Darah Muda WALHI Bali untuk Menangkan Teluk Benoa

Direktur WALHI Bali terpilih menegaskan sikap menolak reklamasi Teluk Benoa. Foto WALHI Bali.

WALHI Eksekutif Daerah Bali punya pemimpin baru.

I Made Juli Untung Pratama terpilih sebagai Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bali untuk periode 2018 – 2022 menggantikan Suriadi Darmoko, Direktur Eksekutif WALHI Bali periode 2014 – 2018. Pergantian direktur akan menjadi kekuatan baru perjuangan WALHI Bali untuk memperjuangkan penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa.

Untung Pratama, yang lebih akrab dipanggil Topan, terpilih sebagai direktur eksekutif dalam Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH), rapat tertinggi WALHI Bali setiap empat tahun sekali pada Jumat (9/3). Selain pergantian pengurus, PDLH tersebut juga menyusun program kerja organisasi, salah satunya adalah menjaga komitmen dan konsistensi untuk memenangkan Teluk Benoa.

WALHI Bali merupakan bagian dari WALHI Nasional, yang didirikan pada 1996 oleh organisasi masyarakat sipil dan individu-individu yang peduli terhadap persoalan lingkungan hidup di Bali. WALHI Bali ikut berperan untuk memempromosikan kesadaran lingkungan hidup melalui Pendidikan, advokasi kebijakan, kampanye lingkungan hidup, pengorganisasian rakyat dan protes-protes sosial lainnya.

WALHI Bali juga merupakan bagian dari aliansi Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI), yang terus melakukan penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa sejak lima tahun lalu sampai hari ini. Memasuki tahun kelima gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa yang merupakan tahun penentuan di mana 25 Agustus 2018 adalah batas waktu izin lokasi reklamasi yang dipegang PT. TWBI, WALHI Bali mengajak rakyat Bali untuk terus berjuang bersama memenangkan Teluk Benoa dari ancaman reklamasi.

Merayakan pergantian pimpinan baru, WALHI Bali juga menggelar konser musik dengan tema “WALHI Memanggil: Ayo Menangkan Teluk Benoa”. Konser digelar di Kulidan Kitchen & Space, Jl Salya, Banjar Wangbung, Guwang, Sukawati, Gianyar pada Sabtu (10/3).

Acara yang dimulai sejak Pukul 17.00 WITA, menampilkan beberapa band yang selama ini aktif menyuarakan penyelamatan lingkungan diantaranya Advark, Prison & Guns, Cyclops, Racun Timur Menggoda dan Geekssmile.

Suriadi Darmoko Direktur Eksekutif WALHI Bali 2014-2018 menjelaskan bahwa pemilihan tema WALHI Memanggil: Ayo Menangkan Teluk Benoa adalah sebuah ajakan bagi seluruh komponen rakyat Bali untuk ikut menolak rencana reklamasi Teluk Benoa yang izinnya akan berakhir pada 25 Agustus 2018.

“Tagline memanggil ini memang sekarang banyak ada apalagi di tahun-tahun politik. Namun, sebelum tahun politik ini, WALHI sudah menggunakan tagline tersebut. WALHI memanggil adalah seruan dan ajakan dari WALHI Bali untuk kepada kita semua untuk terus berjuang tetap fokus memenangkan Teluk Benoa di tahun 2018 ini,” jelasnya.

I Made Juli Untung Pratama, Direktur Eksekutif WALHI Bali periode 2018-2022, dalam orasi politiknya menegaskan bahwa selama lima tahun sudah WALHI Bali bersama rakyat Bali ikut menolak rencana reklamasi Teluk Benoa dan bersama rakyat bali mengalami intimidasi, kriminalisasi, dan kekerasan karena menolak rencana reklamasi Teluk Benoa, itu membuktikan bahwa WALHI Bali merupakan bagian dari rakyat. Tanpa partisipasi rakyat WALHI Bali bukan apa-apa.

“WALHI Bali adalah rumah bagi kita semua, rumah bagi kita yang memiliki mimpi, cita-cita, dan ingin mewujudkan lingkungan hidup yang adil dan lestari bagi generasi kita nanti. Tanpa partisipasi rakyat, WALHI bukan apa-apa,” tegasnya.

Topan menambahkan pergantian kepengurusan di WALHI Bali tidak mengubah komitmen dan konsistensi WALHI dalam menolak reklamasi. Sebaliknya, pergantian pengurus ini justru menguatkan sikap kami dan kami akan terus bergandengan tangan bersama kawan-kawan di ForBALI.

“WALHI Bali memanggil seluruh komponen rakyat Bali untuk terus berjuang bersama memenangkan Teluk Benoa dari ancaman reklamasi,” ujarnya lugas.

Konser musik, WALHI Memanggil: Ayo Menangkan Teluk Benoa, selain untuk terus menyuarakan penolakan reklamasi Teluk Benoa, acara ini diadakan dalam rangka pergantian kepemimpinan di WALHI Bali.

Panggung seni oleh WALHI Bali selain diisi band, acara tersebut juga dimeriahkan oleh dengan lapak perpus zine dan cetak cukil dari komunitas Pena Hitam. Setelah performa band terakhir Geekssmile, acara dilanjutkan dengan performa Pena Hitam Dance Club yang mengajak seluruh warga yang hadir untuk menikmati malam akhir pekan tersebut. [b]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*