Festival Omed-Omedan 2017, Banjir Pengunjung yang Menonton

Festival Omed-omedan 2017 bukan untuk melakukan ciuman massal tapi menghormati tradisi. Foto Herdian Armandhani.

Sehari setelah Nyepi, warga Denpasar dihibur Festival Omed-Omedan.

Perayaan di Sepanjang Jalan Sesetan, Banjar Kaja, Denpasar ini diadakan kemarin. Festival juga diramaikan dengan Pasar Rakyat yang menjual kuliner khas Bali, Parade Seni, dan Parade Band.

Festival Omed-Omedan dilangsungkan setahun sekali.Omed-Omedan adalah upacara sacral yang diadakan oleh pemuda-pemuda Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar setiap tahunnya.Festival Omed-Omedan dirayakan sehari setalah Nyepi tepatnya Ngembak Geni.

Omed-Omedan atau Med-medan sendiri berasal dari Bahasa Bali yang artinya tarik-tarikan. Tradisi Omed-Omedan merupakan warisan kebudayaan yang dilakukan semenjak zaman penjajahan Belanda. Omed-Omedan bukan sekedar Festival Ciuman missal, namun lebih keunsur ritual keagamaan Hindu.

Alkisah Raja Puri Oka mengalami sakit keras. Sang Raja sudah berobat ke Beberapa ahli pengobatan namun tak urung sembuh. Sehari usai hari raya Nyepi (Ngembak Geni), masyarakat Puri Oka menggelar permainan Omed-Omedan.

Saking ramainya suara saat permainan berlangsung, raja yang sedang sakit marah karena keributan permainan Omed-Omedan.

Akhirnya Sang Raja memutuskan untuk menyaksiskan Omed-Omedan. Ajaib tiba-tiba sakit yang raja rasakan menghilang. Akhirnya sang Raja sembuh seperti sediakala. Kemudian darisanalah Upacara Omed-Omedan dilangsungkan hingga saat ini.

Festival Ome-Omedan sempat dilarang Pihak Kolonial Belanda saat Indonesia belum merdeka. Saat upacara Omed-Omedan tidak dilaksanakan akibat larangan pihak Belanda tiba-tiba ada dua ekor Babi besar berkelahi ditempat Omed-Omedan biasa digelar.

Raja beserta rakyat pun berdoa meminta petunjuk. Akhirnya Pihak Belanda memperbolehkan upacara sakral ini digelar.

Remaja putri bersiap maju satu per satu dalam Festival Omed-omedan 2017. Foto Herdian Armandhani.

Festival Omed-Omedan 2017 mengusung Tema “Sudhamala” dengan jargon “Berbagi Energi Positif Demi Mencapai Kerahayuan. Acara Puncak yakni Omed-Omedan dimulai pukul 15.00 WITA. Muda-Mudi dari Banjar Kaja sudah bersiap membentuk barisan berbanjar. Di sebelah Kanan untuk pemuda dan disebelah kiri untuk pemudi.

Iringan Baleganjur yang dinamis menambah keriuhan Festival Omed-Omedan 2017. Ada seorang pecalang yang menjadi wasit. Tak ketinggalan guyuran air sudah dipersiapkan untuk menyiram peserta Omed-Omedan.

Saat Wasit memberikan aba-aba para muda-mudi yang ditunjuk secara bergantian maju dan langsung memeluk dan tarik-menarik serta berciuman.

Suasana menjadi begitu magis manakala di akhir upaacara Omed-Omedan para remaja putrid kerauhan atau trance sambil berteriak-teriak. Remaja Putri yang kerauhan pun langsung diangkat ke Bale Banjar oleh beberapa panitia Festival Omed-Omedan.

Pengunjung banyak terpukau dengan Festival Omed-Omedan 2017. Seperti yang diungkpkan oleh I Wayan Megariana. Ia mengatakan bahwa Festival Omed-Omedan merupakan Festival yang menarik dan sebagai generai muda Bali harus terus melestarikannya.

“Omed-Omedan begitu menarik dan sayang untuk dilewatkan. Sebagai generasi muda Bali kita harus melestarikannya,“ tandasnya.

Selain warga lokal yang menyaksikan Festival Omed-Omedan. Tampak terlihat wisatawan Asing yang mengabadikan Festival Omed-Omedan. [b]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*