Futuwonder Seni Rupa untuk Melawan Patriarki

Futuwonder Seni Rupa untuk Melawan Patriarki

Para perempuan muda ini mendobrak kondisi kultural nak mule keto. Perjumpaan pertama dengan geng Futuwonder ini adalah sebuah sesi setengah hari untuk menulis dan mengarsipkan biografi seniman perempuan Bali ke Wikipedia. Para relawan dibekali beberapa artikel untuk dirangkum dalam beberapa paragraf. Nantinya itu menjadi pintu masuk mengembangkan artikel-artikel lanjutan.

Aksi dan Petisi untuk Ibu Nuril dan Septyan

Ada harapan dari 2 kasus di Pulau Bali dan Lombok. Walau belum final, solidaritas dan dukungan hadir menyuarakan keadilan bagi korban. Belasan lembaga hukum dan pendampingan perempuan menyampaikan petisi ke hakim-hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar, Senin (19/11). Mereka minta penegak hukum mempertimbangkan aspek sosial dan psikologis dalam pemutusan perkara terkait […]

Ubud Village Jazz Festival yang Menghangatkan Hati

Angin berhembus cukup kencang sepanjang malam. Pepohonan besar di Agung Rai Art Museum (ARMA) bergoyang, dahan-dahannya melengkung, dedaunan berjatuhan. Rintik hujan mulai membasuh kulit. Namun interaksi musisi di atas panggung terus berjalan, penonton malah makin menghangat. Memberikan tepukan, bercuit-cuit memberi apresiasi, dan menyoraki tiap musisi usai bermain solo. Sepasang penonton […]