lima, dan berikut kartu-katu yang muncul: kartu pertama adalah Three of Pentacles, bermakna saat ini banyak orang belum memutuskan pilihan pada Paslon ini. Hanya menilai dari luar berbagai program yang ditawarkan dan mempertanyakan gebrakan Paslon ini.

Kartu kedua yang muncul adalah Ace of Wands, bermakna Paslon ini memiliki harapan baru, dalam artian ingin menjadi pemimpin dan menjalankan program-program yang belum atau tidak dijalankan sebelumnya sebagai orang yang pernah menjabat sebuah jabatan,

Kartu ketiga yang muncul Four of Pentacles, bermakna adanya kendala. Paslon ini mesti lebih ‘lepas’ dalam penyampaian program-program dan tidak tertutup—dalam kampanye program yang disampaikan belum menyentuh lapisan bawah dan hanya pada level atau golongan tertentu.

Kartu keempat yang muncul adalah Five of Pentacles, bermakna hasil akhir kurang bagus. Kartu ini bergambar orang miskin dan menderita yang mempunyai arti kurang memuaskan, banyak berdoa semoga ada mukjizat dari Tuhan. Ikhlaskan dan serahkan semua pada-Nya.

Kartu kelima yang muncul adalah The Star, bermakna tak usah khawatir akan kekalahan, Paslon ini masih akan bersinar karir politiknya dan masih diperlukan sumbangsih serta keahliannya dalam membangun Bali.

Demikianlah hasil pembacaan kartu tarot berkaitan dengan Pligub Bali 2018. Mohon tidak dimaknai lain selain sebagai sebuah ramalan berdasarkan kartu tarot. Bisa jadi apa yang disampaikan salah dan meleset, berbeda dengan kenyataan.

Ini hanyalah sebuah prediksi, sama seperti prediksi tim sepakbola yang menang dalam sebuah pertandingan pada Piala Dunia yang sedang berlangsung dan digemari masyarakat seantero negeri. Selamat menggunakan hak pilih Anda. [b]

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*